Surat Al-A'raf: Pokok Kandungan, Keutamaan dan Khasiat

Al-A'raf artinya adalah "tempat tertinggi". Surat ini terdiri dari 206 ayat termasuk ke dalam golongan surat Makiyyah. Ia diturunkan sebelum surat Al-An'am dan dinamakan Al-A'raf, karena di dalamnya terdapat lafadz Al-A'raf, yakni memuat tentang keadaan orang-orang yang berada di atas tempat tertinggi (Al-A'raf) di batas surga dan neraka.

Pokok Kandungan Surat Al-A'raf

Adapun di antara pokok kandungan dari surat Al-A'raf yaitu larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk, kewajiban mengikuti Allah dan Rasul; perintah berhias sebelum mendirikan shalat, perintah makan makanan yang halal dan baik. Lalu kisah Nabi Adam dan Iblis, kisah Nabi Nuh dan kaumnya, kisah Nabi Shalih dan kaumnya, kisah Nabi Syu'aib dan kaumnya, serta kisah Nabi Musa dengan Firaun.

Di dalamnya juga memuat tentang etika sebagai seorang mukmin; adab mendengar pembacaan Al-Qur'an dan berzikir; balasan terhadap orang-orang yang mengikuti atau mengingkari Rasul; seruan pertama Rasul adalah tauhid; tentang ashhabul-a'raf yang berada di antara surga dan neraka; manusia adalah makhluk terbaik yang diciptakan dan sebagai khalifah di muka bumi; kehancuran suatu kaum karena perbuatannya sendiri; Allah menguji manusia dengan kekayaan dan kemiskinan, serta lain-lain.

Fadhilah dan Khasiat Surat Al-A'raf

  • Di antara fadhila (keutamaan) dan khasiat dari surat Al-A'raf adalah:
  • Termasuk tujuh surat pertama yang penghafalanya adalah orang yang alim dan bertakwa.
  • Termasuk As-Sab'uth-Thiwal sebagai pengganti Taurat.
  • Termasuk Al-Matsani Ath-Thiwal untuk Rasulullah, sebagai pengembang Lauh Nabi Musa.
  • Terhindar dari ketakutan dan kesedihan, serta tidak dihisab di hari kiamat. Abi Abdullah telah berkata, "Barangsiapa yang membaca surat Al-A'raf di setiap bulan, maka di hari kiamat ia tidak termasuk orang-orang yang takut dan bersedih hati. dan jika dibacanya setiap hari Jumat, maka ia termasuk orang yang tidak akan dihisab di hari kiamat. Adapun ketika ia berada dalam mahkamah (pengadilan Allah yang agung), maka pembacanya akan dipanggil, karena ia akan menjadi saksi untuk setiap orang yang membacanya di hari kiamat." (Tsawabul -A'mal: 134)
  • Sebagai wasilah dan doa memohon ampunan. Dengan dibaca setiap kali selesai mendirikan shalat fardhu, lalu ditambah dengan membaca istighfar secara konsisten, maka ayat ini dapat menjadi wasilah agar dosa-dosa kita kita diampuni oleh Allah. Adapun bacaan ayatnya yaitu:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ 

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A'raf: 23)

  • Sebagai wasilah doa agar hidup selamat dan penuh berkah. Apabila ayat tersebut dibaca secara konsisten di permulaan siang dan malam, maka dapat menjadi wasilah agar hidup dipenuhi keberkahan dan terselamat dari segala marabahaya. Adapun bacaan ayatnya adalah:

وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ 

"Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan." (QS. Al-A'raf: 74)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel