Inilah 10 Macam Syirik yang Paling Dibenci Allah

https://www.abusyuja.com/2020/12/inilah-10-macam-syirik-yang-paling-dibenci-Allah.html
Ditinjau dari segi bahasa, syirik adalah mempersekutukan. Sedangkan secara istilah, syirik adalah perbuatan mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Sedangkan orang yang melakukan perbuatan syirik dinamakan musyrik.

Dalam logika mudah, seorang musyrik akan menuhankan sesuatu selain Allah, seperti menuhankan manusia, benda mati, atau bahkan binatang. Contoh, seseorang yang menyembah atau meminta pertolongan kepada dukun agar bisnisnya maju. Contoh lain, melayani binatang tertentu dengan ritual khusus/ilmu hitam agar mendapatkan kekayaan, kemuliaan, atau jabatan duniawi.

Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Sebagaimana firman Allah,

Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mengampuni dosa karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An-Nisa': 48)

Syirik sendiri terbagi menjadi dua, syirik akbar (syirik besar) dan syirik asghar (syirik kecil). Nah, sebelum ke macam-macam syirik yang paling dibenci Allah, kami akan mengulas sedikit apa itu syirik akbar dan asghar.

Syirik Akbar (Syirik Besar)

Syirik akbar merupakan syirik yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah, jika ia tidak bertobat sampai akhir hayatnya. Pelaku syirik akbar tidak akan pernah masuk surga selama-lamanya. Syirik ini terbagi menjadi dua lagi, yaitu syirik akbar Dzahirun Jani (tampak nyata) dan syirik akbar Bathinun Khafi (tersembunyi).

Syirik akbar Dzahirun Jani yaitu penyembahan tuhan-tuhan lain selain Allah, seperti menyembah Tuhan yang berbentuk berhala, binatang, bulan, matahari, batu, gunung, pohon besar, sapi, ular, manusia, dan lain sebagainya. Demikian pula menyembah makhluk-makhluk tak kasat mata, seperti setan, jin dan malaikat.

Syirik akbar Bathinun Khafi yaitu meminta pertolongan kepada orang yang telah meninggal, patuh kepada undang-undang atau hukum yang bertentangan dengan hukum Allah. Misal, meminta kekayaan dari orang-orang yang sudah meninggal.

Syirik Asghar (Syirik Kecil)

Syirik asghar merupakan syirik dosa besar, akan tetapi masih ada peluang diampuni Allah jika pelakunya sesegera mungkin bertobat. Seorang pelaku syirik asghar dikhawatirkan akan meninggal dunia dalam keadaan kufur jika ia tidak segera bertobat. 

Itulah penjelasan singkat mengenai syirik akbar dan asghar. Sekarang kita beralih ke pembahasan utama, yaitu mengenai macam-macam aktivitas syirik yang paling dibenci Allah.

1. Menyembah selain Allah

Seperti yang telah kami paparkan sebelumnya, menyekutukan Allah adalah aktivitas syirik yang paling besar dosanya. Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang melakukan musyrik jenis ini selama-lamanya.

2. Bersumpah dengan nama selain Allah

Dalam riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa barangsiapa yang berani bersumpah dengan selain nama Allah, niscaya ia telah dianggap kufur. Maka, jangan sekali-kali bersumpah selain kepada Allah. Dan jangan pula bermain-main dengan sumpah.

3. Memakai azimat

Memakai azimat termasuk perbuatan syirik, karena mengandung unsur meminta atau mengharapkan sesuatu kepada kekuatan selain Allah. Misal, seseorang memakai kalung azimat dengan harapan, atas kekuatan kalung tersebut, ia dapat kebal dari serangan apapun.

Barangsiapa yang memakai azimat, maka dia telah berbuat syirik.(HR. Ahmad)

4. Mantra

Mantra yaitu mengucapkan kata-kata atau gumam-gumam yang dilakukan oleh orang jahiliah dengan keyakinan, bahwa kata-kata atau gumam-gumam tersebut dapat menolak kejahatan atau bala dengan bantuan jin.

Sesungguhnya mantra, azimat dan guna-guna itu adalah perbuatan syirik.” (HR. Ibnu Hibban)

5. Sihir

Sihir merupakan salah satu perbuatan syirik, karena perbuatan tersebut dapat menipu atau mengelabuhi orang dengan bantuan jin atau setan. Dalam sebuah hadis dijelaskan,

“...Barangsiapa yang menyihir, sesungguhnya ia telah berbuat syirik.” (HR. Nasa’i)

6. Peramalan

Peramalan adalah menentukan dan memberitahukan tentang hal-hal yang ghaib pada masa-masa yang akan datang baik itu dilakukan dengan ilmu nujum (perbintangan), dengan membaca garis-garis tangan, dengan bantuan ilmu jin dan lain sebagainya.

Barangsiapa yang mempelajari salah satu ilmu perbintangan, maka dia telah mempelajari ilmu sihir.(HR. Abu Daud)

7. Dukun dan tenung

Dukun adalah orang yang dapat memberitahukan tentang hal-hal yang ghaib pada masa depan, atau memberitahukan apa yang tersirat dalam naluri manusia. Sedangkan tukang tenung adalah nama lain dari peramal atau dukun. Tukang tenung biasanya mengakui bahwa dirinya bisa melakukan hal-hal yang ghaib, seperti mengirim santet, penyakit, serta benda-benda ghaib lainnya kepada korbannya.

8. Bernazar selain kepada Allah

Misal, ada seorang yang bernazar, “Jika panenku berhasil, aku akan menabur sesajen di pinggir-pinggir sawah”. Perbuatan yang demikian adalah termasuk kategori syirik dan sesat.

9. Riya’

Riya’ adalah beramal bukan karena Allah, melainkan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Riya’ adalah termasuk perbuatan syirik. Sebagaimana sabda Nabi, “Sesuatu yang aku takuti akan menimpa kalian adalah syirik kecil. Kemudian salah seorang sahabat menanyakan hal ini, maka beliau menjawab, ‘ialah Riya’”. (HR. Ahmad)

10. Menyembah Kuburan

Banyak dari golongan sebelah yang menganggap bahwa ziarah ke makam para wali diasumsikan sebagai aktivitas menyembah kuburan. Dengan tegas kami mengatakan bahwa asumsi tersebut sangatlah tidak benar.

Ziarah ke makam wali adalah aktivitas mendoakan mereka agar Allah memberikan keberkahan lewat wasilah para wali-wali Allah, bukan menyembah mereka. Ziarah wali dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan. Kenapa wali? Karena para nabi dan wali adalah kekasih Allah. Apakah boleh mengunjungi tempat-tempat yang diselimuti dengan keberkahan? Tentu saja boleh.

Pada setiap hari Sabtu, Rasulullah selalu mengunjungi Masjid Quba’, tujuannya tak lain hanyalah untuk mengharapkan Barokah, sebab Masjid Quba’ merupakan masjid yang diberkahi Allah. (Baca: Shahih Bukhari No. 1118)

Para sahabat pun juga melakukan demikian. Mereka mengambil keberkahan lewat rumah, mimbar atau tempat shalat Nabi, sesuatu yang disentuh dan dipakai Nabi Saw., mencium tangan sahabat yang pernah menyentuh Nabi, dan lain sebagainya. Hal ini selaras dengan redaksi Musnad Ahmad bin Hambal No. 25705.

Namun yang harus diingat bahwa mengharap berkah itu hanya sebagai sarana untuk mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah Swt. semata. Bukan sebagai tujuan utama, apalagi meyakini bahwa benda tersebutlah yang memberikan keberkahan (bukan dari Allah). Tentu hal tersebut tidak boleh dan musyrik.

Itulah macam-macam syirik yang paling dibenci Allah. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel