Cara Menyelesaikan Konflik Keluarga Menurut Islam

Abusyuja.com_Pada dasarnya, semua anggota keluarga memiliki kedudukan yang sama, ayah, ibu dan anak, sama-sama memiliki hak untuk menyuarakan pendapat masing-masing. Oleh karena itu, ketika terdapat suatu masalah, maka alangkah cepatnya apabila permasalahan itu dibicarakan bersama-sama dalam musyawarah keluarga.

Allah berfirman dalam QS. Asy-Syura: 38, 

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. Asy-Syura: 38)

Apabila setiap anggota keluarga diberi waktu dan kesempatan untuk duduk bersama-sama guna mendiskusikan persoalan yang menimpa, hal itu sangat baik bagi keutuhan dan kerukunan antar anggota keluarga.

http://www.abusyuja.com/2020/07/cara-menyelesaikan-konflik-dalam-keluarga-menurut-islam.html

Tidak disangsikan lagi bahwa lelaki atau Ayah yang diberi amanah sebagai pemimpin rumah tangga menjadi penentu keputusan. Namun, dengan memberikan kesempatan kepada istri dan anak-anak untuk ikut serta menyampaikan pendapat mereka, maka cara ini akan memberikan kesan bahwa keberadaan mereka itu dihargai. 

Seorang ayah tidak akan terkesan berlaku otoriter dan memaksa kehendak, hal ini juga menjadi pendidikan tanggung jawab kepada anak-anak sebagai bekal mereka ketika suatu saat nanti diberi tanggung jawab membina rumah tangga sendiri.

Tidaklah mungkin suatu rumah tangga itu terlepas dari suatu masalah atau perselisihan. Terkadang suami berselisih dengan istrinya, atau orang tua berselisih dengan anak-anaknya. Jadi, masalah itu menjadi hal yang pasti, lumrah, dan biasa dalam hidup berumah tangga. Adapun yang membedakannya ialah bagaimana cara menyikapi masalah itu. 

Sebab-Sebab Konflik Keluarga

1. Cemburu

Kita tahu bahwasanya cemburu memang merupakan tanda cinta. Namun ternyata, cemburu berlebihan juga bisa menimbulkan konflik keluarga atau rumah tangga. Suami maupun istri bisa saja saling mencemburui dan terkadang mereka juga akan sulit untuk menghindar. Selain itu, cemburu juga berlaku antara orang tua dan anaknya. Entah cemburu masalah kasih sayang, cemburu masalah pilih kasih, atau bahkan cemburu karena pembagian harta waris.

2. Perbedaan pendapat

Perselisihan pendapat atau perbedaan pendapat pasti ada dalam hubungan rumah tangga. Apabila tidak segera dicari jalan tengahnya, maka konflik ini akan melebar serta mengakar. Dan jangan sampai konflik seperti ini menjadikan anggota keluarga jadi terpecah-belah, atau bahkan sampai tidak menganggap sebagai anggota keluarganya lagi.

3. Masalah ekonomi

Masalah ekonomi merupakan salah satu  penyebab konflik rumah tangga seseorang. Jadi, tidak heran jika kita sering mendengar kasus perceraian, bahkan kasus pembunuhan karena istri terlalu banyak menuntut dan begitu juga sebaliknya. 

4. Privasi

Masalah privasi ternyata juga memicu konflik dalam rumah tangga. Misal, seorang anak yang memiliki hak untuk menjaga privasinya, tetapi orang tua terlalu mengekang, mengancam, serta terlalu over protektif terhadap pergaulanya. Selain tidak baik untuk mental, perlakuan orang tua seperti ini ternyata dapat memicu konflik internal.

5. Perbedaan agama

Dewasa ini, banyak kita temukan kasus-kasus selebritis putus-nyambung dengan kekasihnya sebab perbedaan agama. Bagaimana bisa? Padahal Islam dengan tegas melarang hal demikian. Islam melarang pacaran, apa lagi pacaran beda agama. Apabila suatu hari nanti permasalahan ini pecah dalam keluarga, orang pertama yang patut disalahkan adalah orang tua. Artinya, mereka gagal mendidik anaknya dengan benar. Mereka gagal memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya yang merupakan pendidikan wajib bagi setiap anak.

6. Kurangnya kasih sayang

Anak punya hak untuk mendapatkan kasih sayang orang tua. Begitu juga dengan istri, ia punya hak untuk mendapatkan kasih sayang dari suami. Istri maupun anak akan merasa dihargai keberadaannya apabila mereka mendapatkan kasih sayang. Anak yang kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tua, akhirnya akan over pergaulan, ia akan melampiaskanya pada aktivitas lain yang dapat mengekspresikan keadaannya. Dan tidak menutup kemungkinan ia akan terjerumus dalam kemaksiatan akibat kelalaian orang tua dalam mengawasinya.

7. Perselingkuhan

Baik istri maupun suami, perselingkuhan memiliki potensi untuk muncul apabila ada kecenderungan diantara mereka berdua. Maksudnya adalah, kecenderungan perasaan terhadap orang lain, kecenderungan istri dengan laki-laki lain, atau kecenderungan suami pada wanita lain. 

Baca juga: Kupas Tuntas 9 Faktor Penyebab Perselingkuhan

Cara mengatasi konflik keluarga

Ketika suatu keluarga diterpa badai masalah, maka setiap anggota keluarga berperan penting dalam usaha menyelesaikannya, terutama Ayah selaku pemimpin keluarga. Masalah yang menerpa suatu keluarga bisa menjadi penyebab retaknya hubungan antar anggota keluarga, namun juga menjadi bumbu penyedap dan penguat jaringan Mahligai rumah tangga tersebut.

Adapun yang bisa membahayakan keutuhan rumah tangga adalah terjadinya berbagai perselisihan antar anggota keluarga, sehingga mereka terpecah dan bercerai-berai, yang berpengaruh terhadap kondisi kenyamanan keluarga dan kejiwaan anak-anak.

Permasalahan memang pasti ada. Namun, hendaknya kita berusaha menjaga agar masalah itu tidak semakin besar dan akhirnya menyebabkan keretakan hubungan antar anggota keluarga, baik suami dengan istri, atau orang tua dengan anak-anak, atau antar saudara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel