Siapakah Wahabi Itu?

https://www.abusyuja.com/2020/02/siapakah-wahabi-itu.html
Wahabi adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahab, sebuah gerakan separatis yang muncul pada masa pemerintahan Sultan Salim III (1204-1222 H). Muhammad bin Abdul Wahab dan para pengikutnya menganggap bahwa selama 600 tahun umat manusia dalam kemusyrikan, dan dia datang sebagai Mujadid  (pembaharu) yang memperbaharui agama mereka. Pada waktu itu, Wahabi muncul melawan kemapanan umat Islam dalam akidah dan Syariah. Karenanya gerakan ini tersebar dengan peperangan dan pertumpahan darah.

Baca juga :

Dengan didukung Hijaz bagian timur yaitu Raja Muhammad bin Saud raja ad Dir'iyah, pada tahun 1217 Hijriyah Muhammad bin Abdul Wahab bersama pengikutnya menguasai kota Taif setelah sebelumnya mereka membunuh penduduknya, tidak ada yang selamat kecuali beberapa orang.

Mereka membunuh laki-laki dan perempuan, tua, muda, anak-anak, bahkan bayi yang masih menyusu. Mereka keluarkan semua penghuni rumah yang ada di Thaif, bahkan yang sedang salat di masjid juga mereka bantai, mereka merampas semua harta dan kekayaan penduduk Thaif dan mereka memusnahkan semua kitab yang ada hingga berserakan di jalanan. (Sumber buku Umar Al Balad al Haram halaman 297 298)

Dari Thaif kemudian mereka memperluas kekuasaannya ke beberapa kota seperti Mekkah, Madinah, Jeddah, dan kota-kota lainnya. Hingga akhirnya pada tahun 1226 Hijriyah, Sultan Muhammad Khan II turun tangan memerintahkan Raja Mesir Muhammad Ali Basya untuk membendung gerakan Wahabi ini dengan kekuatan pasukannya dan kegigihan Raja Muhammad Ali Basya akhirnya mereka dapat mengambil alih kota Thaif, Mekkah, Madinah, dan Jeddah dari kekuasaan golongan Wahabi.

Sebagian kalangan tidak menyukai istilah "Wahabi" dan lebih menyukai istilah "Salafi." Salah satu alasannya, penamaan dakwah yang diemban Muhammad dengan nama Wahhabiyah yang dinisbatkan kepadanya adalah penisbatan yang keliru dari sisi bahasa, karena ayahnya tidak menyebarkan dakwah ini.

Salafi bagi mereka adalah Aswaja itu sendiri. Oleh karena itu, mereka menyamakan istilah Aswaja dengan Salafi. Dalam Al Wajiz Fi Aqidah as Salafus Shalih disebutkan bahwa Ahlussunnah Wal Jamaah adalah suatu golongan yang telah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjanjikan akan selamat di antara golongan-golongan yang ada.

Landasan mereka bertumpu pada ittiba’ As Sunnah (mengikuti sunnah Nabi) dan menuruti apa yang dibawa oleh Nabi baik dalam masalah Akidah, Ibadah, petunjuk, tingkah laku, akhlak, dan selalu menyertai jamaah kaum Muslimin. Menurut mereka, definisi Ahlussunnah Wal Jamaah tidak keluar dari definisi Salaf.

Menurut Dr. Said Ramadhan Al buthi, mengikuti atau ittiba’ Salaf dengan mengadopsi serta menerapkan Manhaj dan Madzhab mereka di dalam memahami Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Saw. memang merupakan kewajiban setiap muslim. Hal ini sesuai dengan perintah agar manusia selalu taat kepada Allah dan rasul-Nya sebagaimana disebutkan dalam surat al-Hasyr ayat 7 dan beberapa riwayat Hadits.

Namun mengklaim madzhab baru dengan nama Salafiyah atau Salafi merupakan bentuk fanatisme, serta tidak masuk dalam kategori ittiba’  atau mengikuti seperti yang diharapkan.

Dengan ujaran lain, ittiba’ salaf merupakan inti agama dan dasar-dasar yang ditetapkan sunnah Rasulullah SAW. Sedangkan pengklaiman terhadap mazhab Salafi merupakan bentuk Bid'ah yang tidak diridhai oleh Allah dan bentuk penghayatan terhadap sesuatu yang tidak ada dasarnya dalam sejarah.

Dalam kurun waktu pertama yang diberkahi dalam agama Islam, tidak ada mazhab dalam kelompok umat Islam yang diberi nama dengan mazhab Salafi atau mazhab Salaf.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel