5 Tanda-Tanda Orang yang Celaka di Mata Allah

https://www.abusyuja.com/2020/11/5-tanda-tanda-orang-yang-celaka-di-mata-Allah.html
Berikut adalah tanda-tanda orang yang celaka di mata Allah, serta celaka di mata manusia. Meskipun tiap pandang manusia berbeda-beda dalam menilai manusia, tapi tetap saja hanya Allah-lah yang mampu menilai makhluknya dalam penilaian yang sebenar-benarnya.

Ibnu Malik pernah berkata, “Meninggalkan satu sen dari uang haram itu lebih utama daripada sedekah 100.000 sen”. Dari qoul di atas, kita bisa memetik pelajaran bahwa penilaian Allah terhadap makhluknya memiliki arti sangat luas. Dan penilaian tersebut kadarnya tidak akan bisa disamakan dengan penilaian makhluk-Nya.

Saat si A memiliki uang 1 Miliar, di mata manusia, ia dapat dinilai sebagai orang kaya. Sedangkan di mata Allah, ia bisa saja merupakan makhluk yang paling hina, karena di dalam uang 1 M tersebut (Allah mengetahui bahwa) terdapat hak-hak orang lain yang bukan miliknya. Dan tentu hanya Allah-lah yang mengetahui hakikat dari permasalahan setiap makhluk-Nya.

Sesuai judul di atas, kami tidak akan membahas panjang lebar mengenai qoul di atas, kami akan fokuskan pembahasan pada tanda-tanda orang celaka di mata Allah dan manusia. Ketika seseorang dianggap celaka, niscaya hidupnya akan dipenuhi kesulitan, kemalangan, dan nasib-nasib buruk lainnya.

Berikut adalah tanda-tanda orang celaka di mata Allah dan manusia:

1. Keras Hati

Keras hati adalah ia terlalu fokus dalam sebuah jalan dan pantang untuk berhenti sebelum sampai pada tujuan. Dalam KBBI, keras hati adalah pantang menyerah sebelum tercapainya sesuatu yang diinginkan. Dampak negatifnya adalah ia akan menentang apapun setiap halangan yang menghalanginya.

Saat Allah memberikan cobaan, ia akan mengeluh dan menyalahkan dzat yang menciptakan cobaan tersebut. Dan ini merupakan sikap tercela yang harus dihindari karena berlawanan dengan kewajiban manusia itu sendiri, yaitu bersyukur ketika diberi nikmat, serta bersabar ketika diberi cobaan.

2. Kering di Mata

Saat melihat kezaliman, kemunafikan, kejahatan, musibah, dan kejadian-kejadian emosional lainnya, matanya tetap kering. Artinya, ia tidak memiliki simpati atas peristiwa-peristiwa tersebut. Saat berdoa pun ia tidak pernah menangis, hatinya biasa-biasa saja. Saat melakukan dosa besar pun air matanya juga tidak menetes, apalagi merasa bersalah atas tindakannya.

3. Sedikit Malu

Terkadang malu merupakan tindakan paling manis dalam menyikapi lika-liku kehidupan. Sedikit malu artinya adalah ia miskin akan sikap malu. Ia lebih suka bertindak tak tahu malu dibandingkan harus bersikap malu.

Saat ia melakukan dosa besar dan matanya pun tetap kering (tidak menangis dan menyesal memohon ampun kepada Allah), setidaknya ia harus ada sikap malu dalam hatinya (karena telah berbuat dosa). Tapi kalau sebaliknya, matanya tetap kering dan malu pun tak nampak dalam dirinya, niscaya ia termasuk golongan orang-orang yang celaka.

4. Ambisi dalam Dunia

Ambisi merupakan keinginan atau hasrat besar untuk mendapatkan sesuatu atau mencapai kepada sesuatu tertentu. Berambisi terhadap dunia tentu boleh, asalkan tidak berlebihan. Cukuplah berambisi untuk memuliakan kehidupan diri sendiri, keluarga, sanak saudara dan kerabat. Tak perlu berambisi yang berlebihan, seperti menguasai dunia misalnya.

5. Panjang Angan-Angan

Memiliki angan tentu adalah sebuah hal yang diperbolehkan. Misal, berangan-angan ingin menghajikan orang tua. Tetapi kalau angan-angan tersebut kepanjangan, justru akan melahirkan dampak-dampak buruk. Sebagaimana kata Yahya bin Mu'adz Ar-Razi, panjang angan-angan dapat memutus setiap kebaikan, hati jadi tamak, serta kebenaran akan jadi berkabut (sulit dan tercegah).

Itulah lima tanda-tanda orang yang celaka di mata Allah dan di mata manusia. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel