Cara Agar Karyawan Semangat Bekerja Dalam Islam

Agar Karyawan Semangat Bekerja Dalam Islam
Berikut adalah kisah nyata dari Ir. Hj. Etty Sunarti Nuay, Presiden Direktur PT. EASCO Petroleum. Simak selengkapnya:

Setiap pagi, sebelum memulai pekerjaan, jajaran manajemen yang dipimpin oleh Ir. Hj. Etty Sunarti Nuay dan karyawannya memanjatkan doa dan melaksanakan salat dhuha. Kebiasaan tersebut sudah berlangsung sepanjang delapan tahun. 

Kita diajarkan untuk memulai sesuatu pekerjaan dengan Bismillah dan mengakhiri pekerjaan dengan Al-Hamdulillah. Saya pikir, bekerja itu membutuhkan suatu perjuangan. Dengan begitu, kita sudah memulai satu langkah dengan mengingat Allah. Ini satu poin plus. Masa’ kita memulai suatu perjuangan tidak meminta kepada Allah?” 

Ny. Etty lantas mengajak karyawannya untuk melaksanakan salat dhuha dan berdoa setiap awal masuk kerja pada jam 08.00. Dalam keyakinan wanita kelahiran Bukit Tinggi 5 Februari 1946 itu, doa merupakan permohonan kepada Allah. Dengan berdoa, orang yang beriman akan merasa lega, tenang, dan puas batinnya karena merasa dekat kepada Allah.

Doa akan memberi kekuatan dan solusi untuk menanggulangi berbagai masalah dan kesulitan yang dihadapi. Doa juga merupakan modal bagi perusahaan, selain memiliki karyawan yang tangguh, penuh optimisme, dan tabah. Dengan demikian, kinerja meningkat, gejolak dan tuntutan diminimalisasikan sedemikian rupa, sehingga suasana kantor benar-benar damai dan Islami,” papar Presiden Direktur PT. EASCO Petroleum dan EASCO East Sepanjang itu. 

Karena merasa yakin bahwa Allah sangat dekat, seluruh karyawan dan direksi PT. EASCO Petroleum memiliki harapan dan semangat untuk memperoleh keberkahan dengan cara bekerja dengan sungguh-sungguh. 

Berdoa kepada Allah artinya kita memohon pertolongan. Setiap saat kita memohon pertolongan, tidak hanya ketika susah. Dengan berdoa setiap saat, apa pun yang kita kerjakan akan dapat kita hadapi dengan tenang dan penuh harapan bahwa Allah akan menolong kita,” tandas wanita pertama yang lulus dari Fakultas Geologi ITB (Institut Teknologi Bandung) tahun 1973. Keyakinan seperti itulah yang ditekankan Etty kepada seluruh karyawannya di kantor. 

''Saya jelaskan kepada karyawan, bahwa dengan berdoa kita menapaki suatu pekerjaan lebih enteng. Karena kita merasa bahwa kita akan dibantu oleh Allah.”  

Menurut Etty, memanjatkan doa dan melaksanakan salat dhuha, dampaknya sangat bagus untuk lingkungan kerja di kantor.

 “Selain memperkokoh tali silaturrahim, juga merupakan ajang untuk saling menceritakan kesulitan yang dihadapi para karyawan dan memberikan jalan keluar untuk berbagai masalah yang dihadapi,'' tuturnya. 

Ia menegaskan, dengan bekerja pun sebenarnya kita sedang mendekatkan diri kepada Allah. Sambil kita bekerja, doa dan zikir kita jalan terus. “Jadi, kita tidak hanya mencari dunia, tapi juga akhirat.”  

Dengan iklim kerja seperti itu, sambung Etty, ternyata hasilnya lebih baik. ''Tantangannya (mengelola perusahaan sendiri) jauh lebih banyak dari sekarang. Tetapi yang saya rasakan karena dasarnya sudah kuat imannya, walaupun seberat-beratnya persoalan, saya yakin Allah akan membantu.

Yang menarik, dengan kebiasaan berdoa dan salat dhuha, kalau dulu orientasinya hanya kepada dunia saja, sekarang berubah. Sikapnya kepada karyawan jauh lebih enak dan lebih akrab, lebih terasa lebih segala sesuatunya untuk dunia, tapi dua-duanya. “Kita mencari bekal bukan hanya untuk di dunia, tapi di akhirat juga. Hidup itu penuh dengan harapan. Misalnya, dulu gaji telat satu sampai dua hari, karyawan berdemo. Karena mereka belum paham bahwa rezeki kita tidak akan tertukar dengan rezekinya orang lain. Sekarang tak ada demo lagi,” tandas Etty Sunarti Nuay.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel