Keutamaan Fakir Miskin dalam Islam

Alkisah, ada sebuah hadis yang menceritakan tentang keutamaan orang fakir. Berikut ceritanya: Orang-orang fakir mengutus seorang utusan kepada Rasulullah Saw. lantas ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah utusan orang-orang fakir kepadamu.”

Kemudian beliau bersabda, ”Selamat datang untukmu dan orang-orang yang mengutus kamu. Kamu datang dari tengah-tengah kaum yang dicintai Allah.” Kemudian utusan itu berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang fakir itu mengeluh seperti ini, ‘Sesungguhnya orang-orang kaya bisa mengerjakan semua amal kebaikan, mereka bisa menunaikan ibadah haji, sedangkan kami tidak mampu bersedekah, dan kami tidak ada kemampuan seperti mereka. Dan apabila mereka sakit, mereka bisa memberikan kelebihan hartanya sebagai simpanan.’”

https://www.abusyuja.com/2020/08/keutamaan-fakir-miskin-dalam-islam.html

Rasulullah Saw. bersabda, “Sampaikanlah kepada orang-orang fakir bahwa barangsiapa yang sabar dan ikhlas di antara kamu, maka ia akan mendapatkan tiga kelebihan yang tidak akan didapatkan oleh orang-orang kaya. Adapun kelebihan yang pertama yaitu, bahwa  di dalam surga ada suatu kamar yang dibuat dari yaqut yang merah, di mana penghuni surga akan melihat kamar itu sebagaimana penghuni dunia ini melihat bintang-bintang, yang mana kamar itu tidak akan dimasuki kecuali oleh Nabi yang fakir, orang yang mati syahid yang fakir, atau orang mukmin yang fakir. 

Yang kedua orang-orang fakir itu akan masuk surga sebelum orang-orang yang kaya, masuk lebih awal sekitar setengah hari yaitu kira-kira 500 tahun, di mana di dalam Surga itu mereka bersukaria sekehendak hati dan Nabi Sulaiman Alaihissalam akan masuk surga sekitar 40 tahun setelah para nabi masuk, karena kerajaan yang Allah karena kerajaan yang Allah karuniakan kepadanya. 

Ketiga yaitu apabila orang yang fakir mengucapkan subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar) dengan ikhlas, dan orang yang kaya  juga mengucapkan bacaan yang serupa, maka orang yang kaya itu tidak dapat mengejar orang yang fakir, meskipun orang yang kaya itu bersedekah 10.000 Dirham, demikian pula pada semua amal kebaikan.”

Kemudian utusan itu kembali ke tengah-tengah mereka lantas memberitahukan hal ini kepada mereka lantas mereka berkata, “Wahai Tuhan kami merasa puas, wahai Tuhan, kami merasa puas”.

Hikmah mencintai fakir miskin

Abu Dzar pernah diajari Rasulullah untuk senantiasa mengerjakan 7 macam perbuatan dan jangan sampai meninggalkan. Tujuh kalimat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Saya di pesan untuk mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka;
  • Supaya saya melihat orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang di atasku;
  • Supaya saya menyambung tali persaudaraan, meskipun mereka menjauh (minder) dan memutuskannya;
  • Supaya saya memperbanyak ucapan “La haula wala quwwata illa Billah” (Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali atas Pertolongan Allah), karena itu termasuk perbendaharaan kebaikan;
  • Supaya saya tidak meminta sesuatu kepada orang lain;
  • Supaya saya tidak takut dalam melaksanakan hukum Allah, tidak memperdulikan celaan orang yang mencela;
  • Supaya saya selalu berkata benar meskipun itu pahit.

Mencintai orang fakir sama saja mencintai Nabi

Nabi Saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap orang itu ada kesukaan, dan kesukaanku ada dua, yaitu fakir dan Jihad. Oleh karena itu, barangsiapa yang mencintai keduanya, maka berarti ia mencintaiku. Dan barangsiapa yang membenci keduanya, maka berarti ia membenciku.”

Hadis di atas menjelaskan bahwa fakir dan jihad merupakan dua kesukaan Rasulullah. Rasulullah sangat mencintai orang fakir dan orang yang berjihad kepada Allah. Dan barangsiapa membenci apa yang disukainya, maka ia dianggap benci dengan Rasulullah.

Oleh karena itu, setiap muslim walaupun kaya, hendaklah mencintai orang-orang fakir, karena dengan mencintai orang-orang fakir, berarti ia termasuk mencintai Rasulullah. Dan Allah Ta'ala memerintahkan rasul-Nya untuk mencintai dan dekat dengan orang-orang fakir.

Orang fakir akan memiliki kekuasaan di akhirat

Al-Hasan menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, “Banyak-banyaklah berkenalan dengan orang-orang fakir, dan jadikanlah mereka itu orang-orang yang terkemuka, karena sesungguhnya mereka mempunyai kekuasaan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kekuasaan mereka itu?” Nabi Saw. pun menjawab, “Nanti pada hari kiamat, dikatakan (kepada mereka) :Carilah orang-orang yang pernah memberi sesuap makanan kepadamu, memberi air minum kepadamu dan memberi sepotong pakaian, lantas  peganglah tangannya kemudian masukkanlah ia ke surga.”

Sedekahnya orang fakir miskin lebih dahsyat pahalanya

Bagi orang kaya, bersedekah merupakan hal yang mudah. Tetapi untuk golongan fakir miskin, bersedekah merupakan beban tertentu. Tetapi Allah tidak menyamakan pahala sedekah antara orang kaya dan miskin. Sedekah 1.000 rupiahnya orang miskin dan orang kaya ternyata beda pahalanya.

Zaid bin Aslam ra. menceritakan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, “Sedekah satu dirham itu lebih utama daripada sedekah 100.000 Dirham. Beliau ditanya, “Bagaimanakah hal itu terjadi wahai Rasullah?” Beliau bersabda, “Seseorang yang mengeluarkan 100.000 Dirham dari kekayaannya yang melimpah lalu ia menyedekahkannya, dan seseorang yang mengeluarkan  satu dari dua dirham yang ia miliki dengan senang hati padahal Ia tidak memiliki yang lainnya lagi, maka orang yang bersedekah satu dirham itu lebih utama daripada orang yang bersedekah 100.000 Dirham.”

Sabar adalah keistimewaan orang fakir miskin

Al-Dahhak ibn Qays al-Shaybani berkata, “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian ia melihat sesuatu yang diinginkannya, lalu ia sabar dan mengharap pahala dari Allah, maka hal itu lebih baik baginya daripada 100.000 Dinar yang semuanya diinfakkan kepada jalan Allah.”

Orang kaya butuh orang fakir 

Ada seorang ulama cendekiawan yang mengatakan bahwa orang fakir itu merupakan dokternya orang kaya, karena bila si kaya sedang sakit, lantas ia bersedekah kepada si fakir, maka si kaya bisa sembuh karenanya.

Orang fakir merupakan pencuci bagi orang kaya, karena bila si kaya bersedekah dan diberikan kepada si fakir, maka si kaya akan bersih dari dosa-dosanya dan bisa membersihkan harta bendanya.

Orang fakir merupakan penghubung bagi orang kaya, karena bila si kaya bersedekah kepada si fakir yang pahalanya disampaikan kepada kedua orang tuanya atau sanak kerabatnya, maka pahala itu akan sampai kepada orang-orang yang telah meninggal dunia, maka si fakir menjadi penghubung kepada orang-orang yang sudah mati.

Orang fakir juga merupakan penjaga bagi orang kaya, karena bila si kaya bersedekah kepada si fakir maka harta si kaya akan terjaga berkat doa si fakir.

Orang fakir adalah raja surga

Nabi Saw. pernah bersabda, “Maukah kamu aku beritahu tentang raja-raja surga?” Para sahabat berkata, “Ya.” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang lemah yang dianiaya, di mana mereka tidak diterima untuk mengawini perempuan-perempuan yang terpandang, dan pintu pintu yang tertutup tidak dibuka untuk mereka. Salah seorang di antara mereka meninggal dunia, sedangkan kebutuhannya (keinginannya) masih bergejolak di dalam dadanya (belum kesampaian). Seandainya ia sungguh-sungguh memohon kepada Allah, niscaya Allah mengabulkannya.”

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel