Wahai Suami, Hindari Kata Cerai

Abusyuja.com_Wahai para suami, bersabar akan selalu memberikan kebaikan. Orang yang sedang dikuasai oleh amarah, namun ketika ia berusaha bersabar, lalu berwudhu, ia akan dapat terhindar dari perbuatan buruk yang disebabkan oleh nafsu amarahnya.

http://www.abusyuja.com/2020/07/wahai-suami-hindari-kata-cerai.html

Terlebih bagi seorang suami, ketika sedang dilanda nafsu amarah kepada istri atas suatu persoalan, maka bersabar adalah suatu yang pertama dan wajib dilakukan. Jangan sampai seorang suami lepas kendali ketika sedang marah, hingga ia akan berbuat yang berlebihan. Bahkan, jika tanpa terlebih dulu meneliti duduk permasalahan yang sebenarnya, niscaya penyesalan akibatnya.

Ketika ada masalah atau istri melakukan suatu kesalahan, maka seorang suami harus terlebih dahulu memeriksa apakah istri benar-benar bersalah atau tidak. Setelah mengetahui bahwa istri memang bersalah, ia dapat menilai sejauh mana kesalahan istrinya.

Setelah mengetahui tingkat kesalahan itu, suami harus memandang kesalahan tersebut dari berbagai sudut pandang, sehingga ia akan memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang persoalan itu. Ini bertujuan agar tidak ada kesalahan dalam mengambil keputusan.

Ketika istri melakukan kesalahan, suami harus mempertimbangkan Apa alasan dan kenapa dia sampai melakukan kesalahan itu karena bisa jadi istrinya melakukan suatu kesalahan Karena ulah suami sendiri.

Misalnya, ketika seorang suami mendapati istrinya mencuri uang, ia harus berpikir bahwa Kenapa istrinya sampai melakukan perbuatan itu, sehingga ia akan mendapatkan benang merah atau jawaban bahwa mungkin istrinya mencuri karena ia tidak memberikan uang sesuai dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika demikian, siapakah sebenarnya yang bersalah?

Bersabar sangatlah penting agar seorang suami tidak terkalahkan oleh emosi, dan tidak mengeluarkan kata-kata yang akan menghancurkan tali perkawinan itu. Jangan sampai ketika sedang dilanda amarah yang menggebu-gebu ia akan mengucapkan kata-kata cerai atau talak kepada istrinya.

Perceraian juga termasuk perkara yang sangat disukai iblis. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut), lalu Ia mengutus bala tentaranya, maka (manusia) yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, ‘Aku telah melakukan begini dan begitu.’ Iblis berkata, ‘engkau sama sekali tidak melakukan apa pun.’ Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, ‘aku tidak meninggalkannya (orang yang digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya.’ Iblis mendekatinya dan berkata, ‘Engkau Sungguh hebat.’" (Hadits Riwayat Muslim)

Ibu sangat bangga dengan keberhasilan anak buahnya yang menyebabkan terjadinya perceraian. Apabila kekuatan cinta yang terjalin diantara pasangan suami dan istri dapat dirusak oleh godaan setan, maka bentuk-bentuk kecintaan yang lain lebih mudah untuk dihancurkan ada banyak.

Ada banyak tujuan setan untuk membuat pasangan suami istri bercerai diantaranya yaitu, perceraian dapat mengakibatkan terputusnya keturunan, dan ketika seseorang berada dalam kesendirian tanpa istri atau tanpa suami, maka iblis akan dengan mudah menjerumuskannya ke dalam perbuatan zina yang termasuk dosa besar dan menimbulkan kerusakan.

Karena itu, jika sang istri dinasihati melalui tahapan-tahapan yang dianjurkan dan tetap tidak bisa berubah, hendaknya seorang selalu bersabar sebelum ia menempuh jalan terakhir yaitu cerai.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel