Bacaan Doa Setelah Adzan dan Iqamah Lengkap

Daftar Isi

http://www.abusyuja.com/2020/06/bacaan-doa-setelah-adzan-dan-iqamah.html
Abusyuja.com_Adzan dan iqamah merupakan dua sunnah yang memiliki banyak sekali keutamaan. Seandainya manusia tahu pahala yang terdapat pada adzan dan shaf pertama saat jamaah, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk melaksanakannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan melakukan undian tersebut untuk mendapatkannya. Kalimat ini kami kutip dari hadis Bukhari dan Muslim, bukan karangan sendiri.Dalam hadis lain dijelaskan, dari Abu Hurairah ra. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“Apabila diserukan adzan untuk shalat, maka setan lari terbirit-birit seraya terkentut-kentut hingga tidak mendengar suara adzan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hukum adzan dan iqamah 

Adzan dan iqamah hukumnya adalah sunnah menurut madzab yang kita anut, baik adzan jumat maupun adzan shalat-shalat lainnya. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa adzan dan iqamah hukumnya adalah fardhu kifayah, sedangkan sebagian ulama lain juga berpendapat bahwa yang fardhu kifayah hanyalah adzan jumat saja.

Doa menjawab adzan dan iqamah

Orang yang mendengarkan adzan disunnahkan mengucapkan kalimat seperti yang dikumandangkan muadzin (orang yang adzan). 

Kecuali jika muadzin sudah sampai lafadz “ (حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ) hayya ‘alashalaah, (حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ) hayya ‘alal falaah”. Pada saat lafadz tersebut, kita disunnahkan mengucapkan “ (لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ) laa haula walaa quwwata illa billah”

Ketika muadzin mengucapkan (اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ) “ashalaatu khairum minan naum” pada adzan subuh, kita disunnahkan mengucapkan (صَدَقْتَ وَبَرِرْتَ) “shadaqta wabarirta”. Ingat!, bukan “wabararta”, tetapi “wabarirta.”

Dalam menjawab kalimat iqamah, yaitu (قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ) “qadqaa matish-shalaah”, kita disunnahkan menjawabnya dengan kalimat berikut: “aqaamahallahu wa adaamahaa.”

Ketika muadzin sudah sampai lafadz “asyhhadu anna Muhammadar Rasuulullah”, hendaknya kita mengucapkan jawaban berikut: “wa ana asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah.”

Doa sesudah adzan

Apabila adzan telah usai, kita disunnahkan membaca shalawat serta salam untuk Nabi Saw. Setelah itu mengucapkan doa berikut: 

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ  (Allahumma rabba hadzihid da’watit taamma)

وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ (Washalaatil qaaimah)

 آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ (Aati Muhammadan wasiilata walfadhiilah)

 وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ(Wab’asthu maqaamam mahmuudalladzii wa’adtah)

  حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ(Hallat lahuu syafaa’atii yaumal qiyaamah)

Bagaimana cara menghafal doa sesudah adzan di atas? 

Banyak saudara kita yang bertanya soal bagaimana cara menghafal doa tersebut. Berikut kami beri tipsnya: Baca 30 kali per satu potong. Kemudian baca kembali 30 kali sembari menutup mata. Setelah itu ulangi 30 kali lagi dengan membaca keseluruhan.

Setelah membaca doa di atas, barulah berdoa sesuai hajat masing-masing baik kepentingan akhirat maupun duniawi. Sebab, waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab. 

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Sunni dan lainnya) 

Tetapi ada hadis yang menganjurkan bahwa kita disunnahkan berdoa atas keselamatan dunia maupun akhirat.

Ketika sedang shalat apakah juga disunnahkan menjawab adzan?

Apabila ada seseorang mendengar adzan atau iqamah ketika sedang shalat, ia tidak boleh menjawabnya. Bukan haram hukumnya, tapi makruh dan tidak membatalkan shalat.

Begitu juga ketika sedang di WC, tidak boleh baginya menjawab adzan saat itu, tetapi boleh menjawabnya setelah ia keluar dari WC.

Lain halnya bisa seseorang sedang membaca al-Qur’an, sedang bertasbih atau yang semisalnya, ia boleh berhenti sejenak untuk menjawab adzan.

Itulah pembahasan mengenai doa setelah adzan dan iqamah lengkap dengan bacaan arab dan latinnya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.

IKUTI BLOG