Kisah Inspiratif, Gagal Bunuh Diri Berkat Salat Dhuha

Kisah Inspiratif, Gagal Bunuh Diri Berkat Salat Dhuha
Berikut adalah kisah nyata dari Ny. Mardiana (Palembang). Karena beban hidup terlalu berat, ia hampir memutuskan untuk bunuh diri dan tidak percaya lagi kepada Tuhan. Tapi Allah berkehendak lain, hatinya digerakkan untuk mengambil air wudu dan mendirikan salat dhuha, mulai dari situlah hidupnya mulai berubah. Simak kisah selengkapnya:

Saya Anna (panggilan akrab), dulu hidup saya sangat memprihatinkan. Aku bekerja di perusahaan swasta, suamiku cuma guru swasta biasa yang penghasilannya tak seberapa, aku punya satu putri. Karena penghasilanku lebih dari suami, jadi akulah yang berperan dalam mencukupi kehidupan kami. Tapi itu semua tidaklah cukup karena lebih besar pengeluaran daripada pemasukan.

Akhirnya aku terjebak pada rentenir, tagihan kartu kredit yang terpaksa aku pakai, belum lagi kredit motor dan masih banyak kebutuhan yang aku harus penuhi. Tapi yang aku kecewa suamiku tak mau tahu apa yang aku lakukan.

Kami sering bertengkar sampai hampir bercerai hanya karena uang. Karena aku tidak sanggup untuk membayar semua tagihan tersebut mulailah satu per satu debt collector datang baik ke kantor bahkan ke rumah, sampai berbagai ancaman aku terima.

Hutangku di sana-sini, pikiranku buntu memikirkan ke mana aku harus mencari tambahan. Aku sudah sangat malu pada orang di sekelilingku. Aku sempat mendatangi beberapa paranormal untuk menuntaskan masalahku, tapi bukan jalan keluar yang aku dapatkan, malah uangku yang habis percuma. 

Sampai aku menonton acara Ustaz Yusuf Mansyur tentang “Keajaiban Bersedekah” di salah satu TV Swasta, terbukalah mata hatiku, aku menangis sejadi-jadinya kenapa aku lupa dengan Allah sang Maha Pencipta Segalanya. Sejak itu aku sering melakukan sedekah, salat Dhuha dan membaca Surat Yasin, aku serahkan segalanya pada Tuhan dan aku yakin Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan umatnya. 

Tapi rupanya Tuhan masih mengujiku, doaku belum dikabulkan malah bertambah parah cobaan yang Dia berikan: Caci maki dan hinaan aku terima sampai aku dilaporkan ke pihak yang berwajib. Aku putus asa lagi, di mana Tuhan pada saat aku membutuhkan-Nya? Suamiku pun tak bisa berbuat banyak, malah dia menyalahkan aku atas semua perbuatanku, aku benar-benar putus asa.

Aku dan suamiku memang sering bertengkar dan kami kurang akur. Sempat di pikiranku ingin bunuh diri atau menjadi wanita penghibur saja dan itu selalu terbesit dalam pikiranku. Aku tinggalkan Tuhan karena aku tidak percaya Dia lagi, tidak ada seorang pun yang dapat membantuku malah keluargaku mencelaku, hanya ibuku yang peduli. Tapi, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Saat tengah malam, aku terbangun. Dalam pikiranku, aku ingin mengakhiri hidupku. Pisau telah kupersiapkan dan pada saat aku ingin melakukannya, aku lihat anakku yang tertidur pulas, aku langsung menangis tentang apa yang telah aku lakukan. Lalu aku meninggalkannya. Aku tersadar, aku langsung mengambil air wudhu dan salat dhuha, dan pikiranku menjadi tenang. 

Aku harus hadapi semua ini dan aku yakin pasti ada jalan keluarnya. Kurang lebih satu tahun aku diberikan Tuhan berupa cobaan berat ini. Hari demi hari aku lalui dengan kesedihan dan penderitaan, tapi setiap hari aku lakukan salat dhuha dan membaca surat Yasin. Setiap ada kesempatan aku baca. Itu semua aku lakukan terus-menerus. Aku juga masih mendoakan suamiku agar diberi pekerjaan yang lebih baik dan rumah tanggaku kembali rukun. 

Ya Allah, ternyata Engkau tidak tidur, Engkau ada, Engkau dengar doaku. Suamiku diterima kerja di sebuah perusahaan yang cukup terkenal di Palembang dan kehidupanku mulai membaik, tetapi ternyata itu membawa masalah baru. Suamiku mulai bertingkah dengan melirik wanita lain. Tuhan, cobaan apalagi yang Engkau berikan padaku? Belum selesai semua permasalahanku sudah Engkau tambah lagi. 

Tapi dengan semua kejadian ini aku semakin dekat dengan Tuhan. Aku berdoa memohon agar aku diberikan jalan keluar atas masalahku dan diberikan pekerjaan yang lebih baik dan sempat aku berdoa agar aku dipertemukan dengan orang yang bisa mengerti aku, karena aku sudah tidak cocok lagi dengan suamiku. 

Bulan Ramadhan 1428 H. adalah bulan anugerah bagiku, akhirnya aku diterima bekerja di sebuah Perusahaan Asing dengan Jabatan dan Penghasilan yang lumayan dan malah sekarang aku bisa membantu keluargaku yang semula mencelaku dan aku juga dipertemukan dengan orang yang aku harapkan walaupun muncul masalah baru lagi, tapi aku percaya Tuhan ada dan akan selalu ada di hatiku. 

Dia tidak tidur, Dia Maha Tahu segalanya. Sampai sekarang aku selalu mengamalkan dan menjalankan salat dhuha dan membaca Surat Yasin dan juga tidak lupa untuk selalu bersedekah. Semua permasalahanku aku serahkan pada Tuhan, karena Dia tahu yang terbaik bagiku, rumah tanggaku, jodohku dan rezekiku.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel