Doa Shalat Dhuha Untuk Melancarkan Rezeki

Abusyuja.com_Doa di atas bisa anda baca setelah melakukan shalat dhuha. Shalat dhuha memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya adalah dapat memperlancar rezeki kita sebagaimana dijelaskan dalam hadits Qudsi berikut :

Rasulullah Saw. bersabda dalam hadits Qudsi, bahwa Allah Swt. berfirman, " Wahai anak adam, jangan sekali-kali engkau melas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha. Karena dengan shalat tersebut, Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya.(HR. Hakim dan Thabrani)

Hukum shalat dhuha

Shalat dhuha hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu sebuah amalan yang sangat ditekankan untuk dikerjakan. Sebab itulah, Nabi Saw. melakukan dan menganjurkan kepada para sahabat untuk mengamalkannya dengan menjadikannya sebagai wasiat. Wasiat yang diberikan untuk satu orang oleh beliau, berarti juga wasiat untuk seluruh umat, kecuali apabila ada sebuah dalil yang mengkhususkan hukumnya bagi orang tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah yang menceritakan, " Kekasihku Rasulullah Saw. memberi wasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku tutup usia : Puasa tiga hari dalam sebulan (Puasa sunnah Ayyamul Bidh), dua rakaat shalat dhuha, dan hanya tidur setelah melaksanakan shalat witir.'' (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Dzar berkata bahwa Nabi Saw. bersabda, " Pada setiap pagi, setiap sendi tubuh bani Adam (Manusia) harus bersedekah. Setiap tasbih bisa menjadi sedekah. Setiap tahmid bisa menjadi sedekah. Setiap tahlil bisa menjadi sedekah. Setiap amar ma'ruf nahi mungkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) juga bisa menjadi sedekah. Semua itu bisa digantikan dengan dua rakaat shalat yang dilakukan pada waktu dhuha." (HR. Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa melakukan shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah Swt. hingga terbitnya matahari, kemudian ia shalat dua rakaat (shalat dhuha), dia akan memperoleh pahala ibadah haji dan umrah, sempurna, sempurna, dan sempurna." (HR. Tirmidzi)

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Shalat dhuha dilakukan sedikitnya dua rakaat dan paling banyak adalah dua belas rakaat, dengan tiap-tiap dua rakaat satu kali salam. Anda juga boleh melakukan shalat sebanyak dhuha 4 rakaat, 8 rakaat, maupun 6 rakaat.

Waktu pelaksanaan Shalat Dhuha

Shalat sunnah dhuha bisa anda lakukan ketika waktu dhuha telah muncul. Waktu dhuha adalah ketika matahari mulai naik kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya. Atau, sekitar pukul tujuh pagi hingga waktu dzuhur.

Namun, waktu yang paling baik untuk melaksanakan shalat dhuha adalah seperempat siang, yaitu ketika matahari mulai panas (pagi ke siang).

Tata cara shalat dhuha

  • Cara shalat dhuha hampir sama dengan shalat-shalat pada umumnya, yang membedakan adalah niat serta doa nya.
  • Cara shalat dhuha :
  • Pastikan diri kita suci dari hadas kecil maupun besar
  • Niat shalat dhuha (Ushalli sunnatadh Dhuha rak'ataini lillahi ta'ala)
  • Ucapkan niat sembari takbiratul ihram (mengucapkan Allahu Akbar)
  • Membaca doa Iftitah (sunnah)
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat As-Syams (Wasysyamsi Wadhukhaa haa)
  • Rukuk dengan tuma'ninah
  • I'tidal dengan tuma'ninah 
  • Sujud dengan tuma'ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma'ninah
  • sujud kedua dengan tuma'ninah
  • Berdiri lagi untuk meneruskan rakaat kedua
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat Ad-Dhuha 
  • Rukuk dengan tuma'ninah
  • I'tidal dengan tuma'ninah 
  • Sujud dengan tuma'ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma'ninah
  • sujud kedua dengan tuma'ninah
  • Tasyahud akhir dengan tuma'ninah
  • Salam
  • Membaca doa shalat dhuha
Untuk tata cara shalat dhuha 4 rakaat, 6 rakaat, 8 rakaat, dan 12 rakaat, caranya adalah sama. 2 rakaat satu kali salam.

Doa shalat dhuha untuk melancarkan rezeki 

https://www.abusyuja.com/2020/01/doa-shalat-dhuha-untuk-melancarkan-rezeki.html
Allaahumma innadh dhuhaa dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwataka wal qudrata qudratuka wal 'ishmata 'ishmatuk. Allahumma in kaana rizqii fis samaa-i faanzilhu wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu wa in kaana mu'siran fa yassirhu wa in kaana haraaman fa thahhirhu wa in kaana ba'iidan faqarribhu bi haqqi dhhaaika wa bahaaika wa jamaalika wa quwwatika qa qudratika aatinii maa ataita 'baadakash shaalihiin.

"Ya Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rezeki di atas langit, maka turunkanlah. Apabila berada di bum, maka keluarkanlah. Apabila sukar, maka mudahkanlah. Apabila haram, maka sucikanlah. Apabila jauh, maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu. (Wahai tuhanku)datangkanlah kepadaku apa yang telah Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh."


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel