Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Download Kitab Abwabul Faraj PDF

Abusyuja.com – Kitab Abwabul Faraj adalah kumpulan doa dan wirid penuntas berbagai masalah. Sesuai namanya, arti dari Abwabul Faraj adalah “pintu-pintu solusi hidup”.

Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk berdoa kepada Allah, karena berdoa adalah inti dari ibadah. Doa adalah salah satu penyebab terkuat dalam menolak hal-hal yang tidak disukai, musuh dari segala bencana, serta mencegah dari berbagai hal yang bersifat negatif.

Kitab Abwabul Faraj menyajikan sejumlah doa dan wirid lengkap dengan keistimewaannya. Kitab ini disusun oleh ulama besar bernama Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani.

Kitab ini telah terbukti dari masa ke masa dan diwariskan kepada kita umat muslim untuk menghadapi aneka masalah hidup yang datang silih berganti.

Dari urusan duniawi, seperti menepis kesulitan, membayar hutang, mempermudah rezeki, hingga urusan ukhrawi seperti kebahagiaan kekal di akhirat.

Sekilas Tentang Pengarang Kitab Abwabul Faraj

Kitab Abwabul Faraj dikarang oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani. Beliau adalah seorang “Sayyid” dengan garis keturunan mulia yang sanadnya langsung bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.


Beliau lahir di Makkah, Hijaz, Arab Saudi, pada tahun 1944 M (1367 H) dan meninggal pada 2004 M (1425 H). Dikenal sebagai guru para ulama yang memilik kerendahan hati di kalangan muridnya. Beliau sangat enggan mempertentangkan pendapat ulama satu dengan lainnya meski memiliki keilmuan yang cukup tinggi di bidang tafsir, akidah, hadis, usul fikih, dan masih banyak lagi.

Beliau selalu sabar dengan beberapa pihak yang memiliki pandangan berbeda dengannya, sebab beliau tahun persisi bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamannya.

Beliau sadar bahwa pertikaian tersebut adalah “celah” untuk musuh Islam. Dengan penuh keikhlasan, beliau selalu menghormati orang-orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya.

Dalam hal syiar Islam, beliau tidak pernah membatasi pengajaran pada batasan ilmu tertentu. Beliau menggelar pengajian selepas salat magrib sampai Isya setiap harinya.

Beliau pernah membuat rumah belajar yang dapat menampung ratusan murid per hari. Rumah tersebut terletak di Hay al-Rashifah, pinggiran kota Mina, Arab Saudi.

Setiap Ramadan dan hari raya, beliau terbuka untuk semua tamu tanpa memilih golongan atau derajat. Muridnya ratusan, bahkan ribuan, dari berbagai penjuru dunia.

Murid-murid yang belajar, makan, dan minum di sana tidak dipungut biaya sepeser pun. Bahkan beliau kerap kali memberi beasiswa kepada para muridnya yang berprestasi sebagai uang saku.

Setelah ilmunya dianggap cukup selama belajar beberapa tahun, para murid tersebut kemudian dipulangkan di negaranya masing-masing untuk syiar agama Islam.

Beliau diberi gelar “guru para ulama” karena telah melahirkan ulama-ulama besar di Nusantara.

Di antara murid-murid beliau yang menjadi ulama besar di Indonesia adalah KH. Maimoen Zubair (Guru dari Gus Baha’), KH. Ubaidillah Faqih, KH. Ali Imran, Habib Abdul Qadir al-Hadad, KH. Thohir al-Kaf, KH. Ali Karror, KH. Muhaimin, Habib Muhammad al-Haddad, KH. Ihya’ Ulumuddin, dan masih banyak lagi.

Para ulama ini terhimpun dalam organisasi bernama Hai’ah Asshofwah. Organisasi tersebut menghimpun para murid Sayyid Maliki.

Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah ini meninggal pada 10 Mei 2004 di usianya yang sudah menginjak 60 tahun. Beliau dimakamkan di Jannatul Mu'alla (Mbah Moen juga dimakamkan di sini). Konon, warga yang ikut hadir mengikuti prosesi pemakaman beliau berjumlah jutaan orang.

Download Kitab Abwabul Faraj PDF

Sesuai judul di atas, berikut link download Kitab Abwabul Faraj PDF:

Download kitab Abwabul Faraj PDF Arab Saja

Download kitab Abwabul Faraj PDF (Alternatif)

(Link akan diperbaharui ketika ada versi terjemahnya)

Untuk mendukung UMKM yang menyediakan berbagai kitab fisik, kami menyarankan Anda juga perlu memiliki versi terbitannya yang telah beredar banyak di toko-toko offline maupun online.

Demikianlah link download kitab Abwabul Faraj lengkap dengan biografi singkat pengarangnya. Semoga apa yang kami bagikan bermanfaat. Wallahu A’lam