Pengertian Amar Ma'ruf Nahi Munkar Secara Bahasa dan Istilah

Daftar Isi
https://www.abusyuja.com/2021/01/pengertian-amar-maruf-nahi-munkar-secara-bahasa-istilah.html

Amar Ma'ruf Nahi Munkar – Pada kesempatan kali ini, kami ingin membahas secara singkat mengenai Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap Muslim Ahlussunnah Wal Jamaah. Berikut penjelasannya:

Pengertian Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah satu istilah yang memiliki dua komponen. Pertama, “Amar Ma’ruf” yang artinya mengajak kebaikan. Kedua, “Nahi Munkar” yang artinya mencegah keburukan atau kemungkaran.

Secara bahasa, Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah mencegah kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sedangkan secara istilah adalah tuntutan untuk selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama, serta menolak dan mencegah semua hal-hal yang dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan.

Amar Ma'ruf Nahi Munkar merupakan dua sendi yang mutlak diperlukan untuk menopang tata kehidupan yang diridai Allah. Menurut para ulama, Amar Ma’ruf memiliki arti mengajak atau mendorong perbuatan baik, baik yang bermanfaat bagi kehidupan duniawi dan ukhrawi. Sedangkan Nahi Munkar artinya menolak dan mencegah segala hal yang dapat merugikan, merusak, merendahkan, dan menjerumuskan nilai-nilai kehidupan.

Hanya dengan melaksanakan dua gerakan ini (Amar Ma'ruf Nahi Munkar), kehidupan lahiriah dan batiniah kita akan mencapai kebahagiaan.

Tujuan Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Adapun tujuan diterapkannya sikap Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah untuk menjunjung tinggi akhlaqul karimah (perilaku, sikap atau budi pekerti yang mulia). Contohnya:

  1. Menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran Islam. artinya selalu menghormati, mempertahankan, membela, dan menaati nilai-nilai ajaran Islam.
  2. Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Artinya kepentingan pribadi yang dapat merugikan kepentingan bersama tidak boleh didahulukan. Kepentingan yang lebih besar harus didahulukan, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan yang lebih kecil.
  3. Menjunjung tinggi sifat keikhlasan, berkhidmah, dan berjuang. Artinya berlaku ikhlas karena Allah Swt. dalam melakukan segala perbuatan tanpa membuang keyakinan dan harapan bahwa segala perbuatan baik pasti akan mendapatkan balasan dari Allah Swt.
  4. Menjunjung tinggi persaudaraan, persatuan, serta kasih-mengasihi. Artinya selalu berusaha menjaga sikap di atas kepada sesama warga nahdiyin, antara sesama muslim, antar sesama bangsa dan sesama umat Islam.
  5. Meluhurkan kemuliaan moral (akhlaqul karimah), dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Sikap ini menghendaki agar selalu berusaha menerapkan akhlaqul karimah kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Langkah awalnya adalah kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Jujur kepada Allah Swt., dan jujur kepada masyarakat.
  6. Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada agama, bangsa, dan negara. Artinya selalu siap menghormati, membela kepentingan dan taat kepada agama, bangsa dan Negara secara proporsional dan komprehensif, tidak mempertentangkan antara ketiganya. Membela kepentingan Bangsa dan Negara adalah juga bagian dari ajaran agama.
  7. Menjunjung tinggi nilai amal, kerja, dan prestasi sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt. Artinya berpendirian bahwa amal, kerja, dan prestasi (kemampuan melakukan tugas berhasil dengan baik) merupakan ibadah (pengabdian) kepada Allah Swt., di samping ibadah mahdhah (ibadah murni, terbatas) seperti puasa, salat, Haji, dan lain sebagainya.
  8. Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan serta ahli-ahlinya. Perilaku seperti ini dimaksudkan agar warga NU atau Ahlussunnah Wal Jamaah selalu berusaha menambah ilmu, baik ilmu tentang ayat-ayat yang berwujud ajaran agama maupun ayat-ayat Allah yang berwujud alam semesta. Selalu menghormati para ahli ilmi sebagai pembawa Khazanah ilmu yang mutlak diperlukan oleh umat manusia dalam menempuh kehidupan duniawi maupun ukhrawi.
  9. Selalu siap untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia. Maksudnya selalu menyadari bahwa alam semesta ini terus-menerus mengalami perubahan, tidak pernah berhenti. Kita harus selalu siap menghadapi perubahan-perubahan tersebut dan berusaha mengarahkannya. Setiap perubahan membawa dampak sendiri, ada kalanya positif dan ada kalanya negatif, dan yang paling banyak adalah yang berdampak ganda (membawa dampak positif sekaligus negatif). Perubahan yang berdampak positif diterima, dimanfaatkan dan kita berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan itu. Sedangkan perubahan yang negatif kita tolak, diminimalisasi, dan diusahakan agar menjadi positif.
  10. Menyusun tinggi kepeloporan dalam usaha mendorong, memacu, dan mempercepat perkembangan masyarakatnya. Artinya kita selalu berusaha memelopori, mendorong, mempercepat perkembangan masyarakat ke arah positif, bermanfaat, dan benar menurut agama dan akal sehat. Selalu mencari yang baru dan lebih baik serta tetap memelihara yang lama.
  11. Menjunjung tinggi kebersamaan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Maksudnya warga NU atau Ahlussunnah Wal Jamaah diharapkan selalu berusaha memelihara kebersamaan, kerukunan, kerjasama, saling membantu dalam menempuh kehidupan di antara bangsa dan kehidupan bernegara. Hal itu dilakukan untuk memelihara keutuhan bangsa, negara, dan mewujudkan kesejahteraan bersama.
Demikianlah pembahasan singkat mengenai Amar Ma'ruf Nahi Munkar secara bahasa dan istilah. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam
IKUTI BLOG