15 Shalat Sunnah Beserta Penjelasannya Lengkap bagian 1


15 Shalat Sunnah Beserta Penjelasannya Lengkap_Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai shalat sunnah. Shalat sunnah ada macam-macam dan memiliki ketentuan waktu sendiri-sendiri.
Nah inilah 15 jenis Shalat Sunnah beserta keterangannya lengkap :
https://abusyuja.blogspot.com/2019/06/15-shalat-sunnah-beserta-penjelasannya-lengkap.html

Macam-macam shalat Sunnah


Shalat Wudu

Mungkin anda asing dan baru tahu tentang shalat wudhu, tapi perlu anda ketahui bahwa sebenarnya shalat wudhu itu benar adanya.
Shalat Wudhu biasanya dilaksanakan "kapan saja" setelah anda berwudhu, hal ini menjadikan shalat wudhu  tidak memiliki ketentuan waktu, yang intinya setiap kali anda wudhu kapanpun anda di sunnah-kan untuk shalat sunnah setelahnya.
Shalat wudhu hanya 2 rekaat, ntuk niatnya sendiri:
Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.

Shalat Tahiyatul Masjid

Tidak seperti shalat wudhu, shalat Tahiyyatul Masjid memiliki ketentuan waktu dalam pelaksanaanya (terikat waktu).
Sebagaimana sudah di jelaskan HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714 :


إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

Artinya : “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.”

Dari sini sudah bisa disimpulkan bahwa waktu pelaksanaan shalat Tahiyyatul Masjid adalah ketika anda sedang memasuki masjid.
Catatan:
Shalat ini harus di lakukan pas setelah anda memasuki masjid dan belum melakukan aktivitas apapun termasuk duduk
Dan shalat ini dilakukan 2 rakaat. Rakaat pertama membaca Fatihah dan Surat Al-kafirun sedangkan rakaat kedua membaca Fatihah dan Surat Al-Ikhlas. Adapun niat Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid :

أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى


“Usholi Tahiyyatul Masjid, Rok’ataini Sunnatan Lillahi Ta’ala”.


Shalat Dhuha

Shalat Dhuha merupakan shalat yang di lakukan setelah terbitnya matahari sampai datangnya waktu dhuhur, Mungkin ini adalah shalat yang sudah akrab dengan kita, dinamakan shalat dhuha karena shalat ini dilaksanakan pada waktu dhuha yaitu waktu dari terbitnya matahari hingga sampai waktu dzuhur.
Shalat yang dilakukan 2 rakaat ini memiliki banyak sekali keutamaan diantaranya di cukup kan rezeki, diberi pahala seperti haji dan umrah dan masih banyak lagi.
Niat Shalat Dhuha :

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

“Ushollii Sunnatadh Dhuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa.”


Shalat Rawatib (Qobliyyah & Ba'diyyah)

Shalat Rawatib adalah shalat yang di lakukan setelah (ba'diyyah) dan sebelum (qobliyyah) shalat lima waktu.  Shalat ini di bedakan menjadi dua Sunnah Muakkad dan ghairu muakkad :

  1. Shalat Rawatib Muakkad : Shalat yang sangat di anjurkan pelaksanaannya dan memiliki keutamaan dan pahala yang besar pula.
  2. Shalat Rawatib Ghairu Muakkad adalah : Shalat yang tidak terlalu di anjurkan tetapi tetap memiliki kemuliaan meskipun tidak sebanding dengan Rawatib Muakkad.

Catatan:Qobliyyah      : dilakukan sebelum shalat lima waktu
Ba'diyyah       : dilakukan setelah shalat lima waktu
Ketentuan Waktu Rawatib Sunnah Muakkad Subuh              : 2 Rakaat Qobliyyah
Dzhuhur          : 4 Rekaat Qobliyyah dan 2 rekaat Ba'diyyah
Ashar              : -
Maghrib          : 2 Rekaat Ba'diyyah
Isya'                : 2 Rekaat Ba'diyyah
Ketentuan Waktu Rawatib Sunnah Ghairu Muakkad Subuh              : -
Dzhuhur          : 2 Rekaat Ba'diyyah
Ashar              : 2 atau 4 Rekaat Ba'diyyah
Maghrib          : 2 Rekaat Qobliyyah
Isya'                : 2 Rekaat Qobliyyah
Contoh Niyat Qobliyyah :

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Contoh Niyat Ba'diyyah :

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى


Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat yang di lakukan pada sepertiga malam dan waktu pelaksanaannya harus setelah bangun tidur di malam hari, meskipun ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa tidak harus tidur dulu ketika ingin melaksanakan sholat tahajjud.
Shalat ini memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar maka dari itu kita di anjurkan untuk rutin melaksanakannya pada setiap malam.
Untuk penjelasan lengkapnya akan kami upayakan ada pembahasan khusus di artikel berikutnya.
Catatan: Shalat Tahajjud 2 rakaat bisa di lakukan maksimal 12 rakaat dengan 6 salam
Adapun niat Shalat Tahajjud :

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”

Shalat Istikharah

Shalat sunnah 2 rakaat yang satu ini mungkin sudah tidak asing di telinga anda. Shalat ini di lakukan ketika anda memiliki sebuah jalan buntu memilih hal yang masih tabu dan samar-samar contoh :

  • Memilih pekerjaan
  • Memilih Pasangan Hidup (Jodoh)
  • Memutuskan Suatu Perkara
  • Dan masih banyak lagi

Dan perlu anda ketahui juga Shalat ini semata-mata hanya meminta petunjuk saja tidak di diperbolehkan juga apabila anda meminta petunjuk dengan pilihan sesuatu yang halal dan sesuatu yang haram sebab hal itu menyimpang dengan syariat karena pada dasarnya istikharah merupakan shalat untuk memohon di berikan petunjuk yang benar.
Niat Shalat Istikharah :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Ushalli sunatan istikharati rok ‘ataini lillahi ta’ala.”


Shalat Hajat

Shalat hajat memiliki keutamaan akan mengabulkan doa hamba Nya yang memiliki kebutuhan dengan cara shalat 2 rakaat.
Sedangkan waktu pelaksanaannya bisa kapan saja, baik pagi siang malam, asalkan tidak di dalam waktu yang di larang untuk mengerjakan shalat (akan di jelaskan di artikel berikutnya).
Niat shalat hajad :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli Sunnattal Haajati Rok’ataini Lillahi Ta’aalaa.

Rakaat Pertama : Fatihah dan membaca al-Kafirun 3x.
Rakaat Kedua : Fatihah dan membaca al-Ikhlash 3x.

Shalat Mutlak

Shalat sunnah yang satu ini paling beda karena boleh di lakukan kapan saja (selain waktu yang tidak diperbolehkan untuk shalat).
Waktu-waktu yang tidak diperbolehkan adalah :

  1. Sesudah shalat subuh
  2. Ketika matahari terbit hingga naik sepenggalah
  3. Saat matahari tepat di puncaknya (zenit), hingga ia mulai condong
  4. Sesudah Ashar sampai matahari terbenam
  5. Ketika matahari terbenam hingga sempurna terbenam-nya

Jumhur ulama berpendapat bahwa shalat ini di lakukan 2 rakaat salam dan tidak ada batas maksimal dalam rakaat-nya.
Untuk niatnya saja cukup dengan "Usholli" (saya niat shalat) dan itu sah, tidak perlu menyebutkan rakaat dan lainnya.

Itu lah macam dan jenis shalat-shalat sunnah untuk part 2 ( taubat, tasbih, witir, hari raya, gerhana, istisqa) akan di bahas di artikel berikutnya kurang lebihnya mohon maaf
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel