Apa yang Harus Dilakukan Ketika Disakiti Orang Lain?

https://www.abusyuja.com/2020/11/apa-yang-harus-dilakukan-ketika-disakiti-orang-lain.html
Pada kesempatan kali ini, kami ingin menjawab beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh para pembaca, khususnya tentang bagaimana cara mengambil sikap yang baik menurut Islam ketika ada orang lain yang menyakiti kita. Ok, langsung saja ke pertanyaan pertama.

Kenapa orang yang menyakiti selalu bahagia?

Tentu belum bisa disimpulkan hakikat kebenarannya apabila kita hanya memiliki persepsi bahwa, “Wah, pasti dia lebih bahagia dibandingkan saya.”

Saat kita meliat orang yang menyakiti kita lebih bahagia, berarti kita sendirilah yang belum menemukan hikmah dari skenario Allah. Contoh mudah, dalam hubungan rumah tangga, Siti diceraikan Budi (suaminya) karena ia lebih memilih meneruskan hubungannya dengan Sinta, selingkuhannya.

Siti pun berpikir, “Kenapa orang yang menyakitiku (Sinta) malah bahagia dengan suamiku, ya Allah?” Selang beberapa tahun, Siti akhirnya menikah dengan laki-laki lain yang jauh lebih baik di mata Allah, karirnya pun melambung tinggi. Sedangkan Budi (mantan suaminya) bersama istrinya (Sinta), kehidupannya malah jadi berantakan.

Saat ditelusuri hikmahnya, ternyata Budi adalah penyebab terhambatnya karir Siti. Maka Allah berkehendak memisahkan mereka berdua. Itulah salah satu hikmah kecil dari Allah.

Apakah Allah akan membalas orang yang menyakiti kita?

Tentu saja. Kelak di akhirat, setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan-kejahatan yang pernah dibuatnya di dunia. Dalam Tafsir Jalalain di jelaskan,

Allah akan melaknat dan melepaskan rahmat-Nya terhadap orang-orang yang menyakiti Rasul-Nya, orang-orang yang memfitnah, serta orang-orang yang menyakiti saudara seiman (kaum Muslimin). Mereka akan disiksa secara hina di neraka.” (Tafsir Jalalain, Tafisr Surat Al-Ahzab ayat 57-58)

Bagaimana cara menghadapi atau memperlakukan orang yang menyakiti kita dalam Islam?

Bersabar. Balaslah mereka dengan akhlak yang baik. Jangan membalas hal yang serupa kepadanya. Allah Berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu dicukupi pahala bagi mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Ada orang bijak berkata, “Sebagaimana kamu memperlakukan orang lain, begitulah kamu akan diperlakukan.” Maka, biasakanlah memperbaiki hubungan dengan orang lain, agar hubungan kita dengan orang  juga baik pula.

Kenapa orang yang kita sayang menyakiti kita?

Karena Allah lebih sayang dengan kita. Orang yang kita sayangi bisa saja adalah orang yang kurang baik untuk kita, tidak pantas untuk kita, bahkah dapat membahayakan diri kita.

Karena itulah Allah memisahkan kita dengannya. Meski kita sayang dengannya, kita harus percaya dan terima terhadap apapun yang telah ditetapkan oleh-Nya

Itulah mengapa terkadang Allah memisahkan seseorang dengan orang yang disayanginya. Dan pada kondisi tersebut, tugas kita hanyalah bersabar, serta yakin bahwa dibalik semua itu tersimpan hikmah yang jauh lebih mulia.

Demikian pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel