Surat Al-Ankabut: Pokok Kandungan, Keutamaan dan Manfaat

https://www.abusyuja.com/2020/11/surat-al-ankabut-pokok-kandungan-keutamaan-manfaat.html
Surat Al-Ankabut artinya adalah "laba-laba". Surat yang terdiri atas 69 ayat ini termasuk dalam golongan surat Makkiyyah. Ia dinamakan Surat Al-Ankabut karena mengambil dari lafadz al=ankabut yang terdapat pada ayat ke-41, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala itu seperti laba-laba yang percaya terhadap sarangnya, baik sebagai tempat berlindung maupun sebagai perangkap untuk menjerat mangsanya.

Sedangkan apabila sarang itu terkena hantaman benda keras, atau angin yang kencang, ia pun hancur dengan mudahnya.

Demikian halnya orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dengan berhala, di mana mereka menyembah dan meminta sesuatu kepada berhala tersebut, sedangkan sesungguhnya berhala itu sedikit pun tidak mampu memberikan manfaat kepada mereka.

Berhala itu tidak mampu menolong mereka sendiri sebagaimana kisah Nabi Ibrahim yang menghancurkan mereka, apalagi menolong para penyembahnya.

Pokok Kandungan Surat Al-Ankabut

Adapun pokok kandungan dari Surat Al-Ankabut adalah sebagai berikut:

  1. Memuat bukti-bukti adanya hari kiamat dan hari kebangkitan serta ancaman terhadap orang-orang yang mau mengingkarinya;
  2. Menjelaskan bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati dan akan kembali kepada Allah Swt.;
  3. Allah menjamin rezeki makhluk-Nya;
  4. Menjelaskan kewajiban berbakti kepada orang tua;
  5. Kewajiban menentang perintah menyekutukan Allah meski perintah itu berasal dari orang tua;
  6. Kewajiban mendirikan shalat karena dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar;
  7. Menceritakan kisah Nabi Daud, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Syu'aib, Nabi Shalih dan Nabi Musa.

Fadhilah dan Khasiat Surat Al-Ankabut

Adapun Fadhilah dan khasiat Surat Al-Ankabut adalah sebagai berikut:

Pertama, termasuk Al-Matsani untuk Rasulullah, sebagai pengganti Injil.

Kedua, memperoleh pahala sepuluh kebaikan sejumlah orang mukmin dan mukminat, serta munafiqin dan munafiqat dan juga wasilah doa penghilang penyakit.

Nabi Saw. bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini, maka ia memperoleh pahala sepuluh kebaikan sejumlah orang mukmin dan mukminat, serta munafiqin dan munafiqat. Dan barangsiapa yang menulisnya dan meminum airnya, maka hilanglah seluruh kesakitan dan penyakitnya dengan izin Allah." (Tafsirul Burhan, Juz 6: 108)

Ketiga, wasilah doa untuk meredakan penyakit demam, panas, malas, gelisah tak menentu dan ragu-ragu. Caranya adalah dengan membaca Surat Al-Ankabut sehabis shalat fardhu secara istiqomah.

Keempat, doa untuk mengobati sihir. Penyakit yang diakibatkan oleh sihir tentu tidak akan bisa diobati secara medis. Mungkin seseorang terpelajar tidak akan percaya dengan sihir. Namun, sebenarnya sihir termasuk hal gaib yang memang benar-benar adanya. Adapun cara menghilangkan sihir adalah dengan membaca Surat Al-Ankabut ayat 46.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel