Surat As-Sajadah: Pokok Kandungan, Manfaat dan Khasiat

https://www.abusyuja.com/2020/11/surat-as-sajadah-pokok-kandungan-keutamaan-manfaat.html
Surat As-Sajadah artinya adalah “ujud”. Surat yang terdiri atas 30 ayat ini termasuk dalam golongan surat Makkiyyah dan diturunkan setelah surat Al-Mu’minun. Ia dinamakan As-Sajadah berhubungan pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu pada ayat ke-15.

Pokok Kandungan Surat As-Sajadah

Adapun pokok kandungan dari Surat As-Sajadah adalah sebagai berikut:

  1. Aturan mendirikan salat malam (salat tahajud dan witir);
  2. Menjelaskan tentang proses kejadian manusia di dalam rahim sampai menjadi manusia;
  3. Menjelaskan tentang keadaan orang mukmin di dunia dan nikmat yang mereka peroleh di akhirat;
  4. Menceritakan kehinaan yang menimpa orang kafir di akhirat hingga mereka memohon untuk dikembalikan ke dunia kembali.
  5. Menyatakan tentang Nabi Muhammad Saw. benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa belum diutus seorang rasul pun kepada kaum Musyrik Makkah;
  6. Menjelaskan bahwa Allah adalah penguasa alam semesta dan yang mengaturnya dengan aturan yang sempurna.

Keutamaan dan Manfaat Surat As-Sajadah

Adapun fadhilah dan khasiat Surat As-Sajadah adalah sebagai berikut:

Pertama, termasuk Al-Matsani untuk Rasulullah, sebagai pengganti Injil.

Kedua, Allah memberikan buku catatan amal perbuatannya dengan tangan kanan, tidak dihisap serta termasuk teman Nabi Muhammad Saw. dan ahlu-bait beliau.

Abi Abdullah berkata, “Barangsiapa yang membaca Surat As-Sajadah di setiap malam Jumat, maka Allah memberikan buku catatan amal perbuatannya dengan tangan kanannya (di akhirat). Dia tidak akan menghisabnya karena apa yang telah dilakukannya (selama hidup di dunia), dan ia termasuk teman Nabi Muhammad Saw. dan ahlu-bait beliau.” (Tsawabul-A’mal: 139)

Ketiga, seakan-akan menghidupkan malam lailatul-qadar, serta terhindar dari sakit demam, kepala dan persendian. Nabi Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat ini, maka seakan-akan ia telah menghidupkan (beribadah) malam lailatul-qadar. Dan barangsiapa yang menulisnya dan mengalungkan pada dirinya, ia akan aman dari penyakit demam, sakit kepala dan sakit persendian.” (Tafsirul-Burhan, Juz 6: 192)

Keempat, Rasulullah senantiasa membacanya dalam rakaat pertama salat subuh pada hari Jumat. Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. suka membaca Surat As-Sajadah dalam rakaat pertama salat subuh di hari Jumat.

Kelima, Rasulullah tidak tidur sebelum membacanya. Jabir berkata, “Rasulullah tidak tidur sehingga membaca Surat As-Sajadah, dan Surat Al-Mulk.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i dan Al-Hakim)

Keenam, Surat As-Sajadah merupakan salah satu surah yang ditakuti setan. Dari Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, “Apabila anak adam membaca Surat As-Sajadah, lalu ia bersujud, maka pergilah setan menjauh seraya menangis dan berkata, ‘Betapa celakanya aku! Anak Adam diperintahkan untuk bersujud, ia pun bersujud, maka ia mendapatkan surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud, aku pun enggan, maka aku mendapatkan neraka.(HR. Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad dan Muslim)

Tujuh, menjadi penyelamat bagi pembacanya. Khalid bin Ma’dan berkata, “Bacalah Surat As-Sajadah karena saya mendapatkan keterangan bahwa ada seorang yang biasa membacanya, dan tidak membaca lain-lainnya, sedangkan ia banyak berdosa. Kemudian surat ini menghamparkan sayapnya dan berkata, ‘Wahai Tuhanku, ampunilah orang ini, karena ia selalu membacaku.’ Maka Allah menerima pembelaan (syafaat)nya itu. Dan Dia berfirman, ‘Tulislah untuk hamba-Ku itu di tempat tiap dosa dengan kebaikan dan naikkan derajat kedudukannya.’”

Delapan, mendapatkan pahala yang besar seperti mendirikan salat pada malam lailatul-qadar, mendapatkan hidayah ilmu dan memperoleh cahaya (nur) pada dirinya semasa ia mati.

Untuk mendapatkan karunia dan anugerah dari Allah itu, maka hendaknya ia membiasakan diri membaca Surat As-Sajadah ini, terutama setelah selesai mendirikan salat fardhu. Insya Allah.

Kesembilan, doa agar mendapat anak yang saleh. Bagi seseorang yang sedang hamil, agar memperoleh keturunan yang saleh dan salehah, atau seorang yang memiliki anak namun memiliki akhlak yang kurang baik, maka hendaknya ia berdoa kepada Allah dengan wasilah membaca Surat As-Sajadah ayat 7-9 secara istiqamah. Bi idznillah, Allah akan memberikan hidayah akhlak yang mulia kepada keturunannya. Adapun bacaan ayatnya adalah sebagai berikut:

الَّذِىۡۤ اَحۡسَنَ كُلَّ شَىۡءٍ خَلَقَهٗ‌ وَبَدَاَ خَلۡقَ الۡاِنۡسَانِ مِنۡ طِيۡنٍ‌ۚ

ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهٗ مِنۡ سُلٰلَةٍ مِّنۡ مَّآءٍ مَّهِيۡنٍ‌ۚ

ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيۡهِ مِنۡ رُّوۡحِهٖ‌ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمۡعَ وَالۡاَبۡصَارَ وَالۡاَفۡـــِٕدَةَ ‌ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ

Demikianlah pembahasan mengenai pokok kandungan, keutamaan serta manfaat dari Surat As-Sajadah. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel