Tulisan Alhamdulillah Arab yang Benar Beserta Artinya

Daftar Isi

Abusyuja.com - Sesuai judul di atas, kami akan membahas sesuatu yang ringan tetapi memiliki manfaat yang tidak ringan. Sebuah kalimat yang pasti selalu kita ucapkan tatkala mendirikan shalat lima waktu, yaitu "Alhamdulillah". Seorang muslim pasti tidak asing dengan tulisan Alhamdulillah atau Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin. Sebuah dzikir yang kita ucapkan ketika kita sedang mendapatkan kenikmatan dari Allah Swt. Sebuah penggalan ayat suci yang memiliki beribu-ribu keutamaan.

Sebagian dari kita mungkin sering melafalkan "Alhamdulillah", atau yang kita sebut sebagai lafaz hamdalah. Namun ternyata tidak sedikit dari kita yang belum tahu bagaimana cara menulis Alhamdulillah bahasa arab yang baik dan benar. Khususnya bagi mereka yang masih awam dalam penulisan bahasa Arab.

Tidak ada jaminan bagi seseorang yang pandai membaca bahasa arab, akan pandai pula dalam menulis bahasa arab. Dalam bahasa arab kita tidak boleh asal-asalan. Satu huruf saja salah, maka akan mengubah arti. Begitu juga dengan tulisan Alhamdulillah. Simak gambar berikut :

https://www.abusyuja.com/2020/03/tulisan-alhamdulillah-arab-yang-benar-beserta-artinya.html

Gambar di atas menunjukkan tulisan Alhamdulillah Arab yang benar. Sedangkan tulisan yang kedua adalah salah, karena harokat pada lafadz الحمد menggunakan fathah (lihat tulisan yang diberi warna merah), sedangkan yang benar adalah harus dibaca dhomah. Kesalahan kedua ada pada lafadz العلمين, yang seharusnya wajib dibaca اْلعَالَمِيْن karena berbentuk jama' (Ilmu Nahwu).

Tulisan Alhamdulillah Arab yang Benar Beserta Artinya

Tulisan Alhamdulillah arab dengan harakat: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Tulisan Alhamdulillah arab tanpa harakat: الحمد لله رب العالمين

Latin : Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin

Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Penjelasan Tulisan Alhamdulillah dalam bahasa arab

Dalam Ilmu Nahwu, lafaz اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ terbagi menjadi tiga susunan pokok:

  1. Mubtada'
  2. Khabar
  3. Na'at

Lafaz اَلْحَمْدُ  tarkib-nya (kedudukannya) menjadi Mubtada'. Karena isim apapun jika diletakkan di awal, maka kedudukannya menjadi Mubtada'. Mubtada' adalah isim yang dibaca rafa', yang sunyi dari 'amil lafzi. Itulah alasan mengapa اَلْحَمْدُ  huruf akhirnya dibaca domah (dibaca rafa').

Lafaz لِلَّهِ kedudukannya sebagai Khabar. Dibaca jer (kasrah) karena kemasukan (ل) huruf jer. Sedangkan lafaz رَبِّ  dibaca kasrah karena menjadi na'at (sifat) dari man'utnya (yang disifati), yaitu lafaz رَبِّ . Sedangkan الْعَالَمِينَ dibaca jer dengan alamat ya' karena berupa jama'.

Kapan Waktu Mengucapkan Alhamdulillah?

Bacaan Alhamdulillah pada dasarnya adalah ucapan zikir yang bisa kita ucapkan kapan pun, khususnya ketika kita telah selesai melakukan kebaikan atau sedang mendapatkan sesuatu yang baik, baik itu berupa rezeki apa pun, baik setelah makan, minum, mendapatkan keselamatan, mendapatkan kesembuhan, mencapai prestasi, dan masih banyak lagi.

Alhamdulillah juga baik diucapkan ketika kita mendapatkan pujian dari orang lain. Sebab, alhamdulillah adalah ucapan syukur atas segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita.

Akan tetapi, ucapan alhamdulillah tidak bisa dikatakan mutlak boleh diucapkan kapan saja. Ada beberapa hal yang tidak boleh diakhiri dengan bacaan Hamdalah sesuai tuntutan keadaannya.

Setidaknya ada empat hukum dalam mengucapkan hamdalah atau alhamdulillah, yakni wajib, sunah, makruh, dan haram. Berikut ketentuannya:

Pertama, membaca hamdalah atau alhamdulillah dihukumi wajib ketika khatib sedang membaca khotbah Jumat atau saat menunaikan ibadah.

Kedua, membaca hamdalah atau alhamdulillah dihukumi sunah ketika sedang mengakhiri doa atau mengakhiri amaliah kebaikan seperti makan dan minum.

Ketiga, membaca hamdalah atau alhamdulillah dihukumi makruh ketika kita sedang berada di tempat kotor atau sedang dalam keadaan tidak mulia, seperti di kamar mandi/WC.

Keempat, membaca hamdalah atau alhamdulillah dihukumi haram ketika sedang melakukan keharaman atau hal-hal yang dilarang dalam Islam.

Kesimpulan

Membaca Alhamdulillah tentu dibutuhkan ilmu khusus. Artinya, zikir ini tidak boleh asal-asalan dibaca kapan pun dan di manapun.

Mungkin bagi sebagian orang, memahami Ilmu Nahwu bukanlah hal yang mudah. Kami tidak menuntut Anda agar bisa memahami kalimat "Alhamdulillah" lewat ilmu Nahwu. Hikmah yang akan kami sampaikan di sini adalah, "setiap harakat, setiap huruf, dan setiap kata pada kalimat "Alhamdulillah" tidak di buat secara asal-asalan. Tetapi harus menggunakan pedoman gramatika bahasa arab yang sudah ditetapkan sejak dulu".

Begitu juga dalam membacanya, kita dituntut untuk memahami ilmunya, yaitu ilmu Tajwid. Ilmu yang mengajarkan kita tentang kadar panjang pendeknya huruf, menentukan posisi makhraj huruf, dan masih banyak lagi.

Itulah tadi Tulisan Alhamdulillah arab latin yang baik dan benar lengkap dengan penjelasan Nahwunya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.