Sejarah Adzan dan Iqomah Lengkap

Sejarah Adzan dan Iqomah_Adzan dan iqomah menurut bahasa adalah "memberitahukan", sedangkan secara istilah adalah bacaan-bacaan berupa kalimat toyibah  yang digunakan untuk memberi tahu kepada umat Islam tentang waktu masuk shalat.  Sedangkan iqomah sendiri merupakan tanda waktu mulainya shalat berjamaah.

Meski demikian, adzan dan iqomah bukan berarti di khususkan untuk kegiatan shalat saja, tetapi juga sunnah dikumandangkan pada waktu-waktu tertentu. Contoh : Pada waktu hujan lebat, tsunami, saat bayi baru lahir dan masih banyak lagi.
https://abusyuja.blogspot.com/2019/08/sejarah-adzan-dan-iqomah-lengkap.html
Di dalam kitab Fathul Mu'in juga dijelaskan bahwa adzan dan iqomah tidak hanya berlaku untuk kegiatan shalat saja. Adzan dan iqomah juga sunnah dilakukan pada keadaan-keadaan berikut :

  • Orang yang sedang tertimpa kesusahan.
  • Melihat perbuatan yang tidak baik pada manusia atau binatang.
  • Terjadi kebakaran.
  • Ketika melihat Jin dan masih banyak lagi.
Untuk selengkapnya akan kami buatkan artikel khusus tentang sunnah-sunnah adzan dan iqomah.

Sejarah Adzan

Sebelumnya kami cuma ingin sampaikan bahwa sejarah ini bersumber dari kitab Fathul Mu'in, salah satu kitab masyhur dalam topik fiqih mazhab Syafi'i.

Baca juga :


Adzan dan iqomah adalah sebuah ijma' para ulama, salah satu sumbernya merupakan hasil dari impian Abdullah bin Zaid, beliau merupakan salah satu ulama masyhur. Sejarah ini diceritakan dalam hadist Abu Daud yang isinya :

Abdillah berkata : Nabi SAW memerintahkan menggunakan lonceng dan dipukul-pukul guna mengumpulkan manusia untuk mengerjakan shalat, pada saat itu, melintaslah seorang laki-laki yang membawa lonceng di tangannya. Kemudian saya berkata :"Hai hamba Allah (saudaraku), Apakah lonceng yang kamu bawa akan kau jual?".
Kemudian orang tersebut menjawab :" Memang akan saudara gunakan untuk apa?"
"Lonceng tersebut akan saya pergunakan untuk memanggil orang-orang untuk melakukan shalat." Jawabku.
Ia lalu menjawab lagi;"Maukah saudara jika saya tunjukkan cara yang lebih bagus dari itu?"
Saya menjawabnya lagi:" Baiklah, terima kasih."
Kemudian orang tersebut berkata:"Gunakan Allahu Akbar....dst (sampai akhir lafadz azan)."

Setelah itu ia pergi dari, sebelum menjauh, dia berkata lagi :"Apabila sedang melaksanakan shalat, katakan Allahu Akbar....dst (sampai akhir lafadz iqomah).

Paginya, saya datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang saya impikan tadi malam. Setelah saya ceritakan, Rasulullah SAW memberi tanggapan :" Benarlah, itu dia impian yang benar Insya Allah. Sekarang kamu temui bilal dan dan sampaikan apa yang kamu impikan kepadanya, biarkan dia yang adzan karena suaranya lebih lantang dari pada kamu".

Setelah itu, saya langsung menemui bilal dan menceritakan apa yang saya impikan. Dan saat itu juga ia mengumandangkan adzan.

Sedangkan Umar bin Khattab mendengar adzan Bilal dari rumah sembari keluar. Ia pun berkata kepada Rasulullah SAW ;" Ya Rasulullah, Demi Allah, anda telah diutus dengan membawa kebenaran, saya juga bermimpi seperti apa yang telah di impikan oleh Abdullah bin Zaid. Kemudian Nabi SAW menjawab pernyataan Umar :"Alhamdulillah,,,".

Dan pada waktu itu, ada beberapa belasan sahabat yang memberi kabar bahwa mereka telah bermimpi seperti apa yang di impikan Abdullah bin Zaid.

Itulah pembahasan mengenai Sejarah adzan dan iqomah. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menambah wawasan anda.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel