Macam-Macam Ibadah Haji Lengkap Beserta Perbedaannya

Macam-macam haji_Haji merupakan ibadah yang diwajibkan bagi setiap orang yang beragama Islam. Haji merupakan rukun Islam yang nomor 5. Haji sendiri diwajibkan apabila kita mampu. Mampu disini mencakup semua aspek, entah dari segi ekonomi, biaya hidup dan fisik. Maka dari itu, kewajiban haji memiliki batasan-batasan atau tolak ukur tertentu, khususnya di negara yang jauh dari ka'bah, yaitu Arab Saudi.

Baca Juga :


Dan pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas mengenai haji secara detail, tetapi kita akan membahas mengenai macam-macam haji.

Mengenai macam-macam haji kita harus mengetahui dulu niat awal dari orang tersebut. Orang yang pergi melakukan ihram memiliki niat yang berbeda-beda, adakalanya niat Haji dan ada kalanya orang tersebut niat umrah. Bahkan ada juga yang meniatkan keduanya. Di Indonesia contohnya, banyak jamaah haji yang melakukan ibadah haji kemudian melakukan umrah.
https://abusyuja.blogspot.com/2019/08/macam-macam-ibadah-haji-beserta-perbedaannya-lengkap.html
Jika orang melakukan haji plus umrah sekaligus, ia bisa menggunakan cara tamatu' atau qiran. Kedua cara tersebut merupakan perkara yang masuk dalam macam-macam haji.

Macam-Macam Haji

Seperti yang sudah kami singgung diatas, haji memiliki 3 cara, yaitu tamatu', qiran dan ifrad. Berikut penjelasannya lengkap :

1. Haji Tamatu'

Macam-macam haji yang pertama adalah tamatu'. Para ulama sependapat bahwa salah satu dalil tentang haji tamatu' adalah firman Allah SWT dan Qur'an surat Al-Baqarah juz 2 ayat 196 yang artinya : Bagi siapa yang ingin bersenang-senang dengan umrah dan haji (didalam bulan haji), maka wajib baginya menyembelih kurban yang mudah didapat".

Mengenai haji tamatu', Isya Allah akan kami buatkan artikel khusus tantang topik ini, mengingat banyak sekali kajian-kajian haji tamatu' yang belum bisa kami cantumkan disini.

Cara Haji Tamatu' :

  1. Memulai umrah pada bulan haji yaitu mulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah.
  2. Memulai dari Miqat Makani apabila ia tinggal diluar tanah haram atau Mekkah.
  3. Setelah sampai ke Baitullah niatkan diri untuk ibadah umrah.
  4. Lakukan Thawaf (Mengelilingi ka'bah Tujuh kali)
  5. Kemudian lakukanlah Sa'i atau Lari-lari kecil dari bukit Shofa ke Marwah.
  6. Dan Tahallul (Mencukur rambut).
  7. Menginap di Mekkah.
  8. Setelah itu melakukan ibadah haji pada bulan itu juga.
Menurut madzab Maliki, ada enam syarat agar haji bisa dikatakan tamatu':
  1. Pelaksanaan haji dan umrah dilakukan dalam satu bulan
  2. Pelaksanaan haji dan umrah harus dilakukan dalam tahun yang sama
  3. Sebagian kegiatan umrah dikerjakan pada bulan-bulan haji
  4. Mendahulukan umrah kemudian disusul dengan haji
  5. Memulai ibadah haji sesudah menyelesaikan umrah
  6. Orang tersebut tidak tinggal di Mekkah.

2. Haji Qiran

Haji Qiran adalah melakukan Ihram dengan melaksanakan dua ibadah, yaitu haji dan umrah. Dengan cara melakukan ihram sembari niat umrah, kemudian diiringi ihram dengan niat haji sebelum melakukan Tahalul dari umrah.

Pada intinya, haji qiran adalah haji yang dilaksanakan bersamaan dengan umrah. Artinya, semua pelaksanaan umrah sudah termasuk kedalam pelaksanaan haji.

3. Haji Ifrad

Dan yang terakhir adalah haji ifrad. Haji ifrad adalah haji yang dilaksanakan terpisah dengan umrah. Jadi pada saat bulan-bulan haji, ia hanya melakukan niat ibadah haji saja tanpa ada niat umrah. Jadi bisa diartikan, haji ifrad adalah melaksanakan haji dan umrah secara terpisah atau sendiri-sendiri.

Perbedaan Haji Tamatu', Qiran dan Ifrad

Untuk mempermudah memahami perbedaan antara haji tamatu', qiran dan ifrad, kami akan buatkan rangkuman sederhana yang bisa lebih mudah anda pahami. Berikut perbedaannya:

Haji Tamatu'

  • Melaksanakan ihram dari miqat dengan niat umrah terlebih dahulu
  • Melaksanakan ihram dari miqat dengan niat haji
  • Diwajibkan membayar Dam (Denda) atau menyembelih qurban

Haji Qiran

  • Melaksanakan ihram dari miqat dengan niat haji dan umrah sekaligus
  • Melaksanakan semua rukun-rukun haji
  • Wajib membayar Dam (Denda) atau menyembelih qurban

Haji Ifrad

  • Melaksanakan ihram dari miqat dengan niat haji saja
  • Setelah ibadah haji selesai, Niat ihram lagi dari miqat untuk melaksanakan umrah
  • Tidak wajib membayar Dam atau denda
Itulah pembahasan mengenai Macam-Macam Ibadah Haji Lengkap Beserta Perbedaannya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel