Mengenal Ciri-Ciri Orang Qana’ah, Zuhud dan Sabar

Daftar Isi

https://www.abusyuja.com/2020/12/mengenal-ciri-ciri-orang-qanaah-zuhud-sabar.html
Sebelum membahas tentang Qana’ah, Zuhud dan Sabar, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa pada hakikatnya, ketiga hal tersebut adalah sifat yang termasuk dalam kategori akhlak. Ditinjau secara garis besar, akhlak sendiri terbagi menjadi dua, yaitu akhlak terpuji (mahmudah) dan akhlak tercela (mazmumah).

Adapun contoh-contoh akhlak terpuji (akhlak mahmudah) adalah Qana’ah, Zuhud, Sabar, Istiqamah, Tasamuh, kasih sayang, pemaaf, Amanah, bermuka manis (anisatun), rendah diri (tidak sombong), malu, dan suka menolong.

Adapun contoh-contoh akhlak tercela (akhlak mazmumah) adalah iri hati, boros, dengki, sombong, tamak, egois, kikir, dusta, pengecut, menggunjing, mengumpat, zalim, perbuat keji, dan masih banyak lagi.

Setelah mengetahui garis besar dari akhlak itu sendiri, kita beralih ke pembahasan utama, yaitu mengenai Qana’ah, Zuhud dan Sabar. Ketiga sifat tersebut merupakan bagian dari akhlak terpuji atau akhlak mahmudah. Berikut penjelasannya:

Qana’ah

Secara bahasa Qana’ah artinya “cukup”. Secara istilah Qana’ah adalah merasa cukup dengan segala apa yang telah ia miliki dan menjauhi dari sifat ketidakpuasan, serta menjauhi dari sifat merasa selalu kurang.

Adapun ciri-ciri orang yang Qana’ah adalah:

  • Menerima dengan rela apa yang telah diberikan Allah kepadanya.
  • Ia selalu memohon kepada Allah suatu tambahan rezeki yang layak dan diiringi dengan ikhtiar.
  • Tidak pernah meminta apapun secara berlebihan kepada Allah Swt.
  • Menerima dengan sabar akan segala ketentuan Allah Swt.
  • Bertawakal kepada Allah.
  • Tidak tertarik oleh segala tipu daya yang bersifat duniawi.
  • Hidupnya selalu dipenuhi rasa syukur karena telah terbiasa merasa cukup dengan apa yang telah dimilikinya.
  • Tidak meminta sesuatu yang lebih dari ikhtiarnya.
  • Dan masih banyak lagi.

Zuhud

Zuhud adalah tidak pernah memiliki hasrat untuk memperoleh suatu kemuliaan duniawi. Zuhud juga bisa diartikan sebagai melatih diri untuk mengekang hawa nafsu dari segala urusan duniawi. Maksudnya adalah ia memiliki prioritas hanya beribadah kepada Allah, serta mendekatkan diri kepada Allah tanpa harus menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan duniawi yang berlebihan.

Zuhud sendiri terbagi menjadi tiga tingkatan:

Derajat pertama, ia menghindari dunia padahal hatinya masih sangat berkeinginan dan sangat tertarik terhadap dunia. Dan ia tetap saja berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya dan merasa cukup dengan segala hal yang telah ia miliki.

Derajat kedua, ia menghindari urusan dunia karena di matanya, dunia ini telah dipandang rendah dan hina karena telah dipenuhi orang-orang yang rakus dan tamak terhadap harta.

Derajat ketiga, ia menghindari dunia karena zuhud semata, karena ia memandang bahwa dunia sudah tidak berarti lagi baginya, ia menganggap bahwa dunia ini tidak berarti jika dibandingkan dengan kenikmatan di akhirat.

Adapun ciri-ciri orang zuhud adalah:

  • Ia selalu menerima apapun yang telah diberikan oleh Allah, karena pada hakikatnya ia tidak terlalu mementingkan duniawi.
  • Ia lebih suka menjauhi urusan duniawi dan menyibukkan diri dengan amalan-amalan akhirat, seperti beribadah, berdzikir, muhasabah, dan lain sebagainya.
  • Ia lebih suka hidup dalam kesederhanaan, karena ia berpikir bahwa kehidupan mewah malah memberikan kerumitan. Ia tidak mau menyia-nyiakan umurnya untuk ikut serta dalam kerumitan dan kerancuan duniawi.
  • Ia selalu bersyukur atas pemberian nikmat-nikmat Allah meskipun dalam hal-hal kecil sekalipun. Bahkan bernafas pun ia syukuri karena ia berpikir bahwa hanya Allah-lah yang dapat mengizinkan oksigen masuk ke dalam paru-parunya.
  • Ia benci akan kehidupan yang boros, berfoya-foya dan bergelimang harta.

Sabar

Sabar adalah menahan penderitaan untuk menghadapi yang tidak disenangi dengan penuh ridho dan menyerahkan diri kepada Allah. Sabar juga bisa diartikan sebagai kemampuan menahan diri, dikala ada godaan untuk tidak marah atau tidak pasrah.

Sabar sendiri ada tiga bagian:

Pertama, sabar dalam menunaikan ibadah. Hakikatnya, tugas setan dan nafsu adalah menggoda dan mengganggu. Tetapi, orang yang sabar dapat menangkis semua gangguan-gangguan tersebut.

Kedua, sabar dalam meninggalkan maksiat. Memang, segala kemaksiatan identik dengan kenikmatan. Tetapi seorang muslim diwajibkan untuk selalu bersabar agar tidak ikut terpancing dan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan, jurang kehinaan apa lagi sampai merugikan orang lain.

Ketiga, sabar dalam musibah. Musibah yang menimpa hendaknya diterima dengan sabar dan bertawakal kepada Allah. Hidup ini adalah perjuangan. Sedangkan perjuangan tidak luput dari ujian dan cobaan yang pasti diberikan Allah. Ujian itu bisa berupa ketakutan, musibah sakit, kelaparan, kekurangan harta benda, kematian dan lain sebagainya. (QS.2: 155)

Adapun ciri-ciri orang sabar adalah:

  • Tidak mudah tersinggung, atau berprasangka buruk kepada perilaku/perkataan orang lain.
  • Selalu tegar tatkala dilanda musibah atau diberi cobaan oleh Allah Swt.
  • Selalu tekun (bersabar) dalam meraih apa yang ingin ia raih. Karena ketekunan dan istiqomah merupakan bagian dari kesabaran diri dalam meraih apa yang ingin dicapai.

Itulah tadi pembahasan mengenai ciri-ciri orang Qana'ah, Zuhud dan Sabar. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A'lam

IKUTI BLOG