Surat Ali-Imran: Sejarah, Kandungan dan Keutamaannya

Surat Ali-Imran artinya “keluarga ‘Imran”. Surat ini termasuk salah satu surat Madaniyah, ia disebut Ali-Imran karena memuat kisah keluarga Imran merupakan asal usul keluarga Nabi Isa dan persamaan kejadiannya serta beberapa mukjizatnya. Di dalamnya juga disebutkan kelahiran Maryam ibunda Nabi Isa as.

http://www.abusyuja.com/2020/07/surat-ali-imran-sejarah-kandungan-keutamaan.html

Surat Al-Baqarah dan surat Ali-Imran ini disebut dengan Az-zahrawain yang artinya “2 surat yang cemerlang”. Hal itu karena di dalam kedua surat itu menyingkap berbagai perkara yang disembunyikan oleh ahli kitab, seperti kisah sebenarnya dari hari kelahiran Nabi Isa as., nubuwah kelahiran Nabi Muhammad Saw. dan lain sebagainya.

Pokok kandungan Ali-Imran

Adapun diantara pokok kandungan Surat Ali Imran adalah meriwayatkan tentang Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, dimana Allah menjelaskan bahwa sebelum menurunkan AlQur’an, Dia telah menurunkan kitab-kitab lain sebagai petunjuk umat manusia.

Disebutkan pula bahwa Al-Qur’an  memuat ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihat. Muhkamat artinya “ayat-ayat terang dan jelas”, sehingga data dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan mutasyabihat adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud, kecuali setelah diselidiki secara mendalam. Ayat ini juga diartikan sebagai ayat-ayat yang hanya Allah yang mengetahui pengertiannya. Misal ayat-ayat yang berkaitan dengan perkara ghaib, hari kiamat, surga, neraka, dan lain sebagainya. 

Surat ini juga memuat hukum-hukum tentang musyawarah, mubahalah dan larangan melakukan riba. Lalu kisah-kisah tentang keluarga Ali Imran yang berhubungan dengan kelahiran Nabi Isa, kemudian Perang Badar dan Uhud, serta hikmah yang dapat diambil darinya.

Fadilah, khasiat dan keutamaan surat Ali-Imran

Adapun diantara Fadilah, khasiat dan keutamaan surat Ali-Imran adalah menjadi pembela bagi pembacanya di hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,

“Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan para ahlinya, yaitu orang-orang yang dahulu mengamalkannya (ketika di dunia). Surat Al-Baqarah dan Ali-Imran pun mendahului mereka.”

Rasulullah memiliki tiga perumpamaan keduanya yang tidak pernah aku lupakan. Baginda bersabda, “Seolah-olah  (surat Al-Baqarah dan Ali Imran) itu dua tumpukan awan.”

Berikut fadilah, kasiat dan keutamaan surat Ali-Imran:

  1. Surat ini merupakan salah satu tujuh surat pertama yang penghafalnya adalah orang alim dan bertakwa;
  2. Surat ini disebut juga sebagai As-Sab’uth Thiwal sebagai ganti taurat;
  3. Rasulullah sering membacanya ketika rakaat terakhie dari dua rakaat shalat fajar;
  4. Barangsiapa mau membacanya, niscaya dirinya akan dilindungi dari api neraka, dirahmati oleh Allah dan didoakan oleh para malaikat;
  5. Surat Ali-Imran juga merupakan wasilah sehat jasmani dan ruhani. Orang yang senantiasa membacanya akan memperoleh kesehatan jasmani dan ruhani;
  6. Surat ini dapat dijadikan sebagai doa yang mustajab. Hal itu karena di dalam ayat tersebut terdapat nama Allah yang maha Agung, yang apabila dibaca sebagai doa, maka doanya akan dikabulkan. Rasulullah Saw. bersabda, “Asma Allah yang paling agung yang bila digunakan dalam doa, maka diterimalah doa itu. Doa tersebut terdapat dalam ayat 26 dari surat Ali-Imran.”;
  7. Surat Ali Imran juga merupakan wasilah doa agar cepat hamil. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini, maka di setiap hurufnya, Allah akan memberinya keamanan dari panas jahanam. Dan jika ditulis dengan minyak za’faran dan dikalungkan pada seorang wanita yang belum hamil, maka ia dapat segera hamil dengan izin Allah, yang buah atau daunnya berguguran, maka ia dapat (menahan) menguatkannya.”;
  8. Mendapatkan pahala berlipat ganda. Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa membaca akhir surat Ali-Imran pada malam hari, niscaya ditulis untuknya pahala seperti pahala orang yang beribadah 10 malam.” Dalam riwayat lain, Utsman bin Affan bercerita bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa membaca akhir surah Ali-Imran pada suatu malam, maka dicatat untuknya pahala orang yang bangun malam.” Wallahu A’lam


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel