Hijab Islami Adalah Penangkal Perselingkuhan

https://www.abusyuja.com/2020/10/hijab-islami-adalah-penangkal-perselingkuhan.html
Jika pasangan suami istri memperhatikan dengan benar, memahami dengan benar, dan mempraktikkannya dengan benar logika dan falsafah “hijab” islami, sesungguhnya hati dan akal mereka akan mampu mengerem kecenderungan nafsu untuk berselingkuh. Sebab, hijab adalah penjagaan terhadap laki-laki dan perempuan agar mereka tidak membuncahkan hasrat cinta dan hasrat seksual secara tidak sah dan tidak halal. Dari sudut ini perselingkuhan terjadi karena laki-laki dan perempuan tidak mau mempraktikkan logika dan falsafah hijab islami dengan sebenar-benarnya.

Apa sebenarnya maksud dari hijab islami? Hijab sendiri adalah penutup, tujuannya adalah untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang dapat memicu bangkitnya syahwat lawan jenis.

Definisi ini mungkin sudah agak usang di zaman sekarang. Stigma hijab yang awalnya untuk menutup aurat, kini beralih ke stigma fashion hijab style. Fungsinya sekarang melebar, kehormatannya semakin lama semakin turun seiring dengan bertambahnya macam atau spesies hijab baru.

Selagi itu stylish dan kece, kehormatan atau hakikat hijab itu sendiri akan dinomorduakan. Tak menutup aurat tak masalah, yang penting kelihatan keren dan stylish. Kombinasinya pun kini beragam. Salah satu yang tren akhir-akhir ini adalah hijab yang dipadukan dengan kaos ketat hingga lekukan-lekukan tubuhnya diumbar.

Lalu, apa kaitannya hijab dengan perselingkuhan?

Hikmah terbesar dari pemakaian hijab itu sendiri adalah mencegah pasangan suami istri untuk saling berselingkuh. Berikut alasannya:

Wanita ketat adalah magnet bagi laki-laki

Hijab yang paling baik adalah hijab yang menutupi seluruh area kepala kecuali wajah. Sedangkan di bagian bawahnya harus dapat menutupi bagian dada. Itulah yang dibenarkan oleh syariat. Tetapi ketika pakaian yang ia kenakan tidak ketat hingga mampu menutupi lekukan-lekukan tubuhnya, bagian bawah hijab tidaklah harus sampai bagian dadanya, tetapi yang pasti ia dapat menutup bagian rambut, kepala (kecuali wajah) hingga sampai ke leher saja.

Dan apabila seorang yang memakai pakaian ketat tidak mau menutupi lekukan tubuhnya menggunakan hijab, khususnya bagian dada, niscaya ia akan jadi magnet bagi para lelaki. Apakah ada wanita seperti ini? Jelas banyak. Bahkan ada yang menganggap bahwa cara ini sangatlah efektif untuk mencari perhatian para lelaki. Cara seperti ini juga sangat efektif untuk mencari, mengais atau mengemis simpati laki-laki di media sosial.

Lirikan cinta baru akan memudarkan cinta yang lama

Saat dalam rumah tangga ada sang istri yang hobi mengumbar lekukan tubuhnya, hijab pun juga memusuhi tubuhnya, maka kesempatan laki-laki lain untuk meliriknya tidaklah bisa dibendung. Ya, kalau laki-laki yang meliriknya jelek tak akan jadi masalah. Ia bisa diibaratkan seperti prajurit bawahan yang melirik permaisuri raja.

Bagaimana kalau yang melirik adalah laki-laki rupawan dan lebih kaya dari suaminya? Bukankah bisa diibaratkan seperti pangeran tampan yang melirik putri sulung dari prajuritnya? Tentu lirikan pertamanya akan sangat manis, bak semut dalam karung gula.

Itulah embrio atau tahap awal cinta dari hubungan terlarang (perselingkuhan). Mulai dari saling melirik sampai-sampai berbisik, akhirnya hatinya terusik, hingga cinta yang lama (dengan suaminya) akan mulai berbintik (ternodai).

Sebenarnya sangat simpel masalahnya. Kalau dia mau memakai hijab dengan benar, menutupi segala lekukan tubuh dengan benar, pastilah ia akan terjaga dari fitnah-fitnah negatif dan syahwat-syahwat negatif dari laki-laki lain. Hal ini juga berlaku untuk suami.

Seperti yang sudah kami tegaskan di awal paragraf,

"Jika pasangan suami istri memperhatikan dengan benar, memahami dengan benar, dan mempraktikkannya dengan benar logika dan falsafah “hijab” islami, sesungguhnya hati dan akal mereka akan mampu mengerem kecenderungan nafsu untuk berselingkuh."

Sekian pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel