Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Download Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh PDF

Download Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh PDF
Abusyuja.com – Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh adalah kitab yang membahas tentang fikih keluarga (rumah tangga). Judul kitab ini berarti Etika Islam dalam Mengamen Keluarga. 

Kita tahu, rumah tangga adalah miniatur kehidupan di dalam bermasyarakat. Setiap keluarga pasti memiliki peran dan tanggungjawabnya masing-masing dalam pembentukan masyarakat yang baik. Dalam hal ini, Islam telah mengatur hak dan kewajiban keluarga (suami-istri), baik secara individual maupun secara kolegial.

Kitab yang dikarang Sayyid Muhammad al-Maliki ini tergolong baru apabila dibandingkan dengan kitab-kitab relasi suami-istri karya ulama-ulama terdahulu, seperti Qurratul Uyun karya Syekh Muhammad at-Tahami bin Madani, atau Al-Usrah Kama Yuriduha al-Islam karya Yusuf Qardhawi.

Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh ini tergolong kitab sederhana dan praktis. Gaya bahasa yang digunakan dapat mudah dipahami dan pembahasannya relatif singkat (Mujaz).

Kitab ini membahas kurang lebih 47 topik terkait fikih keluarga, mulai dari khitbah (tunangan), akad nikah, pemilihan calon pasangan yang ideal, pola asuh anak, bahkan sampai topik aborsi.

Secara garis besar, kitab ini terbagi menjadi empat bagian:

Pertama, kajian tentang historis pernikahan Pra-Islam.

Kedua, kajian tentang nilai, prinsip, dan aturan pernikahan dalam Islam.

Ketiga, kajian pola relasi dan pengaturan internal dan eksternal dalam rumah tangga.

Keempat, kajian kasuistik tentang isu-isu fikih perempuan.

Sekilas Tentang Pengarang Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh

Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh dikarang oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani. Beliau adalah seorang “Sayyid” dengan garis keturunan mulia yang sanadnya langsung bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Beliau lahir di Makkah, Hijaz, Arab Saudi, pada tahun 1944 M (1367 H) dan meninggal pada 2004 M (1425 H). Dikenal sebagai guru para ulama yang memilik kerendahan hati di kalangan muridnya. Beliau sangat enggan mempertentangkan pendapat ulama satu dengan lainnya meski memiliki keilmuan yang cukup tinggi di bidang tafsir, akidah, hadis, usul fikih, dan masih banyak lagi.

Beliau selalu sabar dengan beberapa pihak yang memiliki pandangan berbeda dengannya, sebab beliau tahun persisi bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamannya.

Beliau sadar bahwa pertikaian tersebut adalah “celah” untuk musuh Islam. Dengan penuh keikhlasan, beliau selalu menghormati orang-orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya.

Dalam hal syiar Islam, beliau tidak pernah membatasi pengajaran pada batasan ilmu tertentu. Beliau menggelar pengajian selepas salat magrib sampai Isya setiap harinya.

Beliau pernah membuat rumah belajar yang dapat menampung ratusan murid per hari. Rumah tersebut terletak di Hay al-Rashifah, pinggiran kota Mina, Arab Saudi.

Setiap Ramadan dan hari raya, beliau terbuka untuk semua tamu tanpa memilih golongan atau derajat. Muridnya ratusan, bahkan ribuan, dari berbagai penjuru dunia.

Murid-murid yang belajar, makan, dan minum di sana tidak dipungut biaya sepeser pun. Bahkan beliau kerap kali memberi beasiswa kepada para muridnya yang berprestasi sebagai uang saku.

Setelah ilmunya dianggap cukup selama belajar beberapa tahun, para murid tersebut kemudian dipulangkan di negaranya masing-masing untuk syiar agama Islam.

Beliau diberi gelar “guru para ulama” karena telah melahirkan ulama-ulama besar di Nusantara.

Di antara murid-murid beliau yang menjadi ulama besar di Indonesia adalah KH. Maimoen Zubair (Guru dari Gus Baha’), KH. Ubaidillah Faqih, KH. Ali Imran, Habib Abdul Qadir al-Hadad, KH. Thohir al-Kaf, KH. Ali Karror, KH. Muhaimin, Habib Muhammad al-Haddad, KH. Ihya’ Ulumuddin, dan masih banyak lagi.

Para ulama ini terhimpun dalam organisasi bernama Hai’ah Asshofwah. Organisasi tersebut menghimpun para murid Sayyid Maliki.

Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah ini meninggal pada 10 Mei 2004 di usianya yang sudah menginjak 60 tahun. Beliau dimakamkan di Jannatul Mu'alla (Mbah Moen juga dimakamkan di sini). Konon, warga yang ikut hadir mengikuti prosesi pemakaman beliau berjumlah jutaan orang.

Download Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh PDF

Sesuai judul di atas, Abusyuja.com akan membagikan link download Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh versi PDF. Berikut link downloadnya:


Download Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh PDF

Download Kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh PDF (Link Alternatif)

(Akan diupdate ketika versi terjemahnya tersedia)


Untuk mendukung UMKM yang menyediakan berbagai kitab fisik, kami menyarankan Anda juga perlu memiliki versi terbitannya yang telah beredar banyak di toko-toko offline maupun online

Demikian pembahasan mengenai kitab Adabul Islam fi Nidhomil Usroh lengkap dengan link downloadnya. Semoga apa yang kami bagikan bermanfaat. Wallahu A’lam