Surat Al-Baqarah : Sejarah, Kandungan dan Keutamaanya

Abusyuja.com_Al-Baqarah berarti “sapi betina”. Adapun alasan mengapa dinamakan Al-Baqarah adalah surat ini memuat cerita tentang penyembahan sapi betina oleh Bani Israil. Di dalamnya juga dijelaskan karakter orang-orang Yahudi pada masanya.

1. Sejarah singkat surat Al-Baqarah

Surat ini termasuk golongan surat Madaniyyah. Ia terdiri dari 286 ayat yang sebagian besar diturunkan ketika Rasulullah Saw. sedang menunaikan ibadah haji wadak.

Surat ini juga disebut sebagai Fushatul Qur’an, karena di dalamnya memuat beberapa hukum yang tidak dimuat dalam surat lain. Ia juga dinamai dengan surat Alif Lam Mim, karena surat ini juga diawali dengan lafadz tersebut.

http://www.abusyuja.com/2020/07/surat-al-baqarah-sejarah-kandungan-dan.html

Khalid bin Ma’dan meriwayatkan bahwa surat Al-Baqarah mengandung seribu khabar, seribu perintah, dan seribu larangan. Beberapa ahli menghitung bahwa surat Al-Baqarah terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf.

2. Pokok Kandungan Surat Al-Baqarah

Di dalam surat Al-Baqarah disebutkan beberapa golongan umat manusia dalam menyikapi Al-Qur’an. Siapa saja golongan tersebut? Berikut penjelasannya:

  • Golongan mukmin: Yaitu orang-orang yang beriman kepada ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki (bersedekah), beriman kepada Al-Qur’an dan kehidupan di alam akhirat;
  • Golongan kafir: yaitu orang-orang yang tidak mau menerima peringatan yang telah disampaikan oleh Rasulullah, sehingga mereka tidak mau beriman;
  • Golongan munafik: Yaitu orang-orang yang bibir mereka berucap, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” namun hati mereka menolak.

Di antara kekuasaan Allah yang disebutkan dalam surat Al Baqarah yaitu :

  • Tantangan terhadap orang-orang kafir agar membuat suatu ayat saja yang semisal Al-Qur’an;
  • Proses penciptaan manusia dan kekuasaan mereka di atas muka bumi;
  • Kisah penciptaan Nabi Adam;
  • Perintahkan kepada malaikat agar bersujud kepada Nabi Adam sebagai penghormatan.

Di dalamnya juga terdapat perintah dan larangan kepada Bani Israel, seperti perintah untuk mensyukuri nikmat dan perintah untuk menyesuaikan perkataan dengan perbuatan. Selain itu, surat Al-Baqarah juga menyebutkan tentang balasan yang diberikan kepada Bani Israel yang telah melanggar perintah-Nya.

Tidak hanya itu saja, surat Al-Baqarah juga memuat perintah untuk mendirikan salat, puasa, menunaikan zakat, Haji, hukum qisas dan hikmahnya, cara menafkahkan harta dijalan Allah, minuman keras, larangan berbuat riba, tata hukum hutang-piutang, kewajiban menyampaikan amanat, hukum mengubah kitab-kitab Alla,h hukum haid, penjelasan tentang talak, iddah, khulu, illa’ dan susuan.

Terdapat pula kisah-kisah tentang Proses penciptaan Nabi Adam, dan perintah Allah agar para malaikat bersujud kepadanya. Lalu kisah perjanjian Nabi Ibrahim, millah-nya, proses pembangunan Ka'bah Baitullah dan pemindahan arah kiblat. Lalu cerita tentang Nabi Musa dengan Bani Israil, perbuatan orang-orang Yahudi dan hujjah untuk membantah berbagai hujjah kesesatan mereka.

3. Khasiat atau keutamaan surat Al-Baqarah

Diantara Fadilah khasiat atau keutamaan surat Al-Baqarah diantaranya yaitu :

a. Al-Baqarah adalah puncak Alquran

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu itu memiliki Puncak, dan puncaknya Al-Qur’an adalah Al-Baqarah. Di dalamnya terdapat sebuah ayat yang merupakan pemimpin ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Jika Ayat tersebut dibaca di dalam rumah yang didalamnya terdapat setan, maka setan tersebut akan keluar. Ayat tersebut adalah ayat kursi.” (HR. Tirmidzi)

b. Termasuk salah satu dari tujuh surat pertama 

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengambil atau mengamalkan tujuh surat pertama dari Al-Qur’an, maka ia adalah orang yang alim lagi bertaqwa.” 

c. Salah satu surat yang paling utama

Nabi Saw. pernah ditanya, “Apakah surah yang paling utama?” Bagi anda menjawab, “Surah Al-Baqarah.” Lalu dia tanya lagi, “Ayat manakah yang paling utama?” Baginda menjawab, “Ayat-ayat kursi.” Dan baginda pun meminta seorang yang paling mudah agar melindunginya dengan surah Al-Baqarah.” (Al-Misbah lil Khafami: 58)

d. Pelindung di hari kiamat 

Rasulullah pernah bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang memberikan syafaat di hari kiamat kepada pembacanya. Bacalah az zahrawain (surat Al-Baqarah dan Al-Imran), karena keduanya akan datang pada hari kiamat seakan-akan dua tumpuk awan, atau dua tumpuk naungan yang menaungi, atau dua kelompok burung yang mengepakkan sayapnya. Keduanya akan membela pembacanya kelak di Hari Kiamat. Bacalah surat Al-Baqarah karena akan mendatangkan berkah dan tidak membacanya berarti kerugian, serta para penyihir juga tidak akan mampu mengganggu pembacanya.” (HR. Muslim)

e. Dapat mengusir Jin jahat dan setan

Khasiat ayat kursi atau surat Al-Baqarah ayat 255 yang dapat mengusir setan dapat dilihat dalam sebuah riwayat Mansyur yang telah kami jelaskan pada artikel-artikel sebelumnya.

f. Orang yang membacanya akan masuk surga 

Abu Umamah menjelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain belum datangnya kematian.” (HR. Nasai)

Selain keutamaan-keutamaan yang telah kami sebutkan di atas, ayat kursi ternyata juga memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu:

  • Apabila dibaca sebelum tidur, maka pembacanya akan diselamatkan pada saat ia tidur dari gangguan setan atau jin jahat serta gangguan mimpi buruk baginya, dengan seizin Allah.
  • Apabila ada seseorang sedang mengidap penyakit tertentu, maka ayat kursi dapat dijadikan sebagai obatnya, yaitu dengan membacanya di waktu permulaan siang dan malam ke dalam gelas berisi air, lalu diminumkan. Cara ini dapat dijadikan sebagai upaya alternatif selain pengobatan medis yang tentunya juga harus tetap dilakukan biidznillah.
  • Apabila ada orang yang kerasukan jin, maka Ayat Kursi dapat dijadikan ruqyah dengan cara dibaca sebanyak 11 kali di telinga orang yang kerasukan jin tersebut.
  • Apabila hendak bertemu dengan seorang pembesar, penguasa atau orang yang suka berlaku keras dan sombong, maka bacalah ayat Kursi ini. Insya Allah, orang tersebut akan luluh hatinya dan bersikap lebih sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel