Tata Cara Membaca Shalawat Nabi

Tata Cara Membaca Shalawat _Pada umumnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan membaca sholawat dengan berbagai macam dan bentuk acara misalnya membaca kitab al-barzanji, Dziba'i, Simtud Duror ,Syariful Anam, Burdah dan lain sebagainya.
https://www.abusyuja.com/2019/10/tata-cara-membaca-shalawat-nabi.html
Hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 yang artinya sesungguhnya Allah dan Para Malaikat bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada-nya dan ucapkan salam penghormatan kepada.

Mahalul Qiyam

Ketika membaca berbagai sholawat tersebut di atas, ada saat-saat orang-orang melantunkan sambil berdiri. Dan inilah yang dikenal dengan Istilah Mahalul Qiyam, artinya adalah berdiri ketika membaca shalawat, atau dalam masyarakat NU dikenal dengan sebutan Sroqolan atau Asroqolan.

Mahalul Qiyam ini dilakukan ketika si pembaca telah sampai pada bab-bab tertentu. Contoh, untuk maulid Simtudduror, letak Mahalul Qiyam adalah di bab "Fahina Quraba" kemudian ditengah-tengah bacaan disambung dengan bacaan tasbih 3 kali.

Pada saat Mahalul Qiyam, kita sangat dianjurkan untuk berdiri karena ada keyakinan kehadiran Nur atau cahaya Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah majelis. Selain Asroqol, peristiwa ini juga sering disebut sebagai marhabanan. Marhaban sendiri berarti "Selamat datang" atas kehadiran Nabi kita.

Berdiri merupakan ungkapan dari penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah manusia Agung yang layak lebih dihormati daripada yang lain. Mengapa bentuk penghormatan itu dilakukan dengan cara berdiri ? Hal ini disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW :

Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-khudri Beliau berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepada sahabat Anshor: berdirilah kalian untuk Tuhan kalian atau orang yang paling baik Diantara Kalian ( Shahih Muslim 3314). Berdasarkan hadis inilah Imam Nawawi berpendapat:

Berdiri untuk menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan itu dianjurkan. Ada banyak sekali hadits yang menerangkan hal tersebut. tidak ada dalil yang secara nyata menyatakan larangan berdiri itu hal ( Shahih Muslim Bisyrh al-nawawi juz XII Halaman 80).

Dari sini dapat disimpulkan bahwa salah satu bentuk penghormatan yaitu dengan cara berdiri dengan maksud menyambut kedatangan orang yang yang memiliki keutamaan. Maka berdiri untuk menghormati Nabi Muhammad SAW ketika membaca sholawat kitab al-barzanji, Dziba'i, Simtudduror ,Syariful Anam dan Burdah tentu lebih dianjurkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel