Dilema Azan Saat Jam Sekolah

Bagaimana sikap yang harus dilakukan apabila mendengar azan di tengah-tengah aktivitas kita, seperti pada jam sekolah, mengajar, bekerja, dan lain sebagainya?

Menyinggung soal azan, tentu hal ini tak lepas dari yang namanya etika ketika mendengarkan azan. Lalu bagaimana menyikapi orang-orang yang mengatakan bahwa “ilmu itu harus didahulukan dan paling utama”, sehingga orang yang berprinsip demikian akan dengan mudah mengabaikan suara azan.

Dilema Azan Saat Jam Sekolah

Masih banyak kita temukan beberapa guru yang menyatakan dengan mantap bahwa saat proses belajar mengajar, azan tidak perlu dijawab, karena berproses dalam ilmu lebih penting daripada diam sejenak untuk menghormati azan.

Tetapi Alhamdulillah, masih banyak juga guru-guru yang menyadari bahwa setiap sunah itu memiliki waktu khusus. Dan apabila tidak dilakukan pada tempatnya, maka kesunahan itu akan gugur.

Sama halnya dengan menjawab azan, menjawab azan ada waktunya, belajar pun juga ada waktunya, berzikir ada waktunya, membaca Al-Qur’an pun juga ada waktunya. Banyak orang yang tidak menjawab azan karena merasa memiliki suatu aktivitas yang lebih penting.

Padahal, Nabi Saw. menjanjikan surga bagi mereka yang mau menjawab azan dengan ikhlas. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa mengucapkan seperti yang dikumandangkan oleh muazin dengan yakin, maka ia akan masuk surga.” (HR. Nasa’i)

Mungkin hadis di atas tidak mempan bagi orang-orang yang hatinya keras dan terlalu berpikir rasional, seperti pemikiran berikut, “Memang imbalan menjawab azan adalah masuk surga, tetapi percuma kalau tidak salat, tidak membayar zakat, selalu berbuat maksiat, dan dosa-dosa lainnya.”

Dalam kitab Hasyiyah I’anah ath-Talibin dijelaskan:

Setiap sunah memiliki waktu khusus. Menjawab azan ada waktunya, belajar ada waktunya, bertasbih ada waktunya, membaca Al-Qur’an ada waktunya. Banyak orang yang tidak mau menjawab azan. Bahkan terkadang sampai tidak salat berjamaah hingga orang-orang selesai jamaah saat mereka masih belajar ilmu nahwu, ushul, atau fiqih. Mereka mengatakan, “Ilmu mutlak harus didahulukan”. Padahal yang benar tidak seperti itu. Dalam masalah ini terdapat perincian. Tidak semua ilmu harus didahulukan pada saat ini daripada salat jamaah.” (I’anah ath-Talibin, Juz 1: 241)

Kesimpulannya, pengambilan sikap yang paling baik ketika azan dikumandangkan adalah menghentikan segala aktivitas yang kita lakukan sembari menjawabnya. Bahkan saat membaca Al-Qur'an sekalipun, kita tetap disunahkan berhenti dan menjawabnya. Tetapi kalau azan yang berasal dari TV atau rekaman kaset, maka tidak disunahkan. Atau saat kita berada di WC atau tempat-tempat kotor lainnya, maka dimakruhkan menjawab azan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel