Mendapat Early Warning Dari Allah Berkat Salat Dhuha

Mendapat Early Warning Dari Allah Berkat Salat Dhuha
Berikut adalah kisah dari saudara Eko P. Pratomo, Presiden Direktur PT. Fortis Investments dan Pendiri Yayasan Syamsi Dhuha.

Apapun yang datang dari Allah Swt., baik kebahagiaan maupun musibah, adalah karunia sehingga selalu baik adanya. Keyakinan itu tertanam kuat dalam diri Eko P. Pratomo, Presiden Direktur PT. Fortis Investments. Namun, untuk sampai pada keyakinan tersebut, alumnus Teknik Mesin Penerbangan ITB ini mengaku, melalui jalan yang tak mudah. 

Suami dari Dian Syarief ini mengungkapkan, ujian yang dialami istri tercintanya menjadi sebuah titik balik dalam hidupnya. Pada 1999, Dian Syarief yang mantan public relation Bank Bali itu dinyatakan mengidap lupus, penyakit yang hingga kini belum ditemukan penyebab dan obatnya. 

Sejak itu, kehidupan pasangan ini pun berubah. Dian harus keluar masuk rumah sakit, tak cuma di tanah air tetapi juga ke mancanegara. Bahkan, Dian harus kehilangan 95 persen penglihatannya. 

''Waktu itu sempat bertanya, mengapa kami yang mengalaminya. Tapi seiring perjalanan waktu, kami menyadari bahwa itu adalah yang terbaik yang diberikan Allah.” 

Eko mengungkapkan, sebelum istrinya sakit, ia terlebih dulu mengalami suatu masalah dalam pekerjaan. Kala itu, alumnus jurusan Aeronautical Engineering, Delft University, Belanda ini mengaku mengalami kebosanan yang luar biasa dalam bekerja. ''Bagi saya, kalau saya bangun pagi dan saya merasa berat untuk bekerja, itu suatu masalah,'' ujarnya. Yang kemudian memberikan dukungan, membesarkan hati, dan mendorongnya untuk bangkit adalah istrinya. 

Saat itu pula, Eko dipertemukan dengan beberapa orang yang membuatnya merasa harus semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bahkan, dokter yang menangani kasusnya mengatakan bahwa ia tak mengalami masalah apapun dalam pekerjaan. ''Menurut dokter itu, masalahnya adalah keimanan, jiwa ini kosong,'' tuturnya. 

Ketika kemudian istrinya sakit, Eko pun baru paham bahwa tampaknya Allah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian yang lebih besar lagi. ''Waktu itu, Dian bertanya, mengapa dia harus mendapat ujian seperti ini, ia merasa tak pernah menyakiti orang lain, tak punya musuh. Itu menjadi sebuah awal bagi kami untuk mencari tahu dan bertanya, akhirnya menemukan jawaban,'' kata penulis beberapa judul buku ini. 

Jawaban yang diperolehnya adalah bahwa apapun yang diberikan Allah kepada hamba-Nya pasti baik. Karena, tanpa musibah yang dialaminya dan istrinya, Eko mengaku tak akan pernah sampai dalam kondisi yang sekarang. Yakni, meyakini kebenaran Al-Qur’an secara mendalam dan merasakan banyak keajaiban dalam hidupnya. 

''Pertolongan Allah datang dari tempat yang tidak diduga,'' ujarnya. 

Eko pun kemudian menganggap bahwa ujian yang diberikan kepadanya dan istrinya saat ini adalah bentuk early warning dari Allah untuk meluruskan langkah. ''Kita bersyukur, karena kita sempat diberi early warning. Allah masih memberikan kita kesempatan untuk berikhtiar.”' 

Kini, kehidupan dijalaninya dengan lebih tenang. Salah satu bekal yang dilakukan untuk kehidupan di akhirat kelak adalah mendirikan Yayasan Syamsi Dhuha yang diketuai istrinya. Yayasan ini bergerak dalam banyak bidang termasuk edukasi dan pendampingan bagi para odapus dan sahabat low vision. ''Kita ingin berbagi pengalaman, sebagai pendamping odapus dan low vision. Kita ingin berbuat sesuatu untuk orang lain,'' katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel