Tata Cara Shalat Gerhana Matahari Lengkap

https://www.abusyuja.com/2020/10/tata-cara-shalat-gerhana-matahari-lengkap.html
Shalat gerhana matahari merupakan shalat sunah yang sangat dianjurkan ketika gerhana matahari terjadi. Gerhana matahari sendiri adalah fenomena yang terjadi ketika bulan terletak di antara bumi dan matahari, sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi. Dan pada kesempatan kali ini, Abusyuja.com akan sedikit mengulas tentang tata cara shalat gerhana matahari.

Sedikit berbeda dari shalat sunah pada umumnya, shalat gerhana juga memiliki ketentuan-ketentuan khusus, di antaranya adalah ditambahinya pelaksanaan khotbah. Berikut kami sebutkan tata cara pelaksanaan shalat sunah gerhana matahari lengkap:

  1. Niat ( Dilakukan dalam hati ketika takbiratul ihram sebagai imam atau makmum); 
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram, (Dibarengi dengan niat dalam hati);
  3. Membaca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, dan membaca surat-surat dalam Al-Qur’an.  
  4. Rukuk.  
  5. Itidal.  
  6. Membaca ta‘awudz, Surat Al-Fatihah, dan membaca surat-surat dalam Al-Qur’an.
  7. Rukuk yang kedua.  
  8. Itidal kedua dan baca doa i'tidal. 
  9. Sujud pertama.   
  10. Duduk di antara dua sujud.   
  11. Sujud kedua.   
  12. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit (berdiri) untuk meneruskan rakaat kedua.  
  13. Bangkit dari duduk, kemudian mengerjakan rakaat kedua. Tata caranya pun sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama.  
  14. Setelah sujud untuk kedua kalinya pada rakaat kedua, dilanjutkan dengan duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir.  
  15. Setelah itu salam.    
  16. Terakhir dilanjut dengan Istighfar dan doa. 

Adapun berikut ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan shalat sunah gerhana matahari: 

  • Kita harus memastikan sebelumnya apakah sudah terjadi gerhana matahari atau belum; 
  • Pelaksaan shalat gerhana hanya boleh dilakukan saat gerhana sedang terjadi; 
  • Pelaksanaan shalat sunah gerhana dianjurkan secara berjamaah. Tetapi juga diperbolehkan ketika kita ingin melaksanakan shalat sunah gerhana sendiri;
  • Sebelum pelaksanaan, jamaah shalat gerhana berjamaah dapat diingatkan dengan seruan,”As-Shalatu jami'ah.”  Lewat pengeras suara ataupun yang sejenisnya;
  • Adapun lafadz niat shalat gerhana matahari adalah sebagai berikut, baik makmum maupun imam: أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى 
  • Shalat sunah gerhana ini terdiri atas dua rakaat;
  • Setiap rakaat terdiri atas dua kali rukuk dan dua kali sujud.

Pada rukuk pertama, imam dan makmum disunnahkan membaca tasbih selama bacaan 100 ayat pada QS. Al-Baqarah. Pada rukuk kedua, imam dan makmum disunnahkan membaca tasbih selama bacaan 80 ayat pada QS. Al-Baqarah;

Ketika sedang bangun dari rukuk pertama, jamaah kembali membaca Surat Al-Fatihah dan surat sebelum rukuk kedua;

Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama dianjurkan lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama dianjurkan lebih panjang dari surat kedua;

Setelah selesai melaksanakan shalat gerhana, imam disunnahkan menyampaikan khotbah shalat gerhana.

Kitab-kitab fikih Mazhab Syafi’i menaruh perhatian pada soal durasi ruku’ shalat gerhana. Menurut mereka, ruku’ yang pertama dalam rakaat pertama (dianjurkan) lebih panjang daripada yang kedua.

Kemudian pada ruku’ pertama, imam dan jamaahnya pada umunya membaca tasbih sekira bacaan seratus ayat Surat Al-Baqarah. Sedangkan, pada ruku’ kedua, mereka membaca tasbih sekira bacaan delapan puluh ayat Surat Al-Baqarah.

Setelah selesai melaksanakan shalat, imam atau penggantinya (badalnya) menyampaikan khotbah sebagaimana khotbah Jumat, tetapi mengusung tema kebesaran Allah perihal fenomena alam gerhana. 

Sedangkan untuk yang melaksanakan shalat sunah gerhana matahari sendirian, tidak diperlukan adanya khotbah. Hal ini juga berlaku jika semua jamaahnya adalah perempuan, maka tidak diperlukan khotbah. Tetapi jika ada salah satu dari perempuan tersebut memberikan ceramah atau nasihat, maka hal tersebut tidaklah dipermasalahkan.   

Demikianlah pembahasan mengenai tata cara shalat gerhana matahari lengkap dengan ketentuan-ketentuannya. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel