Surat Mu'awwidzatain: Pokok Kandungan, Keutamaan dan Manfaatnyaa

Surat Mu'awwidzatain: Pokok Kandungan, Keutamaan dan Manfaatnyaa
Surat Mu'awwidzatain adalah terdiri dari Sura Al-Falaq dan An-Nas. Al-Falaq sendiri artnya adalah “waktu subuh”. Surat yang terdiri atas 5 ayat ini termasuk dalam golongan Surat Makkiyyah dan diturunkan setelah Surat Al-fil. Ia diberi nama Surat Al-Falaq karena merujuk pada lafaz al-falaq yang terdapat pada ayat pertama.

Sedangkan Sura An-Nas memiliki artinya “manusia”. Surat yangt terdiri atas 6 ayat ini termasuk dalam golongan Surat Makkiyyah dan diturunkan setelah Surat Al-Falaq. Ia diberi nama An-Nas karena merujuk pada lafaz an-nas yang beberapa kali disebut di dalamnya.

Pokok Kandungan Surat Mu'awwidzatain

Adapun pokok kandungan dari Surat Al-Falaq adalah perintah Allah agar kita berlindung kepada-Nya dari segala macam kejahatan.

Sedangkan pokok kandungan Surat An-Nas adalah perintah kepada manusia agar berlindung dari Allah dari segala macam kejahatan yang dapat ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.

Keutamaan dan Manfaat Surat Mu'awwidzatain

Adapun keutamaan dan Surat Mu'awwidzatain adalah sebagai berikut:

Pertama, Surat Mu'awwidzatain termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Rasulullah Saw. sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi sebelumnya.

Kedua, surat yang menjadi wasilah pembebas Rasulullah dari sihir.

Zaim bin Arqam pernah bercerita bahwa Nabi pernah disihir oleh seorang Yahudi, hingga beliau sakit selama beberapa hari. Jibril pun mendatanginya dengan membaca Surat Mu'awwidzatain, dan berkata, “Seorang Yahudi telah menyihirmu dan telah mengikat beberapa bahul di sumur Fulan.

Nabi mengutus Ali bin Abi Thalib untuk mengeluarkan buhul dari sumur tersebut dan membawanya kepada Baginda. Lalu Baginda memerintahkah Ali untuk melepaskan ikatan tersebut hingga Nabi dapat berdiri seakan-akan baru terlepas dari ikatan. Namun Baginda tidak menyampaikan hal tersebut kepada Yahudi yang telah menyihir itu. Aku juga tidak pernah lagi melihat mukanya. (HR. Ahmad, VII: 112)

Ketiga, termasuk surat yang belum pernah ada yang menyerupainya.

Uqbah bin Amir meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Tidaklah engkau melihat beberapa ayat yang telah diturunkan kepadaku malam ini yang selama ini tidak ada yang menyerupainya?” Lalu Baginda membaca Surat Mu'awwidzatain sampai selesai. (HR. Muslim, VI: 96)

Keempat, menjadi obat bagi pembacanya.

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Mu'awwidzatain) atas orang yang sakit, maka dengan izin Allah hingga subuh, surat ini menjadi obat bagi orang yang membacanya.”

Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur, maka ia dalam penjagaan Allah hingga subuh. Surat ini menjadi pelindung dari segala penyakit, rasa sakit dan bahaya, ia menjadi obat bagi orang yang membacanya.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 444)

Kelima, dapat dijadikan doa atau wasilah agar dijauhkan dari jin beserta gangguannya.

Ash-Shidiq berkata, “Barangsiapa yang membacanya setiap malam di dalam rumahnya, maka ia aman dari jin dan gangguannya. Dan barangsiapa yang menulisnya dan mengalungkannya kepada anak-anak kecil, maka mereka terlindungi dari jin, dengan izin Allah.” (Tafsirul Burhan, Juz 8: 444)

Keenam, Rasulullah Saw. senantiasa membacanya ketika mendirikan salat Witir.

Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi Saw. dalam dua rakaat sebelum witir, membaca sabbihisma rabbikal-a’la dan Al-Kafirun. Adapun dalam witir beliau membaca Al-Ikhlas dan Surat Mu'awwidzatain.

Abu Ja’far berkata, “Barangsiapa yang membaca Surat Mu'awwidzatain dan Al-Ikhlas, maka dikatakan kepadanya, ‘Wahai hamba Allah, berbahagialah, karena Allah telah menerima salat Witirmu.’” (At-Tahdzib, Juz 2: 127)

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pokok kandungan, keutamaan dan manfaat dari Surat Mu'awwidzatain. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel