Berhijrah di Jalan Allah Sebelum Nikah

Daftar Isi

Berhijrah di Jalan Allah Sebelum Nikah
Abusyuja.com – Bagaimana mungkin dosa bisa hilang jika teman maupun lingkungan kita berpotensi menjerumuskan kita untuk kembali ke dosa tersebut?

Maka, selain jalan istigfar, jalan lainnya untuk mengikis dosa adalah dengan pernikahan.

Ya, pernikahan menjadi jalan yang cukup mujarab agar seorang hamba berhijrah kepada Allah secara istikamah dengan memutus mata rantai yang mendukung agar tidak kembali pada dosa.

Kedua hal itu (lingkungan dan kawan) adalah penghambat terbesar seorang muslim / muslimat menikah. Maka, cara terbaik untuk keluar dari hal itu adalah dengan meninggalkan semuanya, melepas dan meninggalkan semua itu hingga tidak pernah diingat lagi dalam kenangan kelam.

Cara termudah agar semua kenangan kelam tidak kembali adalah dengan cara menikah. Menikah sama saja dengan hijrah, untuk menanggulangi masuknya lagi kawan-kawan lama, lingkungan yang rusak, dan hal-hal buruk lain.

Menikah dan Hijrah

Menikah berarti hijrah dari keadaan jahiliah menuju kehidupan yang terpelihara, asalkan kita (bagi istri) memiliki pasangan suami yang saleh, suami yang mampu membimbing istrinya memasuki lembaran-lembaran hidup baru. Tutup buku terhadap masa lalu.

Jika memang punya aib, tak perlu diceritakan karena hamba yang beriman harus menutupinya. Jangan seperti orang yang dibenci Allah karena Allah telah menutup aibnya, tapi ia membukanya sendiri dengan mengatakan ini dan itu.

Menikah dan Bertobat

Menikah berarti pula bertobat. Ajaklah pasangan kita untuk memerangi teman-teman masa lalu yang sekiranya mengabaikan kita pada dosa dan kemaksiatan.

Ajaklah pula untuk tidak kembali kepada suasana zaman dulu, keadaan-keadaan, tempat-tempat, dan lingkungan yang sekiranya mengabaikan kita pada dosa dan kemaksiatan.

Ajaklah pasangan untuk bekerja sama. Ajak berkomunikasi dalam rangka bukan untuk menimbulkan aib, tetapi mencari solusi terbaik agar kita tidak terjebak terus ke masa lalu dan bisa segera move on.

Diakui atau tidak, setiap orang pasti pernah memiliki masa lalu yang kelam. Ada yang menjadi playboy atau playgirl, punya banyak pacar, dan setiap pacaran itu selalu berkutat pada perzinaan.

Maka, pernikahan adalah membuka lembaran baru, memulai hidup baru dengan pasangan kita, pasangan yang sama-sama tak kita ketahu jejaknya.

Hijrah Hakiki

Berhijrah bukan berarti perpindahan fisik saja, tetapi berhijrah adalah perpindahan pikiran dan perpindahan pergaulan. Dilihat dari akar katanya, berhijrah adalah menjauhkan diri atau meninggalkan dai darul kufur menuju darul islam.

Kata ini merujuk pada sejarah perpindahan Rasulullah dan pengikut muslim dari Mekkah ke Madinah.

Hijrah dilakukan dengan niat sungguh-sungguh karena Allah. Artinya, jika ia menginginkan agar dengan hijrah itu Allah menghapus dosanya, membuka lembaran baru untuknya, dan menegakkan agamanya, maka inilah niat yang paling benar. Bahkan, dengan hijrah itu, Allah meridai sisi hidunya untuk istikamah di jalan-Nya.

Nikah = Hijrah = Dunia Baru

Seorang muslim sering mengatakan kehidupannya setelah menikah benar-benar hidup dan benar-benar baru.

Hidup yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya yang gelap dan bergelimang kemaksiatan.

Menikah benar-benar seperti memasuki dunia baru yang sebelumnya tak pernah dimasukinya.

Seorang muslimat akan disibukkan dengan mengurus anak, suami, dan urusan rumah tangga yang kesemuanya itu sangat menyulitkan diri, membuatnya berkeringat dan repot, tetapi anehnya, justru itu yang dia suka.

Dengan menikah, seorang muslimat dapat meraih surga lebih cepat dan lebih dekat, yakni dengan berjihad di rumah tangganya dan melayani suaminya. Hal itu adalah surga yang paling mudah diraih oleh seorang wanita.

Dengan menikah, seorang muslimat akan memiliki teman baru, pendamping hidup yang sejati, yang akan menemaninya di akhirat.

Ia juga akan memiliki lingkungan baru yang lebih selamat. Jika sebelumnya teman-temannya selalu mengajak kepada kemaksiatan, sekarang teman-teman barunya itu mengajak pada kesalehan, membimbing 24 jam, dan mengarahkannya untuk ke surga. Wallahu A’lam

IKUTI BLOG