Hikmah-Hikmah Bencana Alam Menurut Islam

https://www.abusyuja.com/2020/11/hikmah-hikmah-bencana-alam-menurut-islam.html
Sudah menjadi hal yang wajar apabila kita mendengar kabar-kabar tentang bencana Alam. Tsunami, longsor, banjir, gunung meletus, banjir, gempa bumi, dan berbagai bentuk bencana alam lainnya silih berganti mengisi ruang pemberitaan kita. Kesedihan pun kian terasa melihat berapa banyak saudara kita yang menjadi korban.

Dampaknya pun ada yang bersedih, ada juga yang marah, seakan-akan tidak terima dengan ketetapan Allah Swt. Namun, keimanan yang mengisi hati kita bisa membawa kita pada tahap selanjutnya, yaitu meninjau ulang tentang kejadian dengan hikmah-hikmahnya, dan akhirnya kita bisa menerima apa yang telah terjadi.

Orang-orang yang beriman tentu memiliki “alarm” di hatinya. Alarm tersebut akan menyala bila masalah berat sedang mereka hadapi. Sebagai orang yang beriman, hal pertama yang harus terpikirkan adalah, bencana apapun yang melanda, pastilah itu karena ketetapan dari Allah, tiada apapun kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa izin dari Allah.

Orang beriman juga harus berpikir bahwa apabila Allah sudah menetapkan sesuatu, pastilah ada banyak hikmah dan kebaikan dibelinya, karena Allah tak pernah salah. Seorang mukmin tidak lagi berfokus pada masalah, tetapi hendaknya memfokuskan diri pada hikmah agar bisa melanjutkan hidup dengan cara yang lebih baik. Berikut adalah hikmah-hikmah dari bencana alam yang bisa kita sarapan pahami:

1. Bencana Alam Diciptakan Untuk Menguji Iman

Ketika terjadi sesuatu yang sangat berat dalam hidup kita Apakah kita masih mau meyakini bahwa Allah SWT sengaja menetapkan cobaan tersebut Apakah kita masih yakin bahwa kejadian yang berat itu akan menjadi kebaikan bagi kita itulah keimanan Kita yakin bahwa semua ketentuan Allah akan membawa kebaikan baik yang kita suka maupun yang kita tidak suka ujian Allah akan hari kita.

Allah berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji lagi?...” (QS. Al-’Ankabut: 2)

Jalan orang-orang yang beriman memang tidak selalu mudah. Kita sering diingatkan, meskipun yang ditempuh adalah jalan lurus, itu bukan berarti akan selalu mulus. Tentu akan ada banyak tantangan dan usahanya. Di situlah kita membuktikan kebenaran Iman di dalam hati. Kalau sekedar pengakuan, tidak ada bedanya antara kita dengan orang-orang munafik, mereka juga bisa dengan mudah mengakui keimanan, padahal di hati mereka sedikit pun tidak ada iman yang tersimpan.

2. Meminta Pertolongan Hanya Kepada Allah

Tidak ada seorang manusia yang sanggup menghalangi dan melawan bencana alam apabila Allah sudah tetapkan terjadinya. Maka, saat kita serta-merta akan berlindung hanya kepada Allah. Kita tidak lagi berusaha mencari perlindungan kepada orang lain, karena semuanya sama-sama kalang kabut.

Hikmahnya adalah, setiap bencana alam yang diizinkan Allah untuk mengguncang manusia, bisa saja itu sebuah peringatan bahwa kita harus kembali kepada-Nya, agar hanya menyembah kepada-Nya, meminta kepada-Nya, serta berlindung di dalam selimut cinta kasih-Nya.

3. Bencana Alam Terjadi Agar Menjadi Pelajaran

Para malaikat, ketika mengetahui bahwa Allah Swt. hendak menciptakan manusia, telah mewanti-wanti kerusakan yang  akan terjadi di muka bumi akibat perbuatan sebagai orang yang berakhlak buruk. 

Sebagaimana apa yang diceritakan dalam QS. Al-Baqarah: 30, "...'Sesungguhnya Aku (Allah) akan menciptakan khalifah di muka bumi (manusia).' Mengapa Engkau hendak menjadikan di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?'..."(QS. Al-Baqarah: 30)

Apabila bencana alam terjadi, di situlah kesempatan kita untuk bermuhasabah diri. Adakah kita termasuk penyebab kerusakan itu? Kita harus pastikan bahwa diri kita bukanlah penyebab masalah. Misal, ketika banjir dan longsor, kita bisa melihat akibat dari keteledoran kita yang suka buang sampah sembarangan dan menebang pohon sembarangan.

4. Peringatan Tentang Pedihnya Azab Api Neraka

Lewat bencana alam kita bisa saksikan betapa dahsyatnya kekuasaan Allah. Gunung yang tinggi menjulang bisa dihancurkan-leburkan. Lautan yang dalam bisa digulung menjadi ombak besar yang meluluhlantakkan daratan. Bumi yang keras bisa diguncang. Tiupan angin bisa dengan mudah dikencangkan. Api kecil bisa menjelma jadi si jago merah yang siap melahap semuanya, sampai sungai tenang yang bisa berubah menjadi air bah deras yang membanjiri pemukiman.

Dengan menyaksikan kekuasaan Allah itu semua, semakin takutlah kita terhadap siksaan yang dipersiapkan-Nya di neraka untuk orang-orang yang ingkar dan durhaka. Allah berfirman,

"Dan ingatlah ketika kamu memberi peringatan, 'Sungguh jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambah kenikmatan untukmu, adapun jika kamu ingkar, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)

5. Memperteguh Rasa Persaudaraan

Rasa persatuan bisa muncul dari perasaan senasib dan sepenanggungan di bawah tekanan beban yang besar. Begitu pula ketika kita tertimpa bencana, tentu tidak ada yang egois. Rasa persatuan kita kembali menyala, saling membantu, saling mengayomi dan saling memikul. Orang-orang di daerah lain yang tidak terkena bencana pun ikut serta bersimpati dengan mengirimkan doa dan bantuan.

Di dalam hikmah tersebut kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa sudah seharusnya kita sebagai umat yang beriman untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Karena jika diibaratkan, kita ini seperti sekumpulan orang di atas satu kapal. Kalau ada yang merusak kapal dan tidak ada yang mencegahnya, semua orang akan ikut tenggelam. Maka, jika ada orang yang melakukan keburukan dan kemaksiatan, harus ada yang menasihati dan melarangnya, agar keberkahan tidak berganti menjadi kehancuran, agar karunia tidak berubah menjadi bencana.

Itulah hikmah-hikmah yang bisa kita pelajari dari sebuah bencana alam menurut kacamata Islam. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel