8 Keutamaan Shalawat Kepada Nabi

Abusyuja.com_Ada sebuah qoul yang mengatakan, kenikmatan yang paling sempurna adalah beragama Islam, sedangkan kemuliaan yang paling agung adalah menjadi umat Muhammad Saw. Shalawat merupakan bentuk rasa cinta kita, rasa rindu kita, serta bentuk mahabbah kita terhadap Rasulullah Saw

http://www.abusyuja.com/2020/07/8-keutamaan-shalawat-kepada-nabi.html
.
Dalam ibadah-ibadah yang lain seperti zakat dan haji, Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk mengerjakannya. Namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah menyebutkan bahwa Allah sendirilah yang bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikat-Nya, dan kepada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahdzab, 33: 56,

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi…(Ila akhirihi).” Dengan penjelasan ini bisa dimengerti bila shalawat merupakan ibadah yang sangat utama.

1. Allah akan mengabulkan 100 hajatnya

Begitu besar kemuliaan shalawat yang mungkin tidak akan muat apabila kami paparkan disini. Salah satu keistimewaan shalawat adalah Allah Swt. akan memenuhi 100 hajat kita, 30 hajat untuk di dunia, dan 70 hajat untuk di akhirat. Berikut hadis tentang manfaat sholawat Nabi 100x:

Jabir ra. menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda,

 “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku pada satu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat, dan 30 di dunia.”

2. Satu shalawat dibalas sepuluh kebaikan

Satu shalawat saja kepada Nabi, akan dibalas Allah dengan 10 keutamaan. Dari Abdullah bin Amr, dari Rasulullah Saw., beliau pernah bersabda, 

“Barangsiapa yang membaca shalawat untukku satu kali, niscaya Allah akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., beliau menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, 

“Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, niscaya Allah membalas shalawatnya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Tidak hanya membaca shalawat, menjawab shalawat pun juga akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Kebaikan itu bisa berupa apa saja, bisa jadi wasilah terkabulnya doa, wasilah pintu rezeki, wasilah permasalahan ekonomi, wasilah kesehatan, dan lain sebagainya.

Anas ra. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda,

“Barangsiapa yang mendengar namaku disebut di hadapannya, hendaklah ia mengucapkan shalawat untukku, karena sesungguhnya barangsiapa yang membaca (menjawab) shalawat untukku, maka Allah Swt. Akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Ibnu Sunni)

Begitu juga sebaliknya, orang yang tidak menjawab shalawat ketika nama “Muhammad” disebut, maka ia termasuk orang-orang yang celaka.

Jabir ra. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, 

“Barangsiapa yang tidak membaca shalawat untukku ketika namaku disebut di hadapannya, sesungguhnya ia telah celaka.” (HR. Ibnu Sunni)

Bahkan dalam riwayat lain yang menjelaskan bahwa orang yang tidak mau menjawab shalawat Nabi akan termasuk dalam golongan orang-orang yang kikir.

Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, 

“Orang yang kikir adalah orang yang tidak membaca shalawat untukku ketika diriku disebut di hadapannya.” (HR. Tirmidzi)

3. Kelak akan dekat dengan Rasulullah

Abdullah bin Mas’ud ra. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda,

“Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah orang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadis di atas bisa kita simpulkan bahwa memperbanyak shalawat akan mendekatkan kita dengan Rasulullah. Logikanya, orang yang kita sebut namanya sebagai dzikir (shalawat), kelak akan menjadi wasilah (pertemuan antara kita dengan Rasulullah). Semakin cinta kita kepada Rasulullah, semakin mudah pula kita akan bertemu dengannya. Dan orang-orang yang bisa dekat dengannya, kelak haram hukumnya masuk neraka.

4. Bershalawatlah pada hari jumat

Aus ibnu Aus ra. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, 

“Sesungguhnya termasuk hari-hari kalian yang paling utama adalah hari jumat, maka perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat untukku pada hari itu. Sesungguhnya shalawat kalian ditampakkan di hadapanku. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah shalawat kami ditampakkan di hadapanmu, sedangkan engkau telah hancur (meninggal)’ Perawi mengatakan bahwa Aus ra. mengatakan, ‘Tulang-tulangmu telah hancur?’ Nabi Saw. menjawab, ‘Sesungguhnya, Allah telah mengharamkan terhadap bumi jasad para Nabi.’” (HR. Abu Daud, Imam Nasa'i, dan Ibnu Majjah)

Bershalawatlah kalian pada hari jumat, karena hari jumat merupakan hari yang penuh dengan kemuliaan. Barangsiapa yang mau bershalawat pada hari jumat, niscaya shalawat itu akan sampai kepada Rasulullah.

Abu Hurairah ra. menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, 

“Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai hari raya, tetapi bershalwatlah kalian untukku, karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku di mana pun kalian berada.” (HR. Abu Daud)

Abu Hurairah ra. menceritakan lagi bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, 

“Tidak sekali-kali seseorang mengucapkan salam kepadaku melainkan Allah mengembalikan kepadaku roh-ku hingga aku dapat menjawab salamnya.” (HR. Abu Daud)

5. Allah akan mengangkat derajatnya

Orang yang ikhlas hatinya bershalawat kepada Nabi, kelak dosanya akan dihapus oleh Allah, diberikan untuknya sepuluh rahmat, serta diangkat derajatnya sebanyak sepuluh kali.

Said bin Umair menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda,

“Barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahannya.”

6. Shalawat akan membersihkan dosa-dosa kita

Seandainya shalawat itu tidak mendatangkan pahala, kecuali mendapatkan syafaat Nabi Saw., niscaya orang yang berakal sehat tidak akan pernah melupakannya. Apa lagi shalawat itu bisa menghapus dosa-dosa dan mendatangkan rahmat dari Allah Swt.

Abu Hurairah ra. menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda,
“Bacalah shalawat atasku, karena sesungguhnya shalawat atasku itu membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untuk wasilah…(ila akhirihi).”

7. Shalawat dapat menyembuhkan penyakit

Ada beberapa ulama mengatakan bahwa membaca shalawat sebanyak 100 kali dalam sehari, baik di waktu pagi hari setelah shalat subuh, maupun di sore hari setelah shalat asar dan maghrib, akan mampu mempengaruhi kesehatan bagi siapa saja yang membacanya, khususnya untuk penyembuhan penyakit hati dan pelbagai penyakit lainnya.

Dan barangsiapa yang membacanya sebanyak tujuh kali dan meniupkannya ke wadah yang berisikan air, maka air tersebut akan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa dalam menyembuhkan berbagai penyakit, baik penyakit dzahir maupun penyakit batin, dan tentunya atas kehendak Allah dan Biiznillah.

Pada hakikatnya, Dzat yang menyembuhkan segala penyakit dan memberi penyakit itu sendiri adalah Allah Swt. Adapun dengan membaca shalawat, ini adalah bentuk wasilah atau perantara kita kepada Nabi Muhammad Saw. supaya Allah Swt. mengabulkan doa-doa kita, serta menyembuhkan segala penyakit kita.

8. Kelak akan masuk surga

Dan ini sudah pasti. Salah satu kunci utama masuk surga (selain ibadah) adalah syafaat Nabi Saw. Kita sebagai manusia yang penuh salah tidak boleh merasa pantas masuk surga kalau hanya mengandalkan amal ibadah. Amal ibadah saja tidak cukup, kita perlu sosok pemimpin yang dapat menarik kita kedalam surga, yaitu Nabi Muhammad Saw.

Kita ini hanya manusia biasa, yang bisanya cuma ikut orang-orang alim ulama dan para Nabi. Tanpa beliau semua, kita akan seperti orang linglung, seperti orang kesasar tanpa arah tujuan yang jelas. Maka dari itu, mulailah menanamkan cinta atau mahabbah kepada mereka, terutama kepada baginda Muhammad Saw. agar kelak diakui sebagai golongannya Amin.

Berikut bacaan-bacaan shalawat:
“Allahumma shalli ‘alaa sayyidinan muhammad, wa ‘alaa aali syyidinaa muhammad.”
“Allahumma shallaita anta wamalaa ikataka ‘alaa muhammadin.”
“Allahumma inni usyhiduka wa usyhidu malaa-ikataka annii ushallii ‘alaa muhammadin.”
“Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa’alaa aali muhammad, annabiyyil ummiyyi, wa’alaa aalihii wa ash-haabihii kullamaa dzakaraka adzaakiruuna waghafala ‘andzikrihil ghaafiluun.”

Mungkin sampai disini dulu pembahasan mengenai keutamaan shalawat Nabi. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Dan jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini kepada sanak saudara atau kawan. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel