6 Kewajiban Suami Terhadap Istrinya Menurut Islam

Abusyuja.com_Wahai para suami, tidak bisa kita pungkiri bahwa kita pasti berharap memiliki istri yang sempurna. Kita pasti berkeinginan untuk mempunyai istri yang bukan hanya cantik secara dzohir (luar), tetapi juga cantik secara batin (dalam). Kita ingin didampingi istri yang bukan hanya berpenampilan sedap dipandang mata, namun juga berbudi pekerti baik. Kita ingin memiliki istri seperti Khadijah istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau seperti Fatimah Az Zahra Putri Baginda yang juga istri Ali Bin Abi Thalib radhiallahu anhu.

Baca juga: 9 Faktor Penyebab Perselingkuhan

Sungguh berharap dengan semacam itu bukanlah hal yang salah dan berlebihan.Bahkan memang demikianlah yang dianjurkan, akan tetapi sebagian kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Termasuk dari kita ini, bukanlah makhluk yang sempurna. Boleh-boleh saja kita berharap istri kita mempunyai watak dan karakter sesuai dengan yang kita harapkan, namun Janganlah terus kita memaksakan kehendak itu tanpa menyadari kekurangan istri kita.

http://www.abusyuja.com/2020/07/6-kewajiban-suami-terhadap-istri-menurut-islam.html

Seorang suami boleh saja menuntut istrinya agar memenuhi kewajibannya setelah dia sendiri memenuhi hak-hak istrinya. Hak seorang istri bisa bermakna kewajiban bagi seorang suami. Begitu juga hak seorang suami menjadi kewajiban bagi seorang istri untuk dipenuhi. Dibawah ini adalah beberapa tugas atau kewajiban yang sepatutnya dilaksanakan oleh suami kepada istri demi tercapainya kesempurnaan dalam membina rumah tangga.

1. Menggauli istri dengan baik 

Salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh suami adalah menggauli istri dengan baik, atau dengan kata lain menempatkan posisi istri sebagaimana kedudukannya sebagai seorang istri. Sebenarnya istri bukan hanya sebagai pasangan di atas tempat tidur, atau orang yang memenuhi segala kebutuhan kita seperti makan dan minum.

Lebih dari itu, istri adalah sahabat suami dalam mengarungi hidup, teman berbagi suka dan duka, kawan dalam mendidik anak-anak sehingga menjadi generasi yang sholeh dan sholehah.

Seorang suami wajib memperlakukan istri dengan baik, misal dengan meminta pendapatnya ketika hendak mengerjakan sesuatu karena dengan begitu seseorang istri akan merasa “dianggap”.

Kadang seorang suami menganggap istrinya makhluk lemah yang tidak pantas dimintai pendapat, sehingga istri tidak tahu menahu atas segala hal yang menimpa suaminya. Hal tersebut sangatlah tidak benar.

Meskipun para wanita diciptakan dengan fisik yang lemah, mereka cenderung memiliki kesabaran dan ketabahan. Sehingga, kita seorang suami apabila ditimpa suatu cobaan hidup alangkah baiknya jika diceritakan kepada istrinya, dengan begitu, sang istri akan dapat memberi semangat, motivasi dan pendapat yang mungkin akan menyelesaikan permasalahan itu, atau paling tidak dapat mengurangi beban pikiran yang ditanggung oleh sang suami atas permasalahan yang dihadapinya.

Baca juga: Tips Memilih Calon Suami yang Baik 

Seorang Istri juga harus diperlakukan dengan lembut sebagaimana hatinya yang lebih sensitif dan perasa bila dibandingkan lagi. Oleh karena itu, seorang suami harus melakukannya dengan lemah lembut, juga terlebih emosi wanita itu cenderung tidak stabil, maka seorang lelaki (suami) harus memahami betul-betul bagaimana emosi istrinya, karena bisa jadi sang suami merasa tidak berbicara kasar namun karena sang istri sedang sensitif ia salah menerima maksud sang suami yang berujung pada terjadinya kesalahpahaman.

2. Memberi nafkah 

Bagi seorang gadis yang belum menikah, segala keperluan hidupnya menjadi tanggung jawab orang tua atas walinya. Sedangkan ketika sudah menikah, maka segala keperluannya wajib dipenuhi oleh suaminya, tentu sesuai kadar kemampuan sang suami.

Adapun nafkah seorang istri yang wajib dipenuhi suaminya antara lain adalah nafkah lahir, seperti makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Sedangkan nafkah batin seperti kasih sayang, perhatian pemenuhan hubungan seksual dan lain sebagainya. 

3. Menjaga keamanan keluarga 

Allah dengan tegas memerintahkan kepada kita untuk menjaga diri dan keluarga dari jilatan api neraka. Artinya, kita memang bertanggungjawab dengan apa yang terjadi atas apa yang menimpa. Bukan hanya pada diri kita sendiri, namun juga terhadap keluarga kita dan keluarga istri. 

Dan tak lupa pula anak kita adalah amanah yang telah dipercayakan Allah Swt. kepada kita, sehingga kita wajib menjaga dan memelihara amanah itu dengan sebaik-baiknya. 

Kelak di akhirat Allah Swt. juga akan meminta pertanggungjawaban dari amanah tersebut, apakah kita telah menjaga amanah itu sesuai dengan Hukum Allah, ataukah kita malah menyia-nyiakannya.

4. Membimbing akhlak istri

Agama Islam memberikan kewajiban kepada seorang suami untuk membina akhlak istrinya, karena apapun yang dilakukan oleh istrinya, pasti juga akan berakibat pada suami. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari bagian tulang rusuk adalah bagian atasnya. Apabila seorang suami meluruskan tulang rusuk itu, maka dia tidak akan mampu dan malah akan mematahkannya. Apabila seorang suami membiarkannya, maka ia (tulang rusuk itu) akan tetap bengkok.

5. Menjadi pemimpin dan teladan bagi istri 

Suami adalah pemimpin keluarga sehingga ia bertanggungjawab penuh atas segala hal yang terjadi pada keluarganya. Sebagai seorang pemimpin, suami harus benar-benar dapat mengatur dan menetapkan peraturan cara hidup yang baik dan tepat kepada seluruh keluarganya baik istri, anak maupun orang-orang yang masuk dalam tanggung jawabnya, seperti asisten rumah tangga. Sebagaimana yang telah kami singgung diatas, bahwa setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Begitu juga seorang suami, dia pun akan dimintai pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya, yaitu semua anggota keluarganya.

6. Bersabar 

Bersabar memang sulit, namun bukan suatu hal yang mustahil dilakukan apabila kita mau berusaha. Seorang suami harus memiliki kesabaran yang lebih meski sifat lelaki cenderung lebih mudah tersulut emosi. Suami yang bijaksana harus bisa menyadari dan menerima kekurangan istrinya. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh rasulullah yang senantiasa selalu bersabar atas segala hal yang berkaitan dengan keluarganya, termasuk terhadap istri-istri beliau. Rasulullah Saw. bersabda, apabila sang suami mau sabar menghadapi kejelekan pekerti istrinya, maka Allah Swt. akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala atas cobaan yang diberikan kepada Nabi Ayub alaihissalam.

Itulah 6 kewajiban suami terhadap istri menurut Islam. Dan terakhir pesan kami, jangan lupa selalu berdoa semoga diberikan kemudahan dalam mengatur rumah tangga. Cukup sekian dari kami semoga artikel ini bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel