Dalil Hadits Tentang Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua

https://www.abusyuja.com/2020/10/dalil-hadits-tentang-keutamaan-berbakti-kepada-orang-tua.html
Usaid bin Malik adalah seorang sahabat Rasulullah Saw. dan pahlawan yang pemberani. Dia juga sering mengikuti peperangan bersama baginda Rasulullah. Salah satu sifat Usaid yang paling baginda sukai adalah rajin mengikuti majelis yang disampaikan Nabi, karena banyak pesan berguna yang dapat diamalkan dalam kehidupan.

Pada suatu hari, Usaid menghadiri majelis ilmu yang disampaikan Rasulullah Saw. Usaid memerhatikan dan mendengarkan tiap ilmu dan pesan yang disampaikan baginda dengan seksama. Ketika dia sedang mendengar ceramah baginda Nabi, datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah yang hendak mengikuti majelis ilmu tersebut.

Setelah selesai, baginda memberikan kesempatan kepada setiap orang yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan tentang suatu masalah. Laki-laki dari Bani Salamah itu mengangkat tangan dan bertanya, “Wahai Rasulullah, bapak dan ibuku telah meninggal dunia, masih dapatkan saya berbuat baik kepada mereka setelah keduanya meninggal dunia, saya senantiasa menjaga dan taat kepada keduanya.”

Baginda menjawab, “Ya, kamu masih bisa berbuat baik kepada mereka yang telah tiada.”

Lelaki itu kembali bertanya, “Lalu, bagaimana caranya wahai Rasulullah?"

Nabi menjawab, “Kalian harus selalu mendoakan mereka, memohon ampun untuk mereka, dan melaksanakan semua pesan yang disampaikan setelah mereka meninggal dunia.”

Laki-laki itu kembali bertanya, “Lalu apa lagi wahai Rasulullah?”

Baginda menjawab, “Kalian perlu menjaga tali persaudaraan dan memuliakan kawan-kawan mereka.”

Lelaki dari Bani Salamah itu mengangguk pertanda mengerti. Sebelum ini, dia teringat pesan Rasulullah Saw. dalam suatu majelis bahwa apabila seorang anak adam meninggal, maka putuslah amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah yang diberikan semasa hidupnya, ilmu yang disampaikan kepada orang lain (bermanfaat), dan anak yang baik serta selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Ini bersesuaian dengan sebuah hadis dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua dan murka Allah  terletak pada murka kedua orang tua.”

Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., “Apakah amalan yang paling utama?”

Baginda menjawab, “shalat tepat waktu.”

Abdullah bin Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”

Baginda menjawab, “Berbakti kepada orang tua.”

Abdullah bin Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”

Baginda menjawab, “Berjuang di jalan Allah.”

Dari hadis di atas dapat kita simpulkan bahwa keutamaan berjuang di jalan Allah sama-sama diberatkan kepada berbakti kepada orang tua. Hal ini juga ditegaskan lewat hadis berikut:

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah Saw. minta izin kepada beliau untuk berjihad, maka beliau bersabda, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Ia menjawab, "Ya", Rasulullah bersabda, "Kalau begitu, berjihadlah pada keduanya." (HR. Ibnu Majah: 2782)

Orang tua akan diangkat derajatnya di surga

Anak yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya, niscaya orang tua akan diangkat derajatnya di surga. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga. Maka ia (orang itu) bertanya, 'Bagaimana ini bisa terjadi?' Maka akan dijawab, 'Karena mohon ampun anakmu untukmu'. " (Predikat hadis Hasan: Ash-Shahihah (1598)

Lalu, siapa yang lebih prioritas? Ayah atau ibu?

Nabi pernah ditanya oleh seorang sahabat tentang lebih utama mana antara bapak dan ibu, kemudian beliau menjawab ibu tiga kali, baru beliau menjawab bapak.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, "Mereka (para sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah orang (yang layak) aku baktikan?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Kemudian ia bertanya lagi, 'Lalu siapa?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Ia bertanya lagi, 'Lalu siapa?' Beliau menjawab, 'Bapakmu.' Ia bertanya lagi, 'Lalu siapa?' Beliau menjawab, 'Orang yang lebih bawah dan seterusnya'." (Shahih: Al Irwa' (2169), Ghayah Al Maram (276), Ar-Raudh An-Nadhir (865). Muttafaq 'Alaih meriwayatkan hadits serupa)

Itulah hadis dan keutamaan berbakti kepada orang tua. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel