Nasihat Dahsyat Nabi Dalam Khotbah Perang Tabuk

Uqbah bin AmirAl-Juhni bercerita mengenai peristiwa pada perang Tabuk, ketika malam tiba, Rasulullah Saw. tidur berbaring. Namun, baginda tidak terbangun hingga matahari mencapai tinggi satu tombak. Kemudian Nabi berpindah tidak begitu jauh untuk mendirikan shalat. Setelah itu, Nabi bersabda, “Perkataan yang benar adalah kitab Allah dan tali terkuat adalah kalimat takwa. Sebaik-baiknya agama adalah Ibrahim, dan yang paling mulia adalah Dzikrillah.”

“Cerita yang paling bagus adalah Al-Qur’an ini. Sebaik-naiknya urusan ialah kewajibanmu dan perkara yang terburuk adalah bid’ah (sesuatu yang tidak disandarkan pada kitab Allah dan sunah). Jalan paling bagus adalah jalan para nabi. Kematian yang paling mulia adalah kematian pada syuhada’. Buta yang paling buta adalah tersesat setelah mendapat petunjuk. Ilmu yang paling baik adalah ilmu yang bermanfaat. Petunjuk yang terbaik adalah yang diikuti. Kebutuhan yang paling buruk adalah buta hati.”

“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Sedikit tetapi cukup itu lebih baik daripada banyak tapi kurang. Seburuk-buruknya alasan adalah saat sakaratul maut. Penyesalan paling buruk adalah penyesalan hari kiamat. Di antara orang-orang ada yang mendirikan shalat, namun selalu diakhirkan. Dan di antara mereka ada yang berdzikir kepada Allah, namun hanya sedikit. Kesalahan terbesar adalah lisan yang berdusta.”

“Orang yang beruntung adalah orang yang dinasihati orang lain, dan orang yang celaka adalah orang yang celaka di dalam perut ibunya. Salah seorang dari kalian akan menempati tempat selebar empat dzira’. Urusan itu tergantung akhirnya. Penguasa amal adalah akhirnya. Perawi yang paling buruk adalah perawi yang berdusta. Segala yang datang adalah dekat. Orang mukmin yang suka menghina adalah orang fasik. Orang yang memerangi orang mukmin adalah orang kafir. Memakan daginya adalah termasuk maksiat kepada Allah. Keharaman hartanya seperti keharaman darahnya.”

“Orang yang melakukan kemungkaran atas nama Allah Swt. akan didustakan-Nya. Orang yang pemaaf akan diampuni oleh Allah. Orang yang memberi maaf, akan dimaafkan oleh Allah. Siapa yang dapat menahan kemarahan, maka akan diberi pahala oleh Allah. Siapa yang sabar terhadap musibah, maka Allah Swt. akan menggantinya.”

“Siapa yang mengikuti sum’ah (perkataan buruk yang beredar di masyarakat), maka Allah Swt. akan membuka kejelekannya . Siapa yang bersabar, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya. Siapa yang maksiat kepada Allah, maka Allah akan menyiksanya. Ya Allah, ampunilah aku dan umatku, ampunilah aku dan umatku, ampunilah aku dan umatku. Aku meminta ampunan kepada Allah Swt. untukku dan kalian.”

Demikianlah Nasihat Dahsyat Nabi dalam khotbah Perang Tabuk. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel