Surat At-Tahrim: Pokok Kandungan, Keutamaan dan Manfaatnya

https://www.abusyuja.com/2021/03/surat-at-tahrim-pokok-kandungan-keutamaan-manfaat.html
At-Tahrim artinya “mengharamkan”. Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk dalam golongan surat Madaniyyah, dan diturunkan sesudah Surat Al-Hujurat. Ia diberi nama At-Tahrim, karena merujuk pada lafaz tuharrim yang asalnya dari lafaz at-tahrim yang terdapat pada permulaan surat.

Pokok Kandungan Surat At-Tahrim

Adapun pokok kandungan dari Surat At-Tahrim adalah sebagai berikut:

  1. Menjelaskan bahwa taubat hanya berlaku di dunia, sedangkan segala amal perbuatan manusia akan dibalas di akhirat;
  2. Menjelaskan larangan mengharamkan apa yang diperbolehkan oleh Allah;
  3. Kewajiban membebaskan diri dari ucapan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kafarat (denda);
  4. Kewajiban memelihara diri dari keluarga dari api neraka;
  5. Perintah memerangi orang-orang kafir dan munafik, serta berlaku keras terhadap mereka di waktu perang;
  6. Menjelaskan bahwa iman dan perbuatan orang tidak tergantung pada iman dan perbuatan orang lain, meskipun antara suami istri, seperti istri Nabi Nuh, Istri Nabi Luth, dan istri Firaun.

Keutamaan dan Manfaat Surat At-Tahrim

Adapun fadhilah dan khasiat dari Surat At-Tahrim adalah sebagai berikut:

Pertama, termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya.

Kedua, Allah akan melindungi pembacanya dari rasa takut dan sedih di hari kiamat, diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Abi Abdullah berkata, “Barangsiapa yang membaca Surat Ath-Thalaq dan At-Tahrim di dalam salat fardunya, maka Allah akan melindunginya dari menjadi orang yang takut dan bersedih hati di hari kiamat, ia akan diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga karena membaca dan memelihara dua surat itu. Karena sesungguhnya kedua surat itu ialah milik Nabi Saw.” (Tsawabul A’mal: 148)

Ketiga, pembacanya akan memperoleh anugerah Taubat Nasuha, dan disembuhkan dari racun yang berasal dari serangan binatang.

Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang membacanya (Surat At-Tahrim), maka Allah akan menganugerahkan (kepadanya) Taubat Nasuha, barangsiapa yang membacanya kepada orang yang disengat (binatang), maka Allah akan menyembuhkannya, dan racunnya tidak akan menjalar di dalam (tubuhnya). Dan jika ditulis, (dimasukkan ke dalam air) dan airnya dipercikkan atas orang yang pingsan (sakratulmaut), maka setan (yang menggodanya) akan terbakar.(Tafsirul Burhan, Juz 8: 48)

Keempat, dapat dijadikan doa atau wasilah agar disembuhkan dari sakit demam, pingsan, insomnia (sulit tidur) dan terbebas dari hutang.

"Barangsiapa yang membacanya atas orang yang sakit, maka ia dapat menenangkannya, barangsiapa yang membacanya atas orang yang demam, maka ia dapat mendinginkannya, barangsiapa yang membacanya atas orang pingsan, maka ia dapat menyadarkannya, barangsiapa yang membacanya atas orang yang sulit tidur, maka ia dapat menidurkannya dan jika seorang yang memiliki banyak hutang membacanya secara terus menerus (istiqamah), maka hutangnya menjadi tidak tersisa (lunas) dengan izin Allah." (Tafsirul Burhan, Juz 8: 48)

Kelima, dapat dijadikan doa atas wasilah agar dibantu dalam pemulihan kondisi orang yang baru sembuh dari sakit.

Adapun caranya yaitu dengan membaca Surat At-Tahrim ayat 8. Berikut bacaannya:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا تُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ تَوۡبَةً نَّصُوۡحًا ؕ عَسٰى رَبُّكُمۡ اَنۡ يُّكَفِّرَ عَنۡكُمۡ سَيِّاٰتِكُمۡ وَيُدۡخِلَـكُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِى اللّٰهُ النَّبِىَّ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ‌ ۚ نُوۡرُهُمۡ يَسۡعٰى بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَبِاَيۡمَانِهِمۡ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اَ تۡمِمۡ لَـنَا نُوۡرَنَا وَاغۡفِرۡ لَـنَا‌ ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pokok kandungan, keutamaan serta manfaat dari Surat At-Tahrim. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel