Dahsyat! 4 Macam Tawasul Pengantar Terkabulnya Hajat

https://www.abusyuja.com/2020/09/4-macam-tawasul-pengantar-terkabulnya-hajat.html
Abusyuja.com_Tawasul merupakan aktivitas mengambil wasilah (perantara) agar ibadah kita dapat diterima oleh Allah Swt., serta wasilah agar doa kita dikabulkan oleh Allah Swt. Tawasul ini telah menjadi salah satu amalan yang telah dilakukan masyarakat sejak dulu, khususnya bagi mereka yang menganut mazhab Syafi’i, yaitu mazhab mayoritas masyarakat Indonesia. Tawasul adalah satu dari sekian faktor agar doa yang kita panjatkan diijabahi oleh Allah Swt. 

Pengertian Tawasul

Secara lughah (bahasa), Tawasul berarti “segala sesuatu yang dapat mengantarkan dan mendekatkan kita kepada sesuatu. Sedangkan secara syara’ (istilah), Tawasul adalah segala sesuatu yang dapat menjadikan seseorang dekat kepada Allah Swt, yaitu berupa amalan-amlan khusus atau ketaatan yang dianjurkan secara syariat.

Tawasul juga bisa diartikan sebagai “berdoa kepada Allah melalu suatu perantara (wasilah), baik wasilah yang berupa amal kebaikan ataupun melalui wasilah orang-orang shaleh yang kita anggap mempunayi kedudukan (posisi) lebih dekat kepada Allah.

أَلْوَسِيْلَةُ وَهِيَ مَا يُتَقَرَّبُ اِلَى الشَّيْئِ وَتَوَسَّلَ

اِلَى رَبِّهِ بِوَسِيْلَةِ تَقَرُّبٍ اِلَيْهِ بِعَمَلِهِ

Artinya: “Wasilah merupakan perkara yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada sesuatu yang lain. Seseorang bertawassul kepada Tuhannya melalui perantara pendekatan (wasilah taqorrub) dengan amal ibadahnya.” (Kamus Al Misbah Al Munir)

Hukum Tawasul

Ada sebagian kelompok yang mengatakan bahwa Tawasul adalah perbuatan syirik karena berdoa kepada selain Allah. Selain itu tawasul juga tidak ada tuntunannya dari nabi.

Diantara macam tawasul yang paling dipermasalahkan adalah tawasul dengan menyebut orang-orang soleh atau keistimewaan mereka di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Namun mayoritas ulama mengakui keabsahannya secara mutlak, baik pada saat orang-orang soleh tersebut masih hidup maupun ketika mereka sudah meninggal. Berikut dalil yang menyatakan bahwa tawasul itu dianjurkan:

Tawasul dalam firman Allah SWT QS. Al-Maidah ayat 35

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.”

kata الْوَسِيلَةَ yang secara bahasa berarti jalan atau perantara, Jika ditinjau dengan ilmu usul Fiqih termasuk dalam kategori kata umum, sehingga mencakup berbagai macam perantara. 

Kata الْوَسِيلَةَ  ini memiliki arti setiap hal yang Allah jadikan sebagai sebab kedekatan kepada-Nya dan sebagai media dalam pemenuhan kebutuhan dari-Nya. 

Prinsip sesuatu dapat dijadikan wasilah adalah sesuatu yang diberi kedudukan dan kemuliaan oleh Allah Swt. Karenanya wasilah yang dimaksud dalam ayat ini mencakup berbagai model wasilah, baik berupa para Nabi dan orang-orang soleh, baik sepanjang masa hidupnya ataupun setelah kematiannya. Atau-pun wasilah-wasilah lain, seperti amal shaleh, derajat Agung para Nabi, Wali dan lain sebagainya.

Dari dalil di atas menunjukkan bahwa para ulama memutuskan mengenai pensyariatan Tawasul, bahwa Tawasul merupakan salah satu anjuran agar manusia mau membangun hubungan dekat dengan Allah. Dalam potongan surat di atas juga menegaskan bahwa kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk membuat anak tangga yang menghubungkan seseorang kepada Tuhannya.

Para ulama mazhab juga sepakat bahwa Tawasul merupakan salah satu perbuatan shaleh sebagai jalan yang mengantarkan hajat agar diijabahi oleh Allah. Karena amal shaleh dapat mendekatkan seseorang kepada Tuhannya. Amal shaleh inilah yang dijadikan sebagai tawasul atau wasilah agar semua hajat yang didoakan dikabulkan oleh Allah Swt.

Macam-macam Tawasul

Berikut beberapa macam tawasul yang dapat anda amalkan sebagaimana pemaparan para ulama:

1. Tawassul bi asmaillah (tawassul dengan nama Allah).

Yang pertama adalah tawasul bi asmallah (tawasul dengan nama Allah). Ini merupakan salah satu tawasul yang paling tinggi. Caranya ketika sedang berdoa, kita berdoa dengan perkataan a‘udzu bi izzatillah, a‘udzu biqudratillah dan lain sebagainya.

Tawassul ini juga bisa diamalkan dengan menyebut Asmaul Husna (99 nama Allah) secara lengkap atau sebagian atau dengan ismul a’dham (nama-nama Agung). Ismul a’dham adalah kata kunci untuk berdoa. Dan tawasul yang disertai dengan Ismul A’dham ini insya Allah sangat mustajab.

2. Tawasul bi a’mal shalihat (tawassul dengan amal yang baik).

Dikutip dari kitab Riyaduhs Shalihin, Alkisah, pernah ada 3 orang sahabat yang kemudian dalam perjalanannya mereka menemukan sebuah gua. Berhubung mereka penasaran, ketiga orang tersebut masuk ke dalam gua tersebut.

Setelah masuk, tiba-tiba terjadi angin kencang yang merobohkan batu-betul besar sehingga menutupi jalan keluar gua tersebut. Mereka kesulitan keluar. Mereka terjebak selama satu minggu, tidak makan dan minum, lalu ketiganya bemuhasabah.

Salah seorang dari mereka berdoa dana bertawasul menyebut perbuatan birul walidain (akhlak terpuji kepada orang tua). Dan tiba-tiba batu yang menutupi jalan keluar tersebut runtuh perlahan-lahan. Setelah melihat celah yang menembakkan sinar matahari dari luar, dua orang yang lain ikut berdoa sebagaimana tawasul yang dilakukan oleh temannya. Alhasil, batunya bergeser, mulut gua tersebut terbuka dan akhirnya mereka dapat selamat.

3. Tawassul bis shalihin (tawassul dengan orang-orang shalih).

Yang ketiga adalah bertawasul kepada orang-orang shaleh, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Dari Utsman bin Hanif ra. beliau pernah berkata : Aku mendengar Rasulullah Saw. saat ada seorang laki-laki buta datang mengadukan matanya yang tidak berfungsi kepadanya, kemudian Ia berkata: ‘Wahai Rasulullah Saw. aku tidak mempunyai pemandu dan sangat payah.

Kemudian Rasulullah bersabda : Pergilah ke tempat wudhu kemudian berwudhu, lalu shalatlah 2 rakaat kemudian berdoa.  : Ya Allah, aku memohon dan menghadap kepadamu dengan (menyebut) Nabi-Mu Muhammad Saw, Nabi pembawa Rahmat. Wahai Muhammad, sungguh aku menghadap kepada Tuhanmu dengan menyebut mu, Karenanya mataku bisa berfungsi kembali. Ya Allah Terimalah syafaat-nya bagiku, dan tolonglah diriku dalam kesembuhanku.

Usman berkata : Demi Allah, kami belum sempat berpisah dan berbincang, kami belum begitu lama sampai lelaki itu datang (ke tempat kami) dan sungguh seolah-olah ia tidak pernah buta sama sekali

(H.R Al Hakim, At-Tirmidzi dan Al Baihaqi. Shahih).

4. Tawassul bi dzat (tawassul dengan dzat).

Cara melakukan tawasul semacam ini, misalnya bi hurmati (dengan kemuliaan), bi karamati (dengan kemurahan), atau dengan bi jahi (dengan kedudukan).

Salah satu contoh tawasul dengan dzat adalah shalawat Nariyah. Konon, shalawat Nariyah juga salah satu tawasul ampuh dan mustajab, karena sudah banyak yang membuktikannya.

Baca juga: 8 Keutamaan shalawat Nariyah

Contoh Bacaan Tawasul

Sebenarnya ada banyak lagi lafadz-lafadz tawasul yang biasa diamalkan masyarakat. Diantaranya adalah tawasul tahlil Al-Fatihah yang terdapat dalam bacaan Tahlilan dan Yasinan. Berikut bacaannya:

Ada banyak sekali lafadz-lafadz tawasul yang biasa digunakan masyarakat. Diantaranya adalah Khusushan Tawasul Tahlil Fatihah yang terdapat dalam buku Tahlil dan Yasin berikut:

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْفَاتِحَةْ

ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اَلْفَاتِحَةْ

ثُمَّ إليَ جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اَبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا

وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا……… اَلْفَاتِحَةْ

Dilanjutkan dengan Tahlil dan doa …

Apabila kita perhatikan dengan seksama, ternyata rukun shalat juga mengandung tawasul, yaitu pada duduk tahiyat terakhir. Pada rukun tersebut wajib membaca tasyahud atau tahiyat, dalam tahiyat diwajibkan membaca shalawat kepada Nabi (apabila tidak dibaca tidak sah shalatnya).

Demikian pembahasan mengenai tawasul, semoga dengan tawasul yang benar dan keihklasan doa dan hajat kita dikabulkan oleh Allah Swt. Aamiin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel