Apa Bedanya Iblis Dengan Setan?

Daftar Isi

Apa Bedanya Iblis Dengan Setan?
Abusyuja.com – Iblis adalah nama yang berasal dari bahasa ajam. Di dalam ilmu Nahwu, ajam atau ajamiyah adalah bentuk kata yang bukan berasal dari bahasa Arab. Artinya, ia termasuk kata yang tidak boleh ditanwin karena termasuk dalam kategori isim ghairu munsharif.

Tetapi menurut beberapa ahli bahasa lain, kata “iblis” ada yang mengatakan berasal dari bahasa arab yaitu “iblas”, yang artinya “putus asa dari rahmat atau kasih saya Tuhan”, atau “Sosok yang jauh dari kebaikan”.

Iblis adalah nenek moyang dari seluruh setan. Bisa dikata bahwa ia adalah sosok ayah pertama bagi mereka.

Sedangkan setan adalah golongan yang bejat dari alam bangsa jin. Setan juga dapat diartikan sebagai suatu hal yang keterlaluan bejatnya, baik dari golongan manusia, jin, atau binatang.

Adapun “setan” yang lazimnya dimaksudkan dalam agama adalah setan yang berasal dari alam jin.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa setan tidak bisa diartikan sebagai sosok makhluk halus yang gentayangan sebagaimana visualisasi yang ada di film-film.

Setan adalah julukan bagi makhluk yang bejat, sosok yang ingkar, sosok yang tak patuh, dan sosok yang hina di sisi Allah. Entah sikap itu berasal dari manusia, bangsa jin, bahkan dari hewan sekalipun.

Iblis yang merupakan sosok nenek moyang setan akan tetap hidup sampai akhir kiamat. Ia sendiri dulu pernah meminta kepada Allah agar tidak dimatikan sampai hari kiamat dan permintaannya pun dikabulkan oleh Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Shad ayat 81-82:

“Engkau termasuk golongan yang diberi tangguh sampai waktu hari dimaklumi (hari kiamat).” (QS. Shad: 81-82)

Adapun Malaikat dan setan adalah dua sosok yang sangat berlainan. Malaikat diciptakan semata-mata untuk patuh kepada Allah. Sedangkan setan ditujukan untuk membangkang kepada perintah Allah, mengajak ke arah kehancuran, kebinasaan, perpecahan, dan kerusakan total.

Maka dari itu, tidak ada satu kejahatan pun di dunia ini yang tidak ada hubungannya dengan setan. Jadi semua kejahatan pasti ada hubungannya dengan pengaruh setan.

Setan sedari dulu memang memiliki tugas khusus mengajak dan mempengaruhi orang-orang untuk berbuat keburukan yang pada lahiriahnya ditampakkan sebagai keindahan dan hiasan. Mereka juga dapat membuat kekufuran dan kemaksiatan terkesan lebih indah di mata orang-orang.

Mereka pula yang ikut memegang peranan utama dalam penentuan dakwah Islam. Mereka juga gemar menanamkan kebencian, permusuhan, serta perselisihan antar umat manusia.

Sebenarnya kerusakan bangsa, akhlak, siasat, politik, ekonomi, dan kerusakan lain yang dialami oleh umat manusia itu semuanya adalah hasil karya setan.

Satu-satunya cara agar terhindar dari fitnah setan adalah berlindung kepada Allah Swt. Sebab, hanya Dia-lah yang mampu mengatur segalanya, termasuk mengatur perilaku mereka. Wallahu A’lam

IKUTI BLOG