Inilah Hikmah Apabila Dibenci Oleh Orang Lain

https://www.abusyuja.com/2021/02/inilah-hikmah-apabila-dibenci-oleh-orang-lain.html
Bagaimana rasanya bila kita dibenci oleh orang lain. Kalau kita memikirkannya, tentu akan terasa sangat menyakitkan. Tidak ada orang yang berharap agar orang lain membencinya. Sebaliknya, semua orang ingin disukai orang lain. Misalnya, kita tidak bisa menghimpun rasa suka dari semua orang. Akan ada saatnya kita bertemu dengan orang yang tidak suka, bahkan  benci kepada kita. Namun kita tidak perlu terburu-buru bersedih apabila dibenci orang lain karena kita bisa menikmati asyiknya berburu hikmah dari permasalahan tersebut. Sesuai judul di atas, berikut kami paparkan beberapa hikmah apabila kita dibenci orang lain: 

Mengejar Keridhaan Allah Swt.

Kita tidak bisa menghimpun simpati semua orang karena masing-masing orang berbeda karakter dan kesukaannya. Oleh karena itu, kita tidak perlu menyibukkan diri dan menghabiskan waktu untuk melakukannya. Kita hanya perlu mengejar keridhaan Allah Swt. Tugas ini sejatinya tidak sulit karena Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an, tentang apa saja yang harus kita lakukan. Rasulullah pun telah mencontohkan langsung dalam perilakunya sehari-hari.

Seseorang yang dipuji-puji oleh banyak orang, baik dari segi kekayaan, kekuasaan, dan ketenarannya, tetap akan mendapatkan kerugian yang besar di penghujung hidupnya kalau ternyata Allah tidak meridhainya. Sebaliknya, orang yang jauh dari pujian sesama, asalkan ketakwaannya kepada Allah senantiasa dijaga, niscaya Allah meridhai dan memberikan keuntungan yang besar untuknya.

Fir’aun adalah raja yang kekuasaannya sangatlah luas. Rakyatnya sangat patuh, tidak ada yang berani membantahnya. Kehormatan sudah dimilikinya, tetapi ia membangkang kepada seruan Allah meskipun sebenarnya ia bisa melihat kebenaran. Akhirnya, Fir’aun dan pasukannya ditenggelamkan oleh Allah di Laut Merah.

Sebaliknya, sahabat Bilal bin Rabbah mulanya adalah seorang budak yang dipandang hina. Statusnya itu menjadikan orang tidak menghormatinya layaknya seorang manusia bebas. Akan tetapi, hatinya yang bening mampu melihat kebenaran dan ia pun mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi kepada Allah Swt. Bilal mendapatkan kehormatan. Rasulullah mengabarkan bahwa Bilal menjadi satu di antara beberapa orang yang telah mendapatkan garansi akan masuk surga.

Jika Allah sudah meridhai seseorang, maka Allah akan menjadikan hamba-hamba-Nya ridha dan cinta kepada orang itu. Sebaliknya, bila Allah murka kepada seseorang, maka orang lain akan ikut membenci dirinya.

Meneladani Rasulullah dan Orang Saleh

Dari orang-orang saleh, kita akan mendapatkan pelajaran tentang sikap yang baik dan utama. Coba kita renungkan sejarah Rasulullah Saw. Beliau adalah orang yang paling mulia di dunia. Kaum Kafir bisa dengan jelas melihat kemuliaan beliau dan mereka mengakuinya. Akan tetapi, mereka ingkar ketika Rasulullah menyeru kepada mereka tentang kebenaran. Tidak hanya itu, mereka ingin menghentikan rencana dakwah Rasulullah, bahkan membunuh beliau.

Hal ini menjadi pengingat agar tidak bersedih saat kita dibenci. Jangankan kita yang tidak sempurna, Rasulullah yang paling mulai pun menghadapi orang-orang yang membenci dirinya. Oleh sebab itu, kita harus memastikan bahwa kita sedang berjalan di atas rel yang benar. Biarlah orang lain membenci, yang paling penting kebenaran tetap kita genggam.

Kita juga harus ingat bahwa kita tidak bisa memaksakan penilaian orang lain kepada kita. Maka, jangan menginginkan semua orang suka kepada diri kita. karena kita tidak membutuhkannya. Yang kita perlu lakukan adalah hanya satu, yaitu keridhaan Allah Swt. Bila Allah sudah ridha, maka baiklah hidup kita di dunia dan akhirat. Tidak ada yang bisa mengurangi keberuntungan orang-orang yang sudah diridhai Allah Swt.

Berbahagialah apabila kita menggenggam kebenaran. Jangan patah hati bila mengetahui atau berhadapan dengan orang-orang yang membenci kita, karena Allah Swt. bersama kita, Dia bersama hamba-hamba memegang kebenaran.

Adapun orang-orang yang membenci kebenaran dan penegak-penegaknya, imam besar mereka adalah iblis. Orang yang bertahan dalam kebenaran kelak akan berkumpul di surga, sementara orang-orang yang suka membenci kebenaran kelak akan mendapatkan siksaan yang pedih di neraka.

Terakhir, berbahagialah karena telah diizinkan oleh Allah untuk menemukan kebenaran, dan hendaknya kita mempertahankannya. Tidak peduli seberapa banyak orang yang membenci.

Itulah beberapa hikmah apabila kita dibenci orang lain. Jangan malu apalagi bersedih, selagi kita benar, maka pendirian itu harus tetap kita tegakkan. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel