Mengenal dan Meneladani Syekh Ahmad Yasin

https://www.abusyuja.com/2020/10/mengenal-dan-meneladani-syekh-ahmad-yasin.html
Orang yang memiliki keterbatasan tidak berarti akan menjadi pribadi yang tidak berdaya. Banyak di antara mereka yang berhasil menjadi orang besar karena bertabur prestasi. Termasuklah di dalamnya Syekh Ahmad Yasin. Ia mendirikan perkumpulan di masa remaja, saat bermain bersama teman-temannya. Maka sehari-harinya ia menggunakan kursi roda.

Syekh Ahmad Yasin adalah seorang pengajar. Ia aktif mengajari orang-orang di sekelilingnya untuk membaca Al-Qur’an dan mengkaji isinya. Yang muda dan yang tua, semuanya berhimpun dalam majelis-majelisnya.

Tibalah masanya, penjajah menginvasi tanah air Syekh Ahmad Yasin (Palestina), sehingga kewajiban jihad pun berlaku untuk mereka semuanya. Bangkitlah ia mengomandoi perjuangan. Berdiam diri membiarkan orang lain berbuat zalim di tanah air sendiri adalah tanda-tanda kepengecutan. Ia tidak ingin melakukannya. Ia menyeru bangsanya untuk mengangkat senjata demi memperjuangkan tanah air mereka. Ia memotivasi mereka karena jelas mereka adalah pihak yang benar.

Semula, penjajah tidak membayangkan bahwa sosok Syekh Ahmad Yasin ini akan seberpengaruh itu, karena yang ia lihat secara kasat mata adalah laki-laki tua lagi lumpuh yang duduk di kursi roda. Tapi ternyata, dari kursi rodanya, ia telah berhasil mengguncang dunia. Semangat perjuangan berhasil ia kobarkan, sehingga tidak mudah bagi penjajah untuk menancapkan kukunya.

Syekh Ahmad Yasin pun akhirnya dijadikan target utama oleh musuh. Mereka membidiknya dengan peluru rudal. Setelah Allah Swt. mengizinkan, ia syahid setelah rudal musuh berhasil menghantam dan meledakkan mobil yang sedang ia naiki.

Hari itu, Syekh Ahmad Yasin syahid di jalan Allah Swt. meskipun ia syahid sebelum melihat perjuangan bangsanya membuahkan kemenangan, ia tidak pantas dikatakan gagal. Karena tugasnya adalah menyalakan api perjuangan dan ia sudah berhasil mengobarkannya. Sampai hari ini, bangsa Palestina masih terus berjuang untuk mengusir penjajah yang merangsek ke dalam wilayah mereka secara zalim.

Pembaca yang dimuliakan oleh Allah, di zaman sekarang juga kita bisa melihat banyaknya orang yang memiliki keterbatasan, tapi bisa sukses. Ada yang berhasil menjadi pengusaha besar. Ada yang sukses menjadi dai. Ada yang menang dalam berbagai kompetisi bergengsi. Maka kita tidak harus bersedih bila mengalami keadaan rumit dikarenakan keterbatasan. Di samping kekurangan yang kita miliki, ada kelebihan yang Allah Swt. titipkan. Tidak mungkin Allah berlaku curang dengan menciptakan seorang manusia dengan banyak kekurangan tanpa membarenginya dengan kelebihan. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Hanya saja, ada orang yang berfokus untuk menyukuri kelebihan yang dimilikinya, ada yang sibuk meratapi kekurangan yang ada padanya.

Jelas saja akan beda hasilnya di masa depan. Orang yang berfokus pada kelebihan akan mendapatkan banyak cara untuk mewujudkan impian-impiannya. Sebaliknya, orang yang memusatkan perhatiannya pada berbagai kekurangan, akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi orang besar, karena kesempatan-kesempatan itu disia-siakan.

Sahabatku yang dimuliakan oleh Allah, dari kisah Syekh Ahmad Yasin ini juga dapat menjadi pelecut semangat bagi kita yang tidak mengalami keterbatasan sebagaimana yang dialami olehnya. Apakah kita tidak malu, bika kita tidak bisa menghadirkan prestasi apa-apa dengan fisik kita yang normal? Apakah kita tidak malu kepada Allah Swt., bila dengan penciptaan-Nya ini kita tidak menghadirkan manfaat besar, sementara banyak hamba-Nya yang memiliki keterbatasan, tetapi gigih dalam berjuang?

Marilah bercermin. Mari membenahi cara pandang kita. Mari memperbaiki cara hidup kita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel