Surat Al-Baqarah Ayat 117: Arab, Latin, Arti dan Tafsirnya

https://www.abusyuja.com/2020/10/surat-al-baqarah-ayat-117-arab-latin-terjemah-tafsir.html
Al-Baqarah sendiri artinya adalah “sapi betina”. Adapun alasan penamaannya karena di dalam surat ini memuat cerita tentang penyembahan sapi betina oleh Bani Israil. Di dalam surat ini juga menceritakan tentang karakter orang-orang Yahudi pada masanya. Surat yang jumlah ayatnya 286 ini termasuk golongan surat Madaniah yang sebagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijriah.

Sebagaimana judul di atas, kita akan membahas lebih spesifik mengenai salah satu ayat dari surat ini, yaitu Surat Al-Baqarah Ayat 117. Berikut bunyinya:

بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Latin: Badi’us samaawaati wal ardh, wa idzaa qadhaa amran fainnamaa yaquulu lahuu kun fayakuun.

Artinya, “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” (QS. Al-Baqarah: 117)

Penjelasan Surat Al-Baqarah Ayat 117 Versi Tafsir Jalalain

Di dalam redaksi tafsir Jalalain dijelaskan:

)بَدِيعُ السموات والأرض( موجدهما لا على مثال سبق )وَإِذَا قضى أراد أمْراً( أي إيجاده )فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ( أي فهو يكون وفي قراءة بالنصب جواباً للأمر.

(Allah pencipta langit dan bumi) maksudnya penciptaan (langit dan bumi) tanpa meniru pada contoh-contoh yang lain. (Dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu), artinya menciptakannya (maka Dia hanya mengucapkan kepadanya, "Jadilah kamu!" Lalu jadilah ia) artinya sesuatu itu pun terjadilah. Menurut satu qiraat 'fayakuuna' dengan baris di atas sebagai 'jawaabul amr'.

Allah adalah pencipta langit dan bumi. Penciptaan-Nya pun tidak sama dengan penciptaan apapun, tidak mencontoh objek apapun, semua bentuk dan sifatnya merupakan hasil murni dari ciptaan Allah sendiri, dan tidak ada unsur peniruan dari selain Allah. Dan apabila Allah menghendaki sesuatu atau ingin membuat sesuatu, maka Dia hanya mengucapkan “Jadilah Kamu.” Niscaya Jadilah apa yang dikehendakinya.

Penciptaan Allah tentu saja tidak memiliki batas. Allah tidaklah memiliki batasan ketika ingin berkehendak. Sebaliknya, manusia memiliki batasan, yaitu akal pikiran. Itulah mengapa Allah tidak sama dengan makhluknya.

Sekaya apapun seseorang, sampai-sampai dapat membeli apapun yang dapat dilihatnya, Allah mampu dan kuasa memutar nasibnya. Dengan mengucapkan “kun fayakun”, Allah dapat memerintahkan bumi untuk menelan semua harta kekayaannya, sehingga ia jatuh miskin.

Itulah kedahsyatan dan kehebatan kekuasaan Allah. Saat akal logika menerima bahwa orang kaya itu dapat menghidupi anak cucunya sampai tujuh turunan, Allah tidak dapat dibatasi dengan logika tersebut. Sebab, sehebat dan setajam apapun logika manusia, maka tidak akan mampu mengukur kehendak Allah.

Saat kita berfikir, “Gunung yang mengakar kokoh dan menjulang tinggi tersebut tidak mungkin bisa terbalik.” Itu logika manusia. Tetapi menurut Allah, semua hal itu mungkin, dan tentunya Dia mampu dan berkuasa untuk membalikkan gunung tersebut.

Penjelasan Surat Al-Baqarah Ayat 117 Versi Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ . Artinya, “Allah Pencipta langit dan bumi.” (QS. Al-Baqarah: 117)

Yakni Allah yang menciptakan keduanya tanpa contoh terlebih dahulu. Menurut Mujahid dan As-Saddi, lafaz badi'un dalam ayat ini sesuai dengan makna lugah (bahasa)nya. Termasuk ke dalam pengertian ini dikatakan terhadap sesuatu yang merupakan kreasi baru dengan sebutan bid'ah. Seperti yang terdapat di dalam hadis sahih Muslim, yaitu:

فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ 

Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid'ah.

Bid'ah ada dua macam, yaitu adakalanya bid'ah menurut istilah syara' (yakni bid'ah sayyi'ah), seperti pengertian yang terkandung di dalam sabda Nabi Saw.:

فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ 

Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid 'ah, dan setiap bid'ah itu sesat.

Firman Allah Swt.:

Tafsir وَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ . Artinya, “Dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya, 'Jadilah' Lalu jadilah ia.” (Al-Baqarah: 117)

Melalui ayat ini Allah Swt. menerangkan kesempurnaan kekuasaan-Nya dan kebesaran pengaruh-Nya. Dan bahwa apabila Dia menetapkan sesuatu, lalu Dia berkehendak akan mengadakannya, maka se-sungguhnya Dia hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah kamu!" Yakni hanya sekali ucap. Maka terjadilah sesuatu yang dikehendaki-Nya itu sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu:

إِنَّما أَمْرُهُ إِذا أَرادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah" Maka terjadilah ia.” (QS. Yasin: 82)

إِنَّما قَوْلُنا لِشَيْءٍ إِذا أَرَدْناهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, ‘Jadilah’ Maka jadilah ia. (QS. An-Nahl: 40)

وَما أَمْرُنا إِلَّا واحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kedipan mata.” (QS. Al-Qamar: 50)

Demikianlah pembahasan mengenai Surat Al-Baqarah Ayat 117: Arab, Latin, Terjemah dan Tafsirnya. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam\

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel