Proses Menyamak Kulit Bangkai Binatang Beserta Pembagian Hukumnya

Bismilahirrahmaanirrahim...
Pada kesempatan kaliini kita agak meluas membahas mengenai tehnik atau cara menyama' yang akan kami sertakan beberapa kutipan hukum-hukumnya.
Dalam ilmu fiqih bangkai adalah hewan yang mati karna sebab tidak di sembelih atau di sembelih dengan nama selain Allah SWT.
Bangkai ada dua sebab :
Pertama, mati karena tidak di sembelih.
Kedua, disembelih selain karena Allah SWT.
Hukum daging bangkai sendiri adalah haram, namun ada bagian tubuh bangkai yang boleh kita ambil manfaatnya yaitu kulit/lulangnya.
Proses Menyamak Kulit Bangkai Binatang Beserta Pembagian Hukumnya
Kulit bangkai menjadi halal dan bisa di jual dengan syarat harus melalui prosedur yang sudah di terangkan di dalam kitab-kitab fiqih, yaitu dengan cara di samak.
samak sendiri merupakan aktivitas mensucikan najis dari kulit bangkai dengan alat-alat tertentu.
Secara umum, kulit binatang dibagi menjadi tiga jenis :
Pertama, kulit binatang yang suci, seperti lulang/kulit binatang sembelihan Qurban dsb.
Kedua, kulit binatang yang tidak suci, semisal kulit Babi atau Anjing yang sudah mutlak di vonis najis dalam Islam.
Ketiga, kulit hewan yang najis tapi  bisa suci dengan cara di samak
Para ulama  juga sudah sepakat bahwa kulit bangkai harus di samak terlebih dahulu bila ingin bisa di manfaatkan

Adapaun tatacara menyamak nya sebagai berikut :


  1. Menghilangkan sisa-sisa daging yang menempel pada kulit yang bisa mengakibatkan pembusukkan kulit.
  2. Setelah di bersihkan beri cairan yang berasa sepat seperti cuka, daun jeruk atau barang yang najis tapi sepat seperti kotoran burung dara misalnya.
  3. Kemudian di rendam 3 atau 4 hari.
  4. Setelah itu bilaslah dengan air yang suci dan jemur di tengah terik matahari.

Adapun kulit bangkai yang tidak bisa di samak yaitu kulit Babi atau Anjing
Mayoritas ulama’ telah sepakat bahwa kulit Babi dan Anjing tidak di perbolehkan untuk di ambil manfaatnya.
Adapun bila kulit ular,buaya,harimau masih di perbolehkan untuk di ambil manfaatnya dengan catatan harus di samak terlebih dahulu

Lantas, apakah boleh di makan kulit bangkai yang telah di samak dan di sucikan..?

Dalam masalah ini jawabannya adalah khilafululama (ulama berbeda-beda pendapat),

  • Ada yang mengatakan bahwa kulit bangkai tersebut boleh untuk di makan asalkan di dapat dari binatang yang halal untuk di makan.
  • Ulama’ yang lain mengatakan tidak boleh bila kulit bangkai tersebut berasal dari hewan yang tidak boleh untuk di makan.
  • Namun jumhul ulama(mayoritas ulama) berpendapat tidak boleh atau haram karna asal muasal kulit tersebut dari bangkai.
Meski ada beberapa perbedaan ulama, kita harus bisa berfikir luas mengenai hal itu, alangkah baiknya jika anda memakai pedoman yang jumhurulama, karena disanalah mayoritas ulama sepakat dengan satu jalur hukum.

Baca Juga : Macam-macam dan Pembagian Najis sesuai tingkatan Lengkap

Ada banyak sekali tas,sepatu,dan aksesoris lainya yang terbuat dari kulit bangkai , wasapadalah kita bila ingin membeli salah satu produk yang ber bahan dari kulit hewan.
Bila kulit tersebut berasal dari kulit hewan yang tidak di samak sama halnya kita memegang benda najis setiap hari dan otomatis kita harus bersuci karnanya.
Saran saya lebih jelilah memilih produk yang berasal dari kulit hewan dan berdoalah semoga selalu bersih dan suci secara syariat Islam khususnya.

Wallahu A'alam...
Mungkin cukup sekian pembahasan mengenai panduan lengkap cara menyamak beserta hukumnya.
Bila ada yang kurang jelas bisa tinggalkan komentar di bawah. Semoga bermanfaat


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel