4 Jenis Filsafat Metafisika dan Penjelasannya (Ontologi)

Daftar Isi

4 Jenis Filsafat Metafisika dan Penjelasannya
Abusyuja.com – Di dalam pembahasan ontologi, seseorang akan berhadapan dengan suatu permasalahan, yakni bagaimana kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini?

Dua jenis kenyataan yang harus dihadapi oleh seseorang yaitu:

Pertama, kenyataan materi (kebendaan), atau disebut sebagai fisika.

Kedua, kenyataan rohani (kejiwaan), atau disebut sebagai metafisika.

Untuk menjembatani dua jenis kenyataan tersebut, maka ontologi mempersoalkan bagaimana hakikat dan hubungan antara dua macam kenyataan tersebut?

Apakah dua macam kenyataan ini berlainan, atau merupakan satu hakikat yang mengandung dua kenyataan?

Dari pembahasan-pembahasan tersebut kemudian muncul empat jenis pendapat di dalam filsafat metafisika.

  • Aliran dualisme (serba dua).
  • Aliran materialisme.
  • Aliran idealisme.
  • Aliran agnostisme/agnostik.

1. Aliran Dualisme (serba dua)

Aliran dualisme berpendapat bahwa alam terdiri dari dua macam hakikat sebagai asal sumbernya, yaitu hakikat materi dan rohani.

Kedua hakikat tersebut berdiri sendiri dan pada umumnya seseorang tidaklah sulit dalam memahami aliran ini.

Sebab, kenyataan lahir dapat segera ditangkap oleh pancaindra, sedangkan kenyataan batin tidak dapat segera ditangkap oleh pancaindra padahal kenyataan batin dapat segera diakui adanya oleh akal dan perasaan hidup.

2. Aliran Materialisme

Aliran ini berpendapat bahwa yang ada hanyalah materi dan bahwa segala sesuatu yang lainnya yang kita sebut dengan jiwa atau roh, bukanlah suatu kenyataan yang kita sebut dengan jiwa atau roh, bukanlah suatu kenyataan yang berdiri sendiri.

Jiwa dan roh menurut aliran materialisme hanyalah merupakan akibat saja daripada proses gerak kebendaan dengan salah satu cara tertentu.

Aliran ini berkembang pesat pada abad XIX pada zaman Aufklarung (Pencerahan), karena orang tertarik pada prioritas rasionalitas (kebijaksanaan akal) dan pentingnya pengalaman (empirisme) sehingga paham ini berpegang pada kenyataan-kenyataan yang mudah dimengerti dan teori-teorinya berdasarkan pengetahuan yang sudah umum.

3. Aliran Idealisme

Aliran juga disebut dengan aliran spiritualisme idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan yang beraneka warna ini semua berasal dari roh atau sejenis dengan hal tersebut, yaitu sesuatu yang tidak mempunyai bentuk dan tidak mempunyai ruang.

Menurut pandangan aliran ini, roh lebih berharga dan lebih tinggi nilainya dari materi di dalam kehidupan manusia.

Aliran ini menganggap bahwa roh adalah hakikat yang sebenarnya sehingga materi hanyalah badannya, bayangan atau penjelmaan saja.

4. Aliran Agnostisme/Agnostik

Aliran ini menyangkal dan mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat seperti yang dikehendaki oleh ilmu metafisika, baik hakikat materi maupun hakikat rohani.

Itulah 4 jenis filsafat ilmu lengkap dengan penjelasan sederhananya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat.

Sumber Referensi:

Dr. Drs. H. Amran Suaidi, S.H., M. Hum., M.M, Filsafat Hukum, (Jakarta: Prenadamedia), 2019.

IKUTI BLOG