Cara Berhubungan Badan (Jimak) Secara Islam

Abusyuja.com_Jimak atau berhubungan badan dalam Islam adalah hak dan kebutuhan bagi setiap pasangan suami istri. Pada artikel sebelumnya, kami telah membahas mengenai adab-adab jimak, mulai dari waktu yang tepat untuk melakukan jimak, tempat yang tepat untuk melakukan jimak, serta kesunnahan dan larangan ketika berjimak.

Jika anda belum membacanya, silahkan kunjungi artikel ini: Adab berhubungan badan (jimak) dalam Islam.

http://www.abusyuja.com/2020/07/cara-berhubungan-badan-jimak-secara-islam.html

Dan pada kesempatan kali ini, sesuai judul di atas, kami akan menjelaskan mengenai cara berhubungan badan (jimak) secara Islami.

Pada awalnya pasti ada rasa canggung, apabila tiba-tiba memulai dengan kontak fisik. Apalagi jika itu momen malam pertama anda, pasti benar-benar akan canggung, dan tidak sesuai dengan ekspektasi anda. 

Di Islam sendiri mengajarkan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan tubuh dari kotoran dengan cara mandi atau wudhu.

Agar tidak canggung, awali dengan kata-kata rayuan, kalimat mesra, dan ungkapan cinta. Lalu dilanjutkan dengan sentuhan yang membangkitkan gairah seksual. Sebenarnya ada etika bercumbu rayu, di mana ketika seorang suami mendekati istrinya untuk tujuan berjimak, maka sang suami mengucapkan salam.

“Assalaamu ‘alaikum yaa baabarrahmah.”

“Keselamatan atas kamu wahai pintu rahmah.”

Diikuti dengan jawaban sang istri, 

“Wa’alaikum salam yaa sayyidil amiin.”

“Keselamatan atas kamu juga, wahai yang terpercaya.”

Lalu sang suami mendekati istrinya dengan menjulurkan tangan dan sang istri menyambut tangan itu dengan penuh kemesraan dan berdoa:

“Radhii tu billaahi rabba.”

“Aku ridha Allah sebagai tuhanku.”

Keduanya pun duduk bersama, lalu menentukan posisi yang nyaman. Sang suami mencium ubun-ubun atau kening istrinya, diikuti dengan menyebut nama Allah Swt.,

“Yaa lathiifullah nuurun ‘alaa nuurin syahidannuur ‘alaa mayasyaa’.”

“Wahai Zat yang Maha Lembut, yakni Allah yang cahaya di atas cahaya. Dia-lah cahaya yang menerangi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.”

Mencium bagian telinga

Lalu sang suami menyentuh kepala istrinya, memiringkannya ke sebelah kiri dan diikuti dengan mencium daun telinga istrinya yang sebelah kanan. Setelah itu, gantian ia memiringkan kepala istrinya ke sebelah kanan, lalu mencium telinga istrinya yang sebelah kiri disertai dengan meniup secara lembut ke dalam lubang telinganya seraya berdoa, 

“Fii sam’ikallah samii’un.”

“DI dalam pendengaranmu, Allah Zat yang Maha Mendengar.”

Mencium bagian mata

Setelah mencium bagian telinga, selanjutnya suami mengarahkan ciumannya ke bagian mata istrinya. Di mulai dari mata bagian kanan, lalu ke mata sebelah kiri, kemudian membaca doa,

“Allahumma innaa fatahnaa fatham mubiinaa.”

“Ya Allah, sesungguhnya bukalah kami untuk-Mu kemenangan yang nyata.”

Mencium bagian pipi

Selanjutnya turun turun ke bawah mata. Sang suami mencium pipi istrinya, dimulai dari pipi sebelah kanan, lalu pipi bagian kiri seraya berdoa, 

“ Yaa kariimu yaa rahmanu yaa rahiimu yaa Allah.”

“Wahai zat yang Maha Mulia, wahai Zat yang Maha Pengasih, wahai Zat yang Maha Penyayang. Ya Allah.”

Lalu berdoa,

“Faruuhun waraihaanun wa jannatun na’iimun.”

“Maka, ia memperoleh ketenteraman dan surga (yang dipenuhi) kenikmatan.”

Mencium hidung

Lalu suami mencium hidung dengan menghirup lembut nafas sang istri, lalu dihembuskan lagi ke lubang hidung sang istri. Ciuman ini disertai dengan doa,

“Yaa rahmana addunyaa yaa rahiima aakhirah.”

“Wahai Zat yang Maha Pengasih di dunia, Zat yang Maha Penyayang di akhirat.”

Lalu turun ke bawah, diikuti dengan ciuman ke arah dagu seraya berdoa, 

“Allahu nuurussamaa waati wal ardh.”

“Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

Mencium leher

Setelah dagu, turun lagi ke bagian leher dengan ciuman lembut sembari berdoa,

“Nuuru Habibil iimaan min ‘ibaadikash shaalihiin.”

“Cahaya kekasih seiman di antara hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Setelah itu, beralih ke bagian leher belakang disertai dengan ciuman lembut dan berdoa,

“Maa kadzabal fu-aadu maa ra-a.”

“Hatinya tidaklah berdusta terhadap apa yang dilihatnya.”

Mencium tangan

Kemudian sang suami memegang tangan istrinya, baik sebelah kanan maupun sebelah kiri, lalu diciumi seraya berdoa, 

“Wa alqaitu mahabbatan minnii.”

“Dan aku telah melimpahkan cintaku kepadamu.”

Berikutnya, suami dapat melakukan sentuhan-sentuhan lembut untuk memberi rangsangan kepada istri. Bisa dengan mencium celah di antara buah dadanya, lalu turun menuju bagian ulu hatinya seraya berdoa, 

“Yaa hayyu yaa qayyuum.”

“Wahai Zat yang Maha Hidup, Zat yang Maha Berdiri Sendiri.”

Mencium buah dada

Setelah itu baru sang suami mencium buah dada istrinya, dimulai dari sebelah kanan dan diikuti dengan sebelah kiri. Pada saat ini, suami boleh mempermainkan puting buah dada istri untuk lebih memberi rangsangan. Saat ini suami dapat membaca syahadat.

Memasukkan Zakar ke dalam vagina istri

Setelah dirasa sang istri sudah terangsang, begitu juga dengan suami, maka alangkah baiknya jika suami memulai melakukan penetrasi dan memasukkan zakarnya seraya berdoa, 

“Bismillahi, allahuma janniinaa asysyaithaana wa jannibi asysyaithaana maa razaqtanaa.”

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

Doa ini harus dibaca sebab ketika seseorang suami hendak melakukan hubungan badan dengan istrinya, terkadang setan ikut serta, sehingga ia pun ikut menikmati istri tersebut.

Setan tidak pernah meninggalkan manusia sedikit pun. Ia akan selalu menyertainya dan mengikuti gerak-geriknya guna mendapatkan kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan semaksimal mungkin.

Tetapi, orang yang cerdik tentu tidak memberikan peluang kepada setan. Ia akan senantiasa berdizkir kepada Allah, sehingga dapat terhindar dari godaan setan yang terkutuk.

Oleh karena itu, pada saat jimak berlangsung, suami dan istri diperbolehkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan membaca dzikir yang bisa mengingat Allah atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.

Ketika keluar mani

“Al hamdulillahilladzi khalaqal maa-a basyaran faja’alahuu nasaban washihran wa kaana rabbuka qadiiran.”

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air (mani), lalu Dia menjadikan manusia ini punya keturunan dan mushaharah. Dan Tuhanmu adalah (Tuhan) yang Maha Kuasa.”

Sesaat setelah orgasme, alangkah baiknya suami tidak langsung mencabut zakarnya, karena mungkin itu bisa mengurangi kenikmatan istri. Setelah beberapa saat dan sang istri tidak sudah rela, maka baru suami mencabutnya seraya berdoa,

“Allahumma inkunnta khalaqta khalqan fii bathni hadzihil mar-ati fakawwinhu dzakaran wasammihi ahmada biahqqin muhammadin Saw., rabbi laa tadzarnii fardan wa annta khairul waaritsiin.”

“Ya Allah, jika Engkau menciptakan makhluk di dalam perut istriku ini, maka jadikanlah ia lelaki dan Engkau memberinya nama Ahmad (terpuji) dengan hak Muhammad Saw. Wahai Tuhanku, janganlah Engkau meninggalkan diriku sendirian, dan Engkau adalah sebaik-baiknya Zat yang mewaris.”

Berwudhu jika ingin mengulangi

Setelah selesai dan keduanya ingin mengulanginya atau berjimak untuk kedua kalinya, maka sang suami disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Sunnah ini hanya untuk lelaki, dengan tujuan untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Jika selesai, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu mandi jinabat sebelum tidur.

Itulah Cara Berhubungan Badan (Jimak) Secara Islam. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel