11 Sunnah-Sunnah Puasa Lengkap dengan Dalilnya

https://www.abusyuja.com/2020/01/11-sunnah-sunnah-puasa-lengkap-dengan-dalilnya.html
Abusyuja.com_Sunnah puasa adalah perbuatan mulia yang lebih baik kita lakukan ketika puasa, yaitu kebiasaan-kebiasaan Rasulullah SAW ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Berikut 11 hal yang menjadi sunnah puasa.

Sunnah-Sunnah Puasa


1. Sahur

Salah satu sunnah puasa adalah sahur. Sahur, meskipun hanya sedikit, misalnya seteguk air. Sahur sunnah dilakukan pada akhir malam. Sahur sendiri dimaksudkan untuk menguatkan fisik ketika berpuasa. Sahur disunnahkan berdasarkan hadits-hadits ini :
  • Pertama, hadits yang diriwayatkan dalam kitab Ash-Shahihain : "Bersahurlah kalian, karena didalam sahur terdapat berkah."
  • Kedua, Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, dalam kitab Shahihnya : "Mintalah pertolongan tambahan (tambahan kekuatan) dengan makanan sahur untuk berpuasa di siang hari. Dan (mintalah pertolongan) dengan menyedikitkan siang hari untuk bangun pada malam hari."
  • Ketiga, hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad berikut : " Sahur adalah berkah, oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya meskipun dengan menelan seteguk air. Sesungguhnya, Allah dan malaikat-Nya memberikan shalawat kepada orang-orang yang melakukan sahur."(dalam hadits ini terdapat kelemahan atau dhu'f)
Kita juga disunnahkan mengakhirkan sahur, selama tidak diragukan akan bersamaan dengan terbitnya fajar. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani : " Tiga hal yang menjadi akhlak para rasul, yaitu menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dan mendahulukan yang kanan dari yang kiri dalam shalat."

Baca juga :
Dalil lain adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad : "Umatku selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka dan mengakhirkan sahur." (H.R. Imam Ahmad dari Abu Dzar).

2. Menyegerakan berbuka

Sunnah puasa yang berikutnya adalah menyegerakan berbuka ketika telah yakin bahwa matahari telah tenggelam. Berbuka juga disunnahkan sebelum shalat. Berbuka juga disunnahkan menggunakan makanan yang basah, kurma, manisan, atau air. Usahakan jumlah makanannya ganjil, seperti tiga, lima, dan seterusnya. Menyegerakan buka termasuk sunnah puasa. Sebagaimana hadits berikut ini : "Manusia selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (H.R. Muttafaq Alaih dari Sahl bin Sa'd).

Berbuka puasa sebelum shalat, hukumnya lebih utama. Sedangkan makanan untuk berbuka, disunnahkan berjumlah ganjil. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Anas berikut :"Rasulullah SAW berbuka dengan makanan basah sebelum shalat. Jika makanan basah tidak ada, beliau makan kurma. Jika beliau tidak memiliki kurma, 
beliau (Nabi) meneguk beberapa teguk air."( H.R. Ahmad , Abu Dawud, Turmudzi, dan Al-Khamsah kecuali Nasa'i dari Salman bin Amir).

3. Berdoa setelah berbuka

Sunnah puasa yang ketiga adalah berdoa setelah berbuka dengan doa-doa yang ma'tsur. Misalnya doa buka puasa sesuai sunnah Nabi berikut ini:
https://www.abusyuja.com/2020/01/11-sunnah-sunnah-puasa-lengkap-dengan-dalilnya.html
Artinya : Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan rezeki-Mu aku berbuka, kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku beriman. Rasa haus menjadi hilang, keringat menjadi basah, dan pahala akan tetap, insya Allah. Wahai Zat yang memiliki karunia yang luas, ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku berpuasa, dan yang telah memberikanku rezeki sehingga aku berbuka.

4. Memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa

Sunnah puasa yang keempat adalah memberi makan bagi siapa saja yang sedang berbuka puasa. Jadi, sunnah bagi kita memberi makan orang yang sedang berpuasa, meskipun itu satu biji kurma maupun segelas air. Tetapi yang paling sempurna adalah memberi makan yang dapat mengenyangkan perut. Sebagaimana hadits berikut : "Barang siapa memberi makan (berbuka) kepada orang yang sedang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun". (H.R. Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Dianggap shahih oleh Turmudzi).

5. Mandi dari janabah, haid, atau nifas

Mandi sebelum fajar juga merupakan sunnah puasa. Hal ini bertujuan agar seseorang berada dalam keadaan suci sejak permulaan siang (waktu puasa). Menurut madzhab Syafi'i, seseorang yang sedang berpuasa dimakruhkan masuk ke kamar mandi tanpa ada keperluan. Karena hal ini dapat memungkinkan membatalkan puasa. Lagi pula, tindakan seperti itu merupakan tindakan untuk mencari kesenangan yang bertentangan dengan hikmah puasa itu sendiri.

6. Menjaga lisan dan anggota badan dari perkataan atau perbuatan buruk

Sunnah puasa berikutnya adalah menjaga lisan dari perkataan tercela. Serta menjaga tingkah laku dari perbuatan buruk. Menahan diri dari hal-hal yang diharamkan seperti, ghibah, mengadu domba, dan berdusta sangat ditekankan untuk dihindari dalam bulan Ramadhan. Menahan diri dari perbuatan haram juga wajib hukumnya sepanjang masa. Sebagaimana sabda Nabi SAW : "Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta atau sebaliknya, dia malah mengerjakannya, maka Allah SWT tidak membutuhkan makanan dan minuman yang telah ditinggalkannya." (H.R. Bukhari, Abu Daud, Turmudzi, dan Nasa'i serta Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Dijelaskan pula dalam hadits sahih lain. Dari Ibnu Umar : "Banyak orang yang berpuasa, 
tetapi balasannya hanya mendapatkan rasa lapar dan haus. Banyak pula orang yang bangun (tengah malam), tetapi balasannya hanyalah gangguan dari tidur." (H.R. Thabrani).

Jika seseorang yang sedang berpuasa dihina, hendaknya dia mengatakan secara terus terang bahwa dirinya sedang berpuasa. Tetapi pada selain bulan Ramadhan, ucapan "aku sedang berpuasa" hendaknya dikemukakan secara tersembunyi. Tujuannya adalah untuk menghindari pamer.

7. Meninggalkan syahwat yang dibolehkan

Sunnah puasa berikutnya yaitu meninggalkan atau menjauhi syahwat yang diperbolehkan, yang tidak membatalkan puasa tentunya. Misal, mencari kesenangan syahwat melalui pendengaran, penglihatan, parabaan, atau penciuman. Contoh : Mencium wewangian, menonton sinetron romantis, dan lain sebagainya. Hal ini sunnah ditinggalkan, karena didalamnya terdapat tindakan mencari kesenangan, yang bertentangan pula dengan hikmah puasa. Hal-hal tersebut di atas dimakruhkan, seperti halnya masuk kamar mandi.

8. Hindari berbekam

Menurut madzab Syafi'i, salah satu sunnah puasa adalah menjauhi aktivitas berbekam, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Pendapat ini dimaksudkan untuk menghindari diri dari perbedaan pendapat dengan orang yang menganggap aktivitas tersebut membatalkan puasa.

Semua ulama sepakan bahwa seorang yang sedang berpuasa disunnahkan tidak meminum susu yang tidak disertai dengan gula atau makanan yang lainnya. Sebab, makanan tersebut akan mengumpulkan air ludah dan menyebabkan rasa haus.

Orang yang berpuasa, juga disunnahkan tidak mencicipi makanan atau yang masuk kedalam tenggorokannya. Dia juga disunnahkan menghindari ciuman. Bahkan, jika ciuman itu menyebabkan keluar air mani, hukumnya diharamkan.

9. Memperbanyak sedekah

Berlapang dada terhadap keluarga, berbuat baik kepada kerabat, dan memperbanyak sedekah kepada kaum fakir miskin merupakan sunnah puasa. Hal ini berdasarkan hadits yang terdapat dalam kitab Ash-Shahihain berikut : " Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan. Kedermawanannya itu lebih (tampak) lagi dalam bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril".

Hikmahnya adalah dapat menentramkan hari orang-orang yang berpuasa dan beribadah, dengan cara mencukupi keperluan-keperluan mereka.

10. Menyibukkan diri dengan Ilmu pengetahuan

Sunnah puasa berikutnya adalah menyibukkan diri dengan ilmu pengetahuan, membaca dan mengaji Al-Qur'an, serta memperbanyak berdzikir dan membaca shalawat kepada Nabi SAW, yang dilakukan pada setiap saat, dan ketika tidak memberatkan pula, baik malam hari maupun siang hari. Hal ini berdasarkan hadits yang terdapat dalam kitab Ash-Shahihain berikut : "Jibril menemui Nabi SAW pada setiap malam bulan Ramadhan. Dia mengajak beliau mengaji Al-Qur'an."

Seperti halnya membaca Al-Qur'an, amalan-amalan yang baik juga mesti diperbanyak. Sedekah (sunnah) yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan menyamai sedekah wajib yang dikeluarkan pada bulan lain. Dengan demikian, kebaikan akan berlipat ganda.

11. Melakukan Itikaf

Sunnah puasa yang terakhir adalah Itikaf. terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini dianjurkan karena Itikaf merupakan ibadah yang lebih menjaga diri dari hal-hal yang dilarang dan mengerjakan hal-hal yang diperintahkan. Dengan beritikaf, seseorang bisa berharap untuk menemukan Lailatul Qadar. Sebab, malam Lailatul Qadar pasti terjadi pada salah satu malam tersebut.

Tetapi kami tegaskan bahwa amalan-amalan yang paling utama untuk dilakukan ketika berpuasa adalah meramaikan ibadah, memperbanyak sedekah, berbuka Dengan rezeki yang halal (tidak syubhat), memulai berbuka dengan memakan kurma atau air, dan bangun pada malam hari pada Lailatul Qadar. 

Itulah sunnah-sunnah puasa beserta dalilnya. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel