Pengertian Hisab Urfi dan Hisab Hakiki

Pengertian Hisab Urfi dan Hisab Hakiki
Sesuai judul di atas, kami ingin mengulas sedikit mengenai Hisab Urfi dan Hisab Hakiki yang umumnya digunakan dalam ilmu falak. Berikut penjelasannya:

1. Pengertian Hisab Urfi

Hisab Urfi adalah sistem perhitungan penentuan awal bulan kamariah yang didasarkan pada waktu rata-rata peredaran bulan mengelilingi bumi yang menempuh rentang waktu 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik.

Disebut dengan Hisab Urfi karena sistem ini menetapkan bahwa untuk tiap-tiap bulan ganjil berumur 30 hari dan bulan genap berumur 29 hari kecuali bulan yang ke-12 (Dzulhijjah) pada tahun-tahun kabisat ditetapkan bermur 30 hari.

Dalam praktiknya, sistem ini tidak lagi memperhatikan posisi bulan melainkan hanya menggunakan cara-cara tertentu yang sudah beraturan secara permanen tidak ubahnya sistem perhitungan kalender Masehi.

2. Pengertian Hisab Hakiki

Hisab Hakiki adalah sistem perhitungan penentuan awal bulan kamariah berdasarkan posisi bulan baik yang dikaitkan dengan bidang ekliptika pada bola langit atau bidang horizontal pada permukaan bumi.

Hisab Hakiki sendiri dibedakan menjadi tiga macam:

a. Hisab Hakiki Taqribi

atau yang dikenal dengan metode klasik atau tradisional. Disebut dengan Hisab Hakiki Taqribi karena hasil perhitungannya menunjukkan tingkat kurang lebih.

Metode ini dalam menentukan posisi hilal awal bulan dengan cara menentukan terlebih dahulu saat ijtima’ hakiki, ijtima’ rata-rata, kemudian waktu ijtima’ rata-rata dikoreksi dengan mengurangi hasil pembagian selisih kecepatan bulan meninggalkan matahari.

Jarak antara bulan dan matahari diketahui dengan cara mengoreksi posisi bulan dan matahari rata-rata sebanyak tiga kali. Kemudian tinggi hilal ditentukan dengan membagi dua selisih waktu matahari terbenam dengan waktu ijtima’. Di antara yang termasuk metode ini adalah kitab Sulamun Nayyarain, Fathurrafil Mannan dan Qawaidul Falakiyah.

b. Hisab Hakiki Tahkiki

Metode ini adalah metode gabungan antara klasik dan modern, di samping sudah menggunakan kaidah-kaidah matematika modern, juga dalam menghitung tinggi hilal pada awal bulan, pertama-tama menentukan posisi rata-rata bulan dan matahari pada bola langit pada waktu matahari terbenam akhir bulan.

Kemudian dikoreksi rata-rata sebanyak lima kali dan hitungan parallax serta refraksinya. Yang termasuk dalam hisab ini adalah kitab al-Khuashah al-Wafiyah, Intifaqu Dzatilbaik, Hisab Hakiki dan Nurul Anwar.

c. Hisab Kontemporer

Metode hisab ini pada dasarnya sama dengan metode hisab Hakiki dan Tahkiki yang telah disebutkan di atas, yaitu mengutamakan kaidah-kaidah matematika modern, akan tetapi di dalamnya menggunaan koreksi yang cukup banyak dan teliti serta menggunakan adat astronomis kontemporer dan kaidah-kaidah matematika kontemporer. Adapun buku-buku yang menggunakan metode ini adalah New Comb, Nautical Almanak, dan American Ephemeris.

Itulah pengertian Hisab Urfi dan Hisab Hakiki yang biasa kita temukan dalam pembahasan Ilmu Falak. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel