Khotbah Penaklukan (Fathu) Makkah

https://www.abusyuja.com/2020/10/khotbah-penaklukan-fathu-makkah.html
Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa pada hari penaklukkan (fathu) kota Makkah, Rasulullah Saw. berdiri di tengah Ka'bah, Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu berkata:

"Sesungguhnya puji bagi Allah yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan bala tentara (musuh). Ingatlah, orang yang terbunuh dengan tersalah ialah seperti orang yang terbunuh dengan cambuk dan batu kerikil. Padanya terdapat (qisash) seratus unta dan di antaranya ada empat puluh unta yang sedang hamil. Ingatlah, semua kemuliaan turun-temurun masyarakat jahiliah itu ada pada zaman jahiliah, sedangkan dam (denda) berada di bawah telapak kaki ini, kecuali perkara as-sidanah (pemeliharaan dan pelaksanaan urusan) Baitullah dan urusan pemberian minum orang-orang haji. Ingatlah, aku telah menetapkan kepada ahli-ahlinya masing-masing."

Dalam riwayat lain:

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Ibnu Umar. Ia bercerita bahwa etika hadi penaklukkan kota Makkah, Rasulullah berputar-putar dengan mengendarai untanya Al-Qashwa'. baginda lalu mengusap rukun ka'bah dengan tangannya. Baginda tidak menemukan tempat untuk unta berlutut di dalam masjid, sehingga beliau turun di hadapan orang-orang. Setelah itu, Nabi pergi ke tengah saluran air untuk melututkan unta. Dengan masih berada di atas untanya, baginda berkhotbah kepada penduduk Makkah.

Baginda memuji dan menyanjung Allah Swt. dan bersabda:

"Wahai umat manusia, Allah Swt. telah menghilangkan segala bentuk perbuatan jahiliah dari kalian dan kesombongan masa jahiliah karena berhalanya. Sesungguhnya manusia itu ada dua macam: Manusia yang baik, bertakwa, dan memuliakan Allah Swt. Lalu (kedua) manusia yang jahat, celaka dan merendahkan Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)

Lalu baginda bersabda, "Aku mengucapkan perkataanku ini dan aku memohon ampun kepada Allah Swt. untukku dan untuk kalian."

Itulah khotbah Rasulullah ketika fathu (penaklukkan) Makkah. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel