Hikmah Ditinggal Pergi Orang yang Disayangi

https://www.abusyuja.com/2020/10/hikmah-ditinggal-pergi-orang-yang-disayangi.html
Sahabatku yang dimuliakan oleh Allah, tentu saja kita akan bersedih apabila ada orang terdekat kita yang meninggal dunia, baik itu ayah, ibu, abang, kakak, adik, kakek, nenek atau yang lainnya. Kesedihan bisa bertambah bila yang meninggal itu adalah orang yang menjadi tempat bergantung keluarga, seperti seorang suami bagi istrinya atau ayah bagi anak-anaknya.

Kesedihan ini tidak bisa kita anggap ringan dan sepele, tapi juga tidak bisa dijadikan alasan untuk patah hati. Sebab, itu akan sama artinya kecewa pada ketentuan Allah Swt.

Ketika ada anggota keluarga tercinta yang meninggal dunia, kita juga bisa memetik hikmah yang banyak di dalamnya. Hikmah-hikmah itu kalau kita gali dan kita jadikan pelajaran bisa meningkatkan kualitas kehidupan kita. Dan berikut adalah hikmah-hikmah yang bisa kita petik apabila ada keluarga atau orang yang kita cintai meninggal dunia.

1. Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian 

Tidak ada manusia yang hidup kekal di muka bumi ini, karena umur di dunia itu pun telah ditetapkan. Kalau tempat tinggal kita ini pun akan dihancurkan oleh Allah Swt., tentulah kehidupan kita juga bisa berakhir bila telah tiba waktu yang ditentukan oleh Allah juga. 

Allah berfirman dalam Qur’an Surat Ali-Imran ayat 185:

Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, dan kelak pada hari kiamat sejalah balasan atas pahalamu akan disempurnakan. Barangsiapa yang dijauhkan oleh Allah dari neraka dan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga, sungguh dialah orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran: 185)

Bila mendengar kabar tentang orang yang meninggal dunia, kita juga akan menjadi ingat bahwa diri kita kelak akan mengalami hal yang sama. Suatu saat jantung kita akan berhenti berdetak, nafas kita akan berhenti mengalir, dan badan kita tidak bisa lagi bergerak.

Tidak ada lagi amal yang  bisa kita lakukan, yang akan kita hadapi hanya pertanggungjawaban. Oleh karena itu, tugas kita bukan untuk meratapi orang yang telah meninggal dunia, meskipun kita bersedih ditinggalkan, tapi doakanlah ia dengan tulus.

2. Mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian 

Orang yang meninggal dunia tidak membawa apa-apa sebagai bekal selain amal yang telah diperbuatnya. Sepanjang hidup, catatan amal itulah yang akan menentukan kehidupan di akhirat, bahagia atau sengsara.

Selain itu, bila orang yang kita cintai telah meninggal dunia, alangkah baiknya bila kita meneruskan cita-cita mulia yang diperjuangkannya. Sebagaimana para sahabat saat mengetahui bahwa Rasulullah Saw. telah meninggal dunia, awalnya banyak sahabat yang terguncang dan tidak percaya, akan tetapi setelah mereka disadarkan, mereka kembali mempertebal keyakinan dan memantapkan tekad untuk meneruskan perjuangan Rasulullah Saw.

Abu Bakar Siddiq berdiri di tengah-tengah para sahabat kemudian menyerukan firman Allah berikut ini”

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad). Barangsiapa yang berbalik di belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan madharat kepada Allah sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 144)

Setelah itu, para sahabat bersatu kembali dan meneruskan dakwah Rasulullah Saw., mereka giat memerangi orang-orang yang murtad atau keluar dari agama Islam. Para sahabat berjuang untuk menyebarkan cahaya Islam, sehingga bisa menerangi lebih luas ke segala penjuru bumi, asma Allah Swt. pun terlantun di seluruh belahan bumi.

Orang-orang yang benar-benar sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dengan beramal sholeh sepanjang waktu yang diberikan oleh Allah untuknya, mereka tidak akan takut mendengar kata kematian, justru mereka merindukannya dan mereka akan berbahagia menyambutnya.

3. Menjadikan kita berhati-hati dalam menjalani kehidupan 

Hendaknya kita berhati-hati dalam menjalani kehidupan, karena kematian mengingatkan kita bahwa kelak kita akan ditanya tentang semua yang kita lakukan saat hidup, dan tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan datang.

Seorang pemimpin yang mengingat kematian akan berusaha menjadi pemimpin yang amanah, pengusaha yang mengingat mati akan memastikan usahanya bebas dari hal yang diharamkan dan dibenci oleh Allah Swt. Hakim yang mengingat mati akan berupaya untuk menetapkan hukum seadil-adilnya, begitu dan begitu. Semua orang yang mengingat kematian, apapun profesinya, akan bekerja sebaik-baiknya dan memastikan tindakan-tindakannya diridhoi Allah, agar kelak tidak ada yang menghalanginya untuk memasuki surga. 

Kita tidak tahu jika mungkin aktivitas yang kita lakukan sekarang adalah amal terakhir kita. Oleh sebab itu, kita harus memastikan bahwa kita selalu melakukan aktivitas yang diridhoi oleh Allah, dengan begitu, barulah kita bisa meraih cita-cita kita untuk meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah.

4. Kesempatan mendapat surga 

Barangsiapa yang mau bersabar ketika orang yang kita cintai meninggal dunia, dan menyerahkan urusannya kepada Allah, maka dia akan mendapatkan peluang untuk menggapai surga. Hal ini, selain memperlihatkan betapa bernilainya kesabaran juga menunjukkan betapa Maha cinta Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak ingin membuat kita berduka, Allah hanya menginginkan kebaikan bagi kita semua.

Dalam Hadis Qudsi Allah berfirman, “Tidak ada balasan lain bagi hambaku yang beriman jika aku cabut nyawa orang yang dikasihinya di dunia lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala kecuali surga.” (HR. Bukhari)

Pembaca yang dirahmati oleh Allah, kita tidak perlu meratapi orang tercinta kita yang meninggal dunia, bahkan itu termasuk tindakan yang tidak disukai oleh Allah. Tugas kita adalah mendoakan mereka kemudian menyadari bahwa kita juga akan mengalami hal yang sama, dan mempersiapkan diri. Itulah yang terbaik. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi dengan orang yang kita cintai di surga amin.

Itulah hikmah-hikmah yang dapat dipetik apabila ditinggal pergi orang yang disayangi. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel