Penjelasan Puasa Ramadhan Lengkap dengan Dalilnya

Daftar Isi

Penjelasan Puasa Ramadhan Lengkap dengan Dalilnya
Abusyuja.com - Puasa dalam istilah ulama kita biasa disebut dengan syariah qadimah, yakni ajaran yang juga diberlakukan Allah kepada para umat-umat terdahulu, bukan hanya umatnya Nabi Muhammad saw. Artinya, pada masa nabi Musa, nabi Sulaiman, dan nabi-nabi lainnya, semua diwajibkan berpuasa.

Dalil Puasa dalam Al-Qur'an

Perintah puasa tertuang dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Dalil Puasa dalam Hadis

Dalam hadis riwayat Bukhari dijelaskan:

"Salah seorang sahabat bertanya, 'Kabarkan kepada saya apa yang diwajibkan bagi saya untuk puasa?' Kemudian Nabi saw. menjawab, 'Puasa bulan Ramadan, kecuali jika engkau berpuasa sunah'". (HR. Bukhari)

Definisi Puasa dalam Islam

Dalam Islam, puasa atau shaum merupakan tindakan menahan diri. Setiap bentuk menahan diri dan diam disebut Puasa.

Dalam Kitab Majmu' karya Imam Nawawi Juz 6 halaman 247 dijelaskan:

Menurut pandangan syariat, puasa adalah menahan diri dari hal-hal tertentu (yang membatalkan puasa), di masa tertentu (pada saat bulan Ramadan), dan orang tertentu.

Disyariatkannya Puasa Ramadan

Puasa Ramadan disyariatkan pada tahun ke-2 setelah Nabi Hijrah dari Mekah ke Madinah. Nabi saw. berpuasa di bulan Ramadhan sebanyak 9 kali. Sebab puasa Ramadan diwajibkan pada bulan Syakban tahun kedua Hijriah. Dan beliau wafat pada Rabiulawal tahun 11 setelah Hijrah. (Majmu' Imam Nawawi, Juz 6, h. 250)

Siapa Saja yang Diwajibkan Puasa?

Syekh Syairazi pernah berkata, "Puasa Ramadan diwajibkan bagi setiap muslim yang dewasa, berakal, suci dari haid dan nifas, mampu melakukan puasa, dan tidak sedang dalam perjalanan."

Artinya, bagi mereka yang tidak termasuk ke dalam golongan di atas tidak diwajibkan berpuasa.

Adapun kewajiban selama berpuasa adalah menahan diri untuk tidak mengonsumsi hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Sebagaimana firman Allah Swt.:

"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..." (QS. Al-Baqarah: 187)

Niat Puasa

"Barang siapa yang tidak niat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Daruquthni)

Di Indonesia, setelah salat tarawih biasanya diajarkan untuk melafalkan niat puasa bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk menghindari kelupaan niat puasa yang dapat mengakibatkan puasa tidak sah.

Sekali lagi kami tegaskan, hukum niat puasa Ramadan adalah wajib. Jika lupa niat, apalagi sengaja, maka hukumnya tidak sah.

Demikian kajian singkat mengenai puasa Ramadan lengkap dengan dalil-dalilnya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A'lam

IKUTI BLOG